EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Indonesia Aktif Kembangkan Vaksin TB, DPN ETH: Riset Harus Berujung pada Perlindungan Nyata bagi Rakyat

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 6 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap perkembangan terbaru upaya Indonesia mengembangkan vaksin baru tuberkulosis (TB), sekaligus mendorong agar inovasi tersebut berjalan beriringan dengan perluasan deteksi...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 6 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap perkembangan terbaru upaya Indonesia mengembangkan vaksin baru tuberkulosis (TB), sekaligus mendorong agar inovasi tersebut berjalan beriringan dengan perluasan deteksi dini, pengobatan, dan pencegahan penularan di tengah masyarakat.

Fakta Terverifikasi

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Lucia Rizka Andalucia pada 5 September 2026 menyatakan Indonesia terlibat aktif dalam pengembangan kandidat vaksin TB. Kemenkes menyebut vaksin sebagai salah satu modalitas penting untuk mempercepat eliminasi TB, bersama obat dan perangkat diagnosis. Indonesia saat ini masih menghadapi beban TB yang berat dan berada di posisi kedua dunia berdasarkan jumlah kasus setelah India.

banner 468x60

Salah satu kandidat yang sedang dikembangkan adalah M72, yang telah memasuki uji klinis fase 3. Indonesia juga memiliki kandidat lain yang dikembangkan melalui Bio Farma bersama Lipotek, serta Etana bersama CanSino, yang menurut Kemenkes masih berada pada tahap awal uji klinis fase 1.

Kementerian Kesehatan sebelumnya mencatat Indonesia melibatkan 2.095 partisipan remaja dan dewasa dalam uji klinis fase 3 M72. Secara global, uji klinis tersebut melibatkan 20.081 partisipan di Indonesia, Afrika Selatan, Kenya, Zambia, dan Malawi. Uji ini ditujukan untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas kandidat vaksin dalam mencegah TB paru pada kelompok sasaran penelitian.

Pengembangan vaksin bukan satu-satunya strategi pemerintah. Kemenkes pada Agustus 2026 memperluas skrining aktif TB dengan rontgen dada berbasis kecerdasan buatan di pesantren dan kawasan padat penduduk. Kemenkes menyebut TB masih menjadi penyakit menular dengan sekitar 120.000 kematian setiap tahun di Indonesia.

Pemerintah juga menyiapkan sekitar 10.000 unit rontgen portabel untuk didistribusikan secara bertahap ke puskesmas guna memperluas kemampuan skrining langsung di masyarakat, termasuk pesantren, madrasah, dan permukiman padat.

Di sisi riset, Kemenkes menekankan penguatan ekosistem uji klinis agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar obat dan vaksin, tetapi juga mempunyai kapasitas mengembangkan inovasi kesehatan serta memperoleh akses lebih cepat terhadap produk baru ketika keamanan dan efektivitasnya telah terbukti.

Sikap DPN Elang Tiga Hambalang

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa keterlibatan Indonesia dalam pengembangan vaksin TB merupakan langkah strategis, terutama karena besarnya beban penyakit tersebut terhadap masyarakat.

Menurut H. Safrizal, keberhasilan riset pada akhirnya harus dinilai dari manfaat yang dapat diterima masyarakat. Apabila suatu kandidat vaksin kelak terbukti aman, efektif, dan mendapatkan seluruh persetujuan regulator, akses bagi masyarakat Indonesia harus menjadi bagian penting dari kebijakan kesehatan nasional.

DPN ETH menilai masyarakat juga tidak boleh menunggu hadirnya vaksin baru untuk memperkuat pencegahan. Penemuan kasus sedini mungkin, pemeriksaan kontak erat, kepatuhan terhadap pengobatan, dan pencegahan penularan tetap menjadi langkah penting yang dapat dilakukan saat ini.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma berpandangan perluasan rontgen dan skrining aktif harus diprioritaskan pada daerah dengan beban TB tinggi serta kelompok masyarakat yang memiliki hambatan dalam mengakses fasilitas kesehatan.

DPN ETH mendorong puskesmas semakin diperkuat sebagai garda terdepan penanganan TB. Fasilitas deteksi, tenaga kesehatan, ketersediaan obat, sistem pelacakan kontak, serta pendampingan pasien selama menjalani pengobatan perlu berjalan sebagai satu sistem yang terintegrasi.

Organisasi juga menilai persoalan TB tidak boleh hanya dilihat sebagai urusan medis. Penyakit ini dapat berhubungan dengan kondisi hunian padat, lingkungan, gizi, kemampuan ekonomi keluarga, dan keberlanjutan pekerjaan ketika seseorang harus menjalani pengobatan dalam jangka waktu tertentu.

Karena itu, DPN ETH mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, sekolah, pesantren, lingkungan kerja, organisasi masyarakat, dan keluarga untuk memperluas edukasi serta mengurangi stigma terhadap pasien TB.

Bagi DPN ETH, Indonesia membutuhkan dua langkah yang berjalan bersamaan: mendorong inovasi vaksin dan teknologi kesehatan untuk masa depan, sekaligus memastikan penderita TB hari ini ditemukan lebih cepat, diobati sampai tuntas, dan tidak kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan.

H. Safrizal
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang

Ganda Satria Dharma
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang

banner 336x280