EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Global

Harga Cabai Masih Tinggi, DPN Elang Tiga Hambalang: Jaga Daya Beli Rakyat Tanpa Mengorbankan Petani

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Pergerakan harga kebutuhan pangan kembali menjadi perhatian menjelang berakhirnya Agustus 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat pengendalian harga, terutama komoditas yang mengalami kenaikan, tanpa membuat...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Pergerakan harga kebutuhan pangan kembali menjadi perhatian menjelang berakhirnya Agustus 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat pengendalian harga, terutama komoditas yang mengalami kenaikan, tanpa membuat petani menjadi pihak yang dirugikan.

Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian. Pemerintah dalam beberapa hari terakhir memperkuat langkah pengendalian harga cabai rawit pada puncak musim kemarau untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas inflasi. Data PIHPS Bank Indonesia yang diberitakan ANTARA pada akhir pekan menunjukkan harga cabai rawit merah masih berada pada tingkat yang relatif tinggi.

banner 468x60

Pada saat yang sama, Menteri Perdagangan Budi Santoso saat memantau Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Sabtu 29 Agustus 2026 menegaskan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan harga pasar menggunakan Harga Eceran Tertinggi dan harga acuan. Dalam pemantauan tersebut, daging ayam ras berada di kisaran Rp38.000–Rp40.000 per kilogram, mendekati harga acuan pemerintah sebesar Rp40.000 per kilogram.

Harga Terjangkau, Petani Juga Harus Mendapat Untung

DPN Elang Tiga Hambalang menilai persoalan pangan tidak dapat diselesaikan hanya dengan menekan harga di tingkat konsumen.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan stabilisasi harga harus berjalan dari hulu sampai hilir. Pemerintah perlu memastikan produksi mencukupi, transportasi antardaerah berjalan lancar, fasilitas penyimpanan tersedia dan mata rantai distribusi tidak terlalu panjang.

Bagi DPN ETH, masyarakat memang membutuhkan harga kebutuhan pokok yang terjangkau. Namun petani, peternak, nelayan dan produsen pangan juga membutuhkan harga jual yang layak agar dapat terus berproduksi.

Prinsip yang harus dijaga adalah jangan sampai masyarakat membeli pangan dengan harga mahal sementara petani justru menerima harga rendah.

Badan Pangan Nasional sebelumnya juga menegaskan pengendalian inflasi pangan tidak cukup hanya menahan kenaikan harga di tingkat konsumen, tetapi harus tetap melindungi harga produsen agar petani dan peternak memperoleh keuntungan yang wajar.

Inflasi Nasional 2,88 Persen

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia pada Juli 2026 sebesar 2,88 persen secara tahunan, sedangkan secara bulanan terjadi deflasi 0,14 persen. Inflasi Januari–Juli 2026 tercatat sebesar 1,65 persen.

DPN ETH menilai angka inflasi nasional perlu selalu dipertemukan dengan kenyataan yang dirasakan masyarakat di pasar.

Bagi keluarga dengan pendapatan terbatas, perubahan beberapa ribu rupiah pada harga cabai, telur, ayam, minyak goreng maupun kebutuhan sehari-hari lainnya dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma berpandangan pengawasan harga perlu diperkuat sampai pasar tradisional di kabupaten dan kota. Data harga juga harus mudah diketahui masyarakat sehingga perbedaan harga yang terlalu lebar antardaerah dapat segera dievaluasi.

Petani Harus Menikmati Kenaikan Produksi

Kesejahteraan produsen pangan juga penting diperhatikan. BPS mencatat Nilai Tukar Petani nasional Juli 2026 sebesar 127,84, naik 0,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun Nilai Tukar Usaha Pertanian pada periode yang sama turun 0,36 persen.

Data tersebut menunjukkan perlunya melihat kondisi petani secara lebih menyeluruh.

DPN ETH berpandangan peningkatan produksi pangan nasional harus berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan petani.

Indonesia telah melaporkan capaian swasembada pada delapan komoditas strategis pada 2026, yaitu beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar dan cabai rawit.

DPN Elang Tiga Hambalang mengapresiasi peningkatan kapasitas produksi tersebut, tetapi menilai keberhasilan pangan pada akhirnya harus dapat dilihat dari dua sisi: ketersediaan pangan bagi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan produsennya.

DPN ETH Dorong Perbaikan Distribusi

DPN Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah memperkuat pemetaan daerah surplus dan daerah kekurangan pangan agar distribusi dapat dilakukan lebih cepat.

Persoalan produksi yang melimpah di suatu daerah tetapi harga tetap tinggi di wilayah lain menunjukkan pentingnya logistik pangan yang efisien.

Untuk komoditas yang mudah rusak seperti cabai, fasilitas penyimpanan, pengolahan hasil dan kemitraan petani dengan industri perlu diperluas agar petani tidak harus menjual dengan harga sangat rendah ketika produksi melimpah.

Pemerataan distribusi juga penting untuk beras. Pengamat pertanian menilai surplus produksi harus diikuti pemerataan distribusi sehingga ketersediaan pangan dapat benar-benar diterjemahkan menjadi akses dan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Dari Hambalang, ETH Suarakan Kepentingan Dapur Rakyat

DPN Elang Tiga Hambalang menilai persoalan pangan merupakan salah satu isu yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.

Harga beras menyentuh setiap keluarga. Harga pupuk menyentuh kehidupan petani. Harga ikan menyangkut kehidupan nelayan. Harga telur dan ayam memengaruhi konsumen sekaligus peternak.

Karena itu, organisasi masyarakat perlu ikut mendengar persoalan tersebut dan menyampaikannya secara konstruktif kepada pemerintah.

Ketua Umum DPN ETH H. Safrizal bersama Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma mendorong jajaran Elang Tiga Hambalang untuk semakin dekat dengan masyarakat, termasuk mendengar persoalan pedagang pasar, petani, nelayan, pekerja dan keluarga berpenghasilan rendah.

DPN ETH menegaskan bahwa pengendalian harga pangan tidak boleh memilih antara konsumen atau petani.

Keduanya harus dilindungi.

Dari Hambalang untuk Indonesia — Jaga Daya Beli Rakyat, Lindungi Petaninya, Perkuat Ketahanan Pangannya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
H. Safrizal

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
Ganda Satria Dharma

banner 336x280