EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Gelombang tinggi masih mengancam, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang: Jangan paksa melaut, keselamatan harus di atas hasil tangkapan

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Sabtu, 5 September 2026Lokasi Terbit: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Dari Hambalang, Satuan Nelayan ETH menyerukan informasi BMKG harus sampai hingga kapal dan kampung nelayan sebelum keberangkatan HAMBALANG, BOGOR — Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang mengingatkan masyarakat nelayan Indonesia untuk...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Sabtu, 5 September 2026
Lokasi Terbit: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Dari Hambalang, Satuan Nelayan ETH menyerukan informasi BMKG harus sampai hingga kapal dan kampung nelayan sebelum keberangkatan

HAMBALANG, BOGOR — Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang mengingatkan masyarakat nelayan Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi laut setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika masih mengeluarkan peringatan gelombang tinggi pada sejumlah wilayah perairan.

banner 468x60

Portal peringatan dini maritim BMKG yang diperbarui pada Sabtu, 5 September 2026 mengategorikan gelombang 2,5–4 meter sebagai gelombang tinggi, dan menyediakan pemantauan kondisi untuk berbagai perairan Indonesia.

Data prakiraan wilayah menunjukkan kondisi yang perlu mendapat perhatian serius. Di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, gelombang pada 5 September berada sekitar 2,5 meter dengan potensi mencapai 2,7 meter, sementara hembusan angin dapat mencapai sekitar 23–24 knot.

Di Perairan Cianjur, BMKG memprakirakan gelombang dapat meningkat hingga sekitar 2,8–2,9 meter, disertai hembusan angin hingga sekitar 31–32 knot.

Kondisi tinggi juga terpantau di Selat Badung, dengan gelombang sekitar 2,5 meter pada sejumlah periode dan meningkat hingga sekitar 2,7 meter menjelang malam serta awal 6 September.

Satuan Nelayan ETH: Nyawa tidak bisa diganti

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menilai informasi tersebut harus menjadi dasar keputusan sebelum kapal meninggalkan dermaga.

“Nelayan memang harus mencari nafkah, tetapi keselamatan tidak boleh dikalahkan oleh keinginan mengejar hasil tangkapan. Ikan dapat dicari kembali, sedangkan nyawa tidak dapat diganti,” tegas Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang.

Organisasi mengingatkan nelayan agar tidak hanya menilai kondisi berdasarkan cuaca yang terlihat dari pantai. Laut yang tampak cerah dari daratan belum tentu mempunyai gelombang dan angin yang aman beberapa mil dari pesisir.

Karena itu, pemeriksaan prakiraan cuaca maritim harus menjadi kebiasaan sebelum berangkat.

Beberapa wilayah menunjukkan angin kuat

Selain tinggi gelombang, kecepatan angin juga perlu diperhatikan.

Di Perairan Barat Pagai, prakiraan menunjukkan gelombang dapat naik ke sekitar 2,7 meter dan hembusan angin berpotensi mencapai 32–34 knot pada 6 September.

Sementara di Perairan Pulau Enggano, BMKG mencatat potensi hembusan angin sekitar 33–34 knot dengan gelombang yang dapat meningkat menjadi sekitar 2,6 meter.

Satuan Nelayan ETH menegaskan bahwa kondisi masing-masing daerah berbeda sehingga nelayan perlu memeriksa wilayah tangkapnya secara spesifik.

“Satu kabupaten bisa memiliki kondisi daratan yang tenang, tetapi laut di depannya sedang tidak bersahabat. Jangan jadikan perkiraan atau kebiasaan sebagai pengganti informasi resmi BMKG,” ujar Satuan Nelayan ETH.

Lima langkah sebelum kapal berangkat

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menyerukan lima langkah sederhana menjadi standar sebelum melaut:

  1. Periksa prakiraan BMKG untuk wilayah tangkap.
  2. Jangan memaksakan keberangkatan jika gelombang dan angin membahayakan.
  3. Pastikan pelampung, radio atau alat komunikasi, penerangan dan perlengkapan darurat berfungsi.
  4. Informasikan rute, lokasi penangkapan dan perkiraan waktu kembali kepada keluarga atau kelompok nelayan.
  5. Patuhi arahan syahbandar, BMKG, Basarnas dan aparat pelabuhan ketika terdapat peringatan keselamatan.

Informasi jangan berhenti di aplikasi

Menurut Satuan Nelayan ETH, persoalan berikutnya adalah memastikan informasi cuaca sampai kepada nelayan yang benar-benar membutuhkannya.

Tidak semua nelayan memiliki internet stabil atau terbiasa membuka laman prakiraan maritim sebelum melaut.

Karena itu organisasi mendorong informasi BMKG juga disebarkan melalui pelabuhan perikanan, TPI, radio komunikasi, grup WhatsApp kelompok nelayan, pemerintah desa pesisir dan pengeras suara pelabuhan.

“Teknologi pemerintah sudah mampu membaca kondisi laut. Sekarang tantangannya adalah memastikan nelayan kecil menjadi penerima manfaat terakhir sekaligus yang paling utama. Peringatan harus sampai sebelum kapal berangkat, bukan setelah keadaan darurat terjadi,” tegas Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang.

Cuaca buruk juga persoalan ekonomi keluarga

Satuan Nelayan ETH memahami bahwa keputusan tidak melaut mempunyai konsekuensi ekonomi.

Ketika kapal tertahan karena gelombang tinggi, pemasukan rumah tangga dapat berkurang sementara kebutuhan keluarga tetap berjalan.

Karena itu organisasi mendorong agar keselamatan nelayan juga dihubungkan dengan agenda perlindungan sosial, koperasi, tabungan nelayan dan penguatan usaha keluarga pesisir.

“Jangan sampai nelayan terpaksa mempertaruhkan keselamatan hanya karena takut dapurnya tidak menyala. Perlindungan keselamatan harus berjalan bersama perlindungan ekonomi keluarga nelayan,” kata Satuan Nelayan ETH.

Dari Hambalang untuk nelayan Indonesia

Dari Hambalang, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menyerukan budaya keselamatan menjadi gerakan bersama masyarakat pesisir.

Organisasi mendorong nelayan saling membagikan informasi kondisi laut, membantu awak yang tidak memiliki akses informasi digital dan melaporkan persoalan keselamatan yang ditemukan di wilayah masing-masing.

“CEK CUACA — SIAPKAN KESELAMATAN — JANGAN PAKSA MELAUT.”

“NELAYAN BERANGKAT MENCARI NAFKAH, DAN HARUS PULANG DENGAN SELAMAT KEPADA KELUARGA.”

SATUAN NELAYAN ELANG TIGA HAMBALANG

KUAT BERSAMA, TANGGUH DI LAUT

banner 336x280