IEU-CEPA di Depan Mata, Pengusaha Indonesia Didorong Bersiap Rebut Pasar Eropa
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 6 September 2026 Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong dunia usaha nasional, mulai dari UMKM, industri manufaktur hingga eksportir, untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang perdagangan dan investasi yang semakin terbuka melalui Indonesia-European Union Comprehensive...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 6 September 2026
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong dunia usaha nasional, mulai dari UMKM, industri manufaktur hingga eksportir, untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang perdagangan dan investasi yang semakin terbuka melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Dorongan tersebut menyusul perkembangan terbaru pada 5 September 2026. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengumumkan penyelenggaraan Strategic Dialogue on Strengthening Bilateral Trade and Investment Cooperation between Indonesia and Ireland. Pemerintah menempatkan dialog Indonesia–Irlandia tersebut dalam konteks persiapan implementasi IEU-CEPA dan penguatan hubungan perdagangan serta investasi.
Forum itu melibatkan pemerintah dan berbagai unsur dunia usaha, termasuk KADIN Indonesia, APINDO, Irish Chamber of Commerce in Indonesia, Delegasi Uni Eropa dan EuroCham Indonesia. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kesiapan memanfaatkan IEU-CEPA bukan hanya menjadi pekerjaan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesiapan sektor swasta.
ETH: Jangan Hanya Jadi Pasar
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang pembukaan akses perdagangan harus diikuti strategi yang memastikan perusahaan Indonesia mampu menjadi pemain aktif.
“IEU-CEPA harus menjadi jalan bagi semakin banyak produk dan perusahaan Indonesia masuk ke Eropa. Jangan sampai keterbukaan perdagangan hanya membuat Indonesia menjadi pasar. Pengusaha nasional harus dipersiapkan menjadi pemain.”
Tantangannya bukan sekadar menghasilkan barang. Pengusaha perlu meningkatkan kesiapan terkait kualitas dan standardisasi produk, sertifikasi, kapasitas produksi, keberlanjutan pasokan, pemasaran internasional, akses pembiayaan serta kemampuan menemukan buyer dan mitra usaha.
UMKM Harus Masuk Rantai Pasok Global
Asosiasi menilai kesempatan memasuki pasar Eropa tidak boleh hanya terkonsentrasi pada perusahaan berskala besar.
UMKM yang memiliki produk kompetitif perlu memperoleh pendampingan sehingga mampu meningkatkan kualitas produksi dan memenuhi persyaratan pasar internasional.
“Kami ingin pengusaha Indonesia naik kelas dari pemain lokal menjadi bagian dari rantai pasok global. UMKM jangan ditempatkan sebagai penonton ketika akses pasar internasional semakin terbuka.”
ETH Dorong Pembentukan EU Market Readiness Desk
Sebagai langkah konkret, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan EU Market Readiness Desk ETH.
Program tersebut dapat menjadi pusat pendampingan pengusaha dengan lima fokus: pemetaan produk potensial ekspor, standardisasi dan sertifikasi, akses pembiayaan ekspor, pencarian buyer dan mitra investasi, serta fasilitasi business matching dengan pelaku usaha Eropa.
Asosiasi juga mendorong terbangunnya basis data perusahaan dan produk Indonesia yang siap ditawarkan kepada calon mitra internasional.
Dari Pernyataan Menuju Transaksi
Menurut Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang, keberhasilan kebijakan perdagangan pada akhirnya perlu diukur dari manfaat yang diterima pelaku usaha: bertambahnya kontrak ekspor, investasi, kemitraan bisnis, peningkatan kapasitas perusahaan dan penciptaan lapangan kerja.
“Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang siap mengambil peran sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata pengusaha. Target kita bukan hanya seminar dan pertemuan, tetapi mempertemukan produk Indonesia dengan pembeli, perusahaan dengan investor, serta UMKM dengan rantai pasok global.”
Dengan agenda tersebut, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menegaskan pentingnya menjadikan momentum IEU-CEPA sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing pengusaha Indonesia di pasar internasional.





