DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang Dorong Pengawasan Target 200 Ribu Talenta Global, Pastikan Lapangan Kerja dan Kewirausahaan Generasi Muda
Ketua Umum DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menekankan pentingnya transparansi program pengembangan sumber daya manusia, pemerataan pelatihan, kesempatan kerja, dan pengukuran keberhasilan kewirausahaan nasional. Target 200 Ribu Talenta Global Harus Diikuti Program yang Terukur HAMBALANG, KABUPATEN...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Ketua Umum DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang, Reza Prasatria Dharma, menekankan pentingnya transparansi program pengembangan sumber daya manusia, pemerataan pelatihan, kesempatan kerja, dan pengukuran keberhasilan kewirausahaan nasional.
Target 200 Ribu Talenta Global Harus Diikuti Program yang Terukur
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong penguatan transparansi dan akuntabilitas program pengembangan sumber daya manusia nasional agar generasi muda memperoleh keterampilan, kesempatan kerja, dan peluang kewirausahaan yang dapat diukur.
Perhatian tersebut berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi terhadap peningkatan kompetensi serta akses yang lebih luas ke dunia kerja.
Berdasarkan pemberitaan ANTARA pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 18.18 WIB, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menargetkan pengembangan sekitar 200.000 talenta berdaya saing global hingga 2035.
Spesialis Pendanaan SDGs Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas, Luhur Fajar Martha, menyampaikan sasaran tersebut dalam Indonesia Impact Investment Summit 2026 di Jakarta.
Program tersebut berkaitan dengan pengembangan SDGs Entrepreneurial Center, yang direncanakan menjadi wadah kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, dan masyarakat.
Luhur menjelaskan bahwa program akan diarahkan pada peningkatan keterampilan, inovasi, produktivitas, dan pengembangan usaha sesuai kebutuhan pasar.
Angka 200.000 merupakan target hingga 2035, bukan jumlah peserta yang telah menyelesaikan pelatihan ataupun memperoleh pekerjaan.
Pengembangan Kewirausahaan dan Kompetensi Mahasiswa
Sebelumnya, pada 10 Agustus 2026, Bappenas bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menandatangani perjanjian kerja sama pembentukan dan pengembangan SDGs Entrepreneurial Center.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya pemanfaatan hasil penelitian agar inovasi memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Sementara itu, melalui publikasi resmi 21 Oktober 2026 pukul 19.15 WIB, Kemdiktisaintek menyampaikan pentingnya transformasi pendidikan manajemen agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menekankan penguatan keterampilan praktis, kemampuan komunikasi, etika, serta penyesuaian pembelajaran dengan perkembangan teknologi.
Pernyataan Ketua Umum — Reza Prasatria Dharma
Reza Prasatria Dharma — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang
Pengembangan sumber daya manusia Indonesia perlu memberikan kesempatan yang adil kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan, pelatihan, pekerjaan, dan kemampuan berwirausaha.
Pengawasan mahasiswa harus diarahkan pada keterbukaan pelaksanaan program, kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri, dan evaluasi hasil yang dapat diverifikasi.
Keberhasilan pengembangan talenta tidak cukup dinilai berdasarkan jumlah peserta, tetapi juga melalui peningkatan kompetensi, penempatan kerja, dan keberlanjutan usaha.
Pertanyaan Pengawasan Mahasiswa
DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong kejelasan mengenai pembagian target 200.000 talenta hingga 2035, persyaratan peserta, pemerataan wilayah, pembiayaan program, serta metode pengukuran keberhasilannya.
Empat Langkah Perbaikan yang Dapat Diperiksa
Pertama, transparansi program. Bappenas bersama instansi terkait perlu menetapkan sasaran tahunan. Indikatornya jumlah peserta dan capaian kompetensi yang diverifikasi.
Kedua, penguatan pelatihan kerja. Kementerian Ketenagakerjaan bersama dunia industri perlu menyelaraskan kebutuhan keterampilan. Indikatornya sertifikasi dan tingkat kebekerjaan alumni.
Ketiga, pengembangan kewirausahaan. BRIN bersama perguruan tinggi perlu memperkuat inkubasi inovasi. Indikatornya produk yang dikembangkan dan keberlanjutan usaha peserta.
Keempat, pemerataan kesempatan. Pemerintah daerah dan perguruan tinggi perlu memperluas informasi program. Indikatornya partisipasi generasi muda berdasarkan wilayah.
Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kesiapan kerja dan kesempatan berwirausaha. Keterbatasannya mencakup pendanaan, perubahan kebutuhan industri, ketimpangan akses antardaerah, serta kesulitan mengevaluasi keberlanjutan usaha.
Mahasiswa Mengawal Pembangunan SDM Secara Konstitusional
DPN Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang mendorong mahasiswa menjalankan kontrol sosial melalui penelitian, dialog dengan instansi pemerintah, permohonan informasi publik, dan penyampaian rekomendasi secara damai serta konstitusional.
Program pengembangan talenta nasional perlu dievaluasi secara berkala agar manfaatnya dapat diperiksa oleh masyarakat.
Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang
Reza Prasatria Dharma
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang
KOLABORASI – INTEGRITAS – PRESTASI





