EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Gelombang tinggi mengintai perairan Indonesia, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang: Jangan pertaruhkan nyawa demi memaksa melaut

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Kamis, 3 September 2026Lokasi Terbit: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat BMKG mencatat gelombang hingga 3,5 meter di sejumlah perairan; dari Hambalang, Satuan Nelayan ETH mendorong peringatan dini benar-benar sampai ke nelayan sebelum kapal meninggalkan pantai HAMBALANG, BOGOR — Keselamatan nelayan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Kamis, 3 September 2026
Lokasi Terbit: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

BMKG mencatat gelombang hingga 3,5 meter di sejumlah perairan; dari Hambalang, Satuan Nelayan ETH mendorong peringatan dini benar-benar sampai ke nelayan sebelum kapal meninggalkan pantai

HAMBALANG, BOGOR — Keselamatan nelayan Indonesia kembali menjadi perhatian serius pada Kamis, 3 September 2026, menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengenai gelombang tinggi di berbagai wilayah perairan.

banner 468x60

Data resmi BMKG menunjukkan Selat Lombok bagian selatan pada 3 September memiliki gelombang kategori tinggi yang sempat mencapai sekitar 3,5 meter. BMKG mengeluarkan peringatan dan meminta pengguna perairan berhati-hati serta mengikuti arahan otoritas setempat.

Di Samudra Hindia selatan Jawa Barat, BMKG juga mencatat potensi gelombang tinggi mencapai sekitar 2,9 meter, sedangkan Samudra Hindia selatan Jawa Tengah berada pada kisaran sekitar 2,5 meter pada awal periode prakiraan 3–6 September.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa keputusan berangkat melaut tidak boleh hanya ditentukan kebutuhan mendapatkan hasil tangkapan.

“Kami memahami nelayan harus mencari nafkah. Tetapi tidak ada hasil tangkapan yang lebih berharga daripada keselamatan jiwa. Jika kondisi laut berbahaya, jangan paksakan kapal berangkat,” tegas Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang.

BMKG: puluhan perairan berpotensi mengalami gelombang tinggi

Peringatan gelombang tinggi nasional BMKG menunjukkan potensi gelombang kategori 2,5–4 meter masih tersebar di banyak wilayah Indonesia.

Dalam pembaruan peringatan berikutnya untuk periode 4–7 September, BMKG mencatat potensi gelombang tinggi antara lain di Samudra Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, selatan Banten sampai Nusa Tenggara, serta sejumlah perairan selatan Jawa Timur, Bali dan wilayah lainnya. BMKG juga mencatat angin maksimum dapat mencapai sekitar 30 knot pada sejumlah perairan.

Artinya, nelayan tidak cukup hanya melihat apakah cuaca di pantai terlihat cerah.

Kondisi laut beberapa mil dari daratan dapat berbeda jauh dari kondisi di pesisir.

Nelayan kecil berada pada risiko lebih besar

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menilai perhatian khusus harus diberikan kepada nelayan kecil yang menggunakan perahu atau kapal berukuran terbatas.

Kapal kecil memiliki toleransi yang lebih rendah terhadap gelombang dan angin kencang dibanding kapal berukuran besar.

Karena itu, informasi mengenai tinggi gelombang, arah dan kecepatan angin, arus laut serta perubahan cuaca harus tersedia sebelum nelayan memutuskan berangkat.

“Jangan sampai informasi cuaca sudah tersedia di sistem pemerintah tetapi nelayan baru mengetahui ada gelombang tinggi setelah berada di tengah laut. Informasi keselamatan harus bergerak lebih cepat daripada kapal nelayan,” ujar Satuan Nelayan ETH.

