Inflasi Agustus 3,19 Persen, DPN ETH: Daya Beli Rakyat Harus Jadi Ukuran Utama Stabilitas Ekonomi
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Sabtu, 5 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap perkembangan inflasi nasional dan harga kebutuhan pokok, khususnya beras, karena perubahan harga pangan berhubungan langsung dengan pengeluaran rumah tangga...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Sabtu, 5 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap perkembangan inflasi nasional dan harga kebutuhan pokok, khususnya beras, karena perubahan harga pangan berhubungan langsung dengan pengeluaran rumah tangga masyarakat.
Fakta Terverifikasi
Badan Pusat Statistik mencatat tingkat inflasi Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan atau year-on-year. Indeks Harga Konsumen tercatat 111,97. Secara bulanan, inflasi Agustus berada pada 0,21 persen, sedangkan inflasi sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai 1,86 persen. Inflasi inti secara tahunan tercatat 2,92 persen.
Perkembangan harga beras juga perlu mendapatkan perhatian. Data BPS menunjukkan rata-rata harga beras premium di tingkat penggilingan pada Agustus 2026 sebesar Rp15.062 per kilogram, naik 1,22 persen dibanding bulan sebelumnya. Harga beras medium mencapai Rp13.897 per kilogram, atau meningkat 1,48 persen.
Pada sisi produsen, Nilai Tukar Petani nasional Agustus 2026 berada pada 129,19, meningkat 1,05 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat 1,14 persen, lebih tinggi dibanding kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,09 persen.
Sikap DPN Elang Tiga Hambalang
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa stabilitas ekonomi harus dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, terkendalinya harga kebutuhan pokok dan terjaganya kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga merupakan bagian penting dari ukuran keberhasilan kebijakan ekonomi.
DPN ETH menilai kenaikan harga beras di tingkat penggilingan perlu terus dicermati agar tidak berkembang menjadi tekanan lebih besar terhadap konsumen. Namun, upaya menjaga keterjangkauan harga juga tidak boleh mengorbankan pendapatan petani.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma menilai pemerintah pusat bersama pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan stok, distribusi dan rantai pasok kebutuhan pokok, sekaligus memastikan tidak terjadi hambatan distribusi ataupun praktik yang dapat memperbesar disparitas harga.
Menurut DPN ETH, kebijakan pangan idealnya menjaga dua kepentingan secara bersamaan: masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga wajar, sementara petani tetap mendapatkan nilai ekonomi yang layak atas hasil produksinya.
DPN ETH juga mendorong pemerintah daerah meningkatkan pemantauan harga pasar secara berkala, memperkuat koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha pangan, serta melakukan intervensi yang terukur apabila ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar.
Organisasi menilai keterbukaan informasi mengenai stok dan harga pangan juga penting agar masyarakat tidak terdorong melakukan pembelian berlebihan akibat informasi yang tidak akurat.
Bagi DPN ETH, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Indikator ekonomi makro penting, tetapi keberhasilannya harus berjalan beriringan dengan terjaganya daya beli keluarga, keberlangsungan usaha rakyat, serta kesejahteraan petani sebagai produsen pangan nasional.
H. Safrizal
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang
Ganda Satria Dharma
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang





