EXPLORE GLOBAL

⚑ QUICK SHORTCUTS

πŸ“‚ KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Dorong Pengawasan Harga Beras, Lindungi Petani dan Daya Beli Masyarakat

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Ketua Umum DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menekankan pentingnya transparansi stok pangan, stabilitas harga kebutuhan pokok, pemerataan distribusi, serta perlindungan kesejahteraan petani Indonesia. Kemandirian Pangan Harus Diikuti Harga Terjangkau dan Kesejahteraan Petani HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Ketua Umum DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menekankan pentingnya transparansi stok pangan, stabilitas harga kebutuhan pokok, pemerataan distribusi, serta perlindungan kesejahteraan petani Indonesia.

Kemandirian Pangan Harus Diikuti Harga Terjangkau dan Kesejahteraan Petani

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β€” Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong penguatan pengawasan kebijakan pangan nasional, khususnya terhadap ketersediaan beras, kestabilan harga kebutuhan pokok, dan perlindungan pendapatan petani.

banner 468x60

Pengawasan ini penting karena harga pangan secara langsung memengaruhi pengeluaran keluarga, termasuk mahasiswa, pekerja, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Badan Komunikasi Pemerintah menyampaikan bahwa Indonesia tidak melakukan impor beras umum untuk konsumsi sepanjang 2025.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah, Kurnia Ramadhana, menjelaskan bahwa produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan 2024.

Pemerintah juga memproyeksikan produksi beras 2026 mencapai 34,77 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional diperkirakan sebesar 31,10 juta ton. Angka 2026 tersebut merupakan proyeksi, bukan realisasi akhir tahun.

Stabilitas Harga Perlu Diperiksa Berdasarkan Kondisi Pasar

Dalam perkembangan 18 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa penguatan produksi domestik menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan petani.

Menurut pemerintah, penghentian impor beras pada 2025 merupakan salah satu perkembangan kebijakan ketahanan pangan. Namun, klaim peningkatan kesejahteraan tetap perlu diuji melalui data pendapatan dan biaya produksi petani.

Sebagai gambaran perkembangan harga daerah, sistem resmi pemantauan harga pangan Kabupaten Bandung mencatat rata-rata beras medium Rp14.167 per kilogram pada 19 Oktober 2026, dibandingkan Rp14.214 sehari sebelumnya.

Angka tersebut merupakan data pasar Kabupaten Bandung dan tidak mewakili rata-rata harga nasional.

Pernyataan Ketua Umum β€” Reza Prasatria Dharma

Reza Prasatria Dharma β€” Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang

Ketahanan pangan nasional perlu dibangun melalui keseimbangan antara peningkatan produksi, keterjangkauan harga bagi konsumen, dan pendapatan yang layak bagi petani.

Pengawasan mahasiswa harus mengedepankan data, keterbukaan informasi, serta dialog konstruktif dengan pemerintah dan masyarakat.

Keberhasilan kebijakan pangan perlu diperiksa berdasarkan perkembangan harga, ketersediaan pasokan, dan kesejahteraan pelaku usaha pertanian.

Pertanyaan Pengawasan Mahasiswa

Berapa stok beras pemerintah yang tersedia dan bagaimana persebarannya? Apakah harga di pasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku? Bagaimana perbandingan harga gabah yang diterima petani dengan biaya produksinya?

Bagaimana pemerintah memastikan bantuan pangan diterima keluarga yang memenuhi persyaratan?

Empat Langkah Perbaikan yang Dapat Diperiksa

Pertama, keterbukaan stok pangan. Badan Pangan Nasional bersama Perum Bulog perlu menyediakan informasi agregat stok dan distribusi. Indikatornya ketersediaan pasokan serta ketepatan penyaluran.

Kedua, pengawasan harga pasar. Pemerintah daerah bersama dinas perdagangan perlu memperbarui data harga secara berkala. Indikatornya perkembangan harga berdasarkan wilayah dan kualitas beras.

Ketiga, perlindungan pendapatan petani. Kementerian Pertanian perlu mengevaluasi biaya produksi, harga gabah, dan akses pupuk. Indikatornya perkembangan keuntungan usaha tani.

Keempat, ketepatan bantuan pangan. Instansi penyelenggara bersama pemerintah daerah perlu memperkuat verifikasi penerima dan mekanisme pengaduan. Indikatornya kesesuaian penerima serta penyelesaian laporan masyarakat.

Langkah tersebut berpotensi meningkatkan keterjangkauan pangan dan kesejahteraan petani. Keterbatasannya mencakup perbedaan biaya distribusi, kondisi panen, perubahan cuaca, serta akurasi data penerima bantuan.

Mahasiswa Mengawal Ketahanan Pangan Secara Konstitusional

DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong mahasiswa menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kajian lapangan, permohonan informasi publik, dan dialog damai dengan instansi terkait.

Ketahanan pangan perlu dinilai secara berkelanjutan berdasarkan keseimbangan antara kepentingan konsumen, petani, dan keberlangsungan produksi nasional.

Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang

Reza Prasatria Dharma
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang

KOLABORASI – INTEGRITAS – PRESTASI

banner 336x280
Secret Link