Lima langkah keselamatan yang harus menjadi kebiasaan

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang mendorong masyarakat nelayan memperhatikan sedikitnya lima langkah sebelum melaut:

  1. Periksa prakiraan BMKG untuk wilayah tangkap, bukan hanya cuaca di daratan.
  2. Jangan memaksakan keberangkatan ketika terdapat peringatan gelombang atau angin yang membahayakan kapal.
  3. Pastikan pelampung, alat komunikasi, penerangan dan perlengkapan darurat tersedia serta berfungsi.
  4. Informasikan rencana wilayah tangkap dan perkiraan waktu kembali kepada keluarga atau kelompok nelayan.
  5. Segera mengikuti arahan syahbandar, BMKG, Basarnas dan otoritas terkait apabila kondisi laut memburuk.

Peringatan harus sampai ke TPI dan kampung nelayan

Satuan Nelayan ETH menilai sistem penyampaian informasi cuaca maritim perlu diperkuat hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Informasi tidak cukup hanya disediakan melalui situs atau aplikasi.

Pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, pemerintah desa pesisir dan kelompok nelayan dapat menjadi jaringan penyebaran peringatan.

Satuan Nelayan ETH mendorong penggunaan grup WhatsApp nelayan, radio komunikasi, layar informasi pelabuhan, pengeras suara hingga penyampaian langsung oleh petugas untuk wilayah yang memiliki keterbatasan internet.

“Negara mempunyai teknologi cuaca yang semakin maju. Tantangannya sekarang adalah memastikan teknologi itu melindungi perahu paling kecil dan nelayan paling jauh sekalipun,” tegas Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang.

Tidak melaut sehari memang berat, kehilangan nyawa jauh lebih berat

Satuan Nelayan ETH memahami persoalan ekonomi di balik keputusan nelayan.

Ketika kapal tidak berangkat, pendapatan dapat berhenti sementara kebutuhan keluarga tetap berjalan.

Karena itu pemerintah juga perlu memikirkan perlindungan ekonomi masyarakat pesisir ketika cuaca buruk berlangsung berhari-hari.

Akses perlindungan sosial, tabungan nelayan, koperasi serta skema ekonomi keluarga pesisir dapat membantu mengurangi tekanan agar nelayan tidak merasa harus tetap berangkat dalam kondisi berbahaya.

“Keselamatan dan kesejahteraan tidak boleh dipertentangkan. Nelayan harus dilindungi nyawanya sekaligus diperkuat ekonominya, sehingga mereka tidak perlu mengambil risiko berlebihan hanya karena kebutuhan dapur,” kata Satuan Nelayan ETH.

Cuaca cerah bukan jaminan laut aman

Kondisi Selat Lombok bagian selatan menjadi contoh penting. BMKG mencatat cuaca dapat terlihat cerah berawan, tetapi gelombangnya tetap berada pada kategori tinggi sekitar 3–3,5 meter dan hembusan anginnya dapat meningkat hingga kisaran 20 knot lebih.

Karena itu pengalaman visual dari pantai tidak dapat menggantikan informasi meteorologi maritim.

Nelayan perlu membiasakan diri memeriksa prakiraan resmi setiap kali hendak berangkat.

Dari Hambalang untuk keselamatan nelayan Indonesia

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang ingin menjadikan isu keselamatan sebagai salah satu agenda utama perjuangan masyarakat pesisir.

Organisasi mendorong nelayan di berbagai daerah untuk menyampaikan persoalan mengenai akses informasi cuaca, alat komunikasi, pelampung, fasilitas keselamatan maupun kondisi pelabuhan agar dapat dihimpun sebagai aspirasi kepada instansi terkait.

Dari Hambalang, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menyampaikan pesan:

“IKAN BISA DICARI KEMBALI — NYAWA TIDAK BISA DIGANTI.”

“CEK CUACA, SIAPKAN KESELAMATAN, BERANGKAT DENGAN AMAN, PULANG KEPADA KELUARGA.”

SATUAN NELAYAN ELANG TIGA HAMBALANG

KUAT BERSAMA, TANGGUH DI LAUT

banner 336x280