Gebyar Gorontalo Menari, ruang bagi generasi muda menjaga budaya daerah
Gorontalo — Minggu, 11 Oktober 2026 Gebyar Gorontalo Menari menghadirkan ruang bagi kelompok seni untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga kekayaan budaya daerah. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie membuka kegiatan tersebut di Atrium Citymall, Kota Gorontalo, Sabtu (10/10/2026). Berdasarkan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Gorontalo — Minggu, 11 Oktober 2026 Gebyar Gorontalo Menari menghadirkan ruang bagi kelompok seni untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga kekayaan budaya daerah. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie membuka kegiatan tersebut di Atrium Citymall, Kota Gorontalo, Sabtu (10/10/2026).
Berdasarkan publikasi resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo, kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo itu diikuti 50 organisasi kelompok seni tari tradisional dan modern. Sekitar 500 penari dijadwalkan tampil secara serentak di beberapa lantai Citymall.
Dalam sambutannya, Idah menekankan pentingnya pengaderan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya. Ia berharap kegiatan seni dapat berlangsung secara berkelanjutan dan semakin memperkenalkan tarian Gorontalo kepada masyarakat.
Idah juga mendorong sanggar tari mengembangkan kreativitas dengan tetap mempertahankan identitas budaya. Setiap tarian memiliki cerita, makna, dan karakter yang perlu diperhatikan dalam pengembangan gerakan maupun busana.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sulut-Gorontalo, Ardiansyah Inde, menilai ruang tampil bagi kelompok seni perlu diikuti pembinaan yang berkelanjutan. Keberhasilan kegiatan budaya perlu terlihat pula dari tumbuhnya minat generasi muda untuk belajar dan memahami warisan daerahnya.
Menurutnya, panggung pertunjukan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan budaya. Namun, perhatian terhadap seni perlu diteruskan melalui latihan rutin, pendampingan pelatih, serta kesempatan tampil yang menjangkau lebih banyak kelompok dan wilayah.
Ardiansyah menekankan bahwa regenerasi membutuhkan ruang belajar yang terbuka. Anak-anak dan remaja perlu memperoleh kesempatan mengenal tarian daerah, memahami makna gerakannya, serta menghargai nilai yang diwariskan para pendahulu.
Ia juga menilai pengembangan kreativitas harus berjalan bersama pemahaman terhadap tradisi. Inovasi dapat membuat pertunjukan semakin menarik, sementara keterlibatan seniman dan pemerhati budaya membantu menjaga ketepatan makna serta identitasnya.
Perhatian terhadap sanggar, dalam rumusan tanggapannya, perlu diwujudkan melalui dukungan yang sesuai kebutuhan. Ketersediaan tempat latihan, pendampingan, dan kesempatan memperkenalkan karya merupakan bagian penting dari keberlanjutan pembinaan.
Ardiansyah berharap pemerintah, sekolah, komunitas, dan pelaku seni dapat memperkuat kerja sama. Dengan pembinaan yang konsisten, kegiatan budaya dapat melahirkan generasi yang mampu berkarya sekaligus memahami akar budayanya.
Sumber: Portal resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo, “Wagub Buka Gebyar Gorontalo Menari, Dorong Inovasi Tanpa Tinggalkan Tradisi”, terbit 10 Oktober 2026.
Redaksi: Elang Tiga Global News Editor: Bambang





