Investasi Gorontalo Capai Rp5,3 Triliun, Ardiansyah Inde: Pastikan Rakyat Ikut Menikmati Hasilnya
ELANG TIGA GLOBAL NEWS — GORONTALO, Rabu, 4 November 2026 Realisasi investasi Provinsi Gorontalo hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp5,388 triliun. Capaian tersebut tumbuh 32,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan semakin mendekati target investasi daerah sepanjang 2026...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
ELANG TIGA GLOBAL NEWS — GORONTALO, Rabu, 4 November 2026
Realisasi investasi Provinsi Gorontalo hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp5,388 triliun. Capaian tersebut tumbuh 32,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan semakin mendekati target investasi daerah sepanjang 2026 sebesar Rp5,86 triliun.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Gorontalo yang dipublikasikan pada 2 November 2026, realisasi investasi pada Triwulan III saja mencapai Rp3,543 triliun atau tumbuh 136,85 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dari sisi sumber modal, investasi masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,459 triliun atau 97,62 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp84,339 miliar atau 2,38 persen.
Capaian ini menunjukkan aktivitas penanaman modal di Gorontalo terus berkembang. Namun, besarnya angka investasi perlu diikuti dengan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Ardiansyah Inde Dorong Investasi Berpihak kepada Masyarakat
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Gorontalo, Ardiansyah Inde, mendorong agar peningkatan investasi tidak hanya menjadi pencapaian statistik, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
ETH Gorontalo mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, mendorong investasi produktif, mengembangkan industri pengolahan, serta memperluas kesempatan kerja.
Menurut pandangan organisasi, pemerintah perlu memastikan setiap investasi yang masuk memiliki kontribusi nyata bagi daerah, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Investasi harus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan rakyat, bukan hanya keuntungan bagi pemilik modal.
Industri dan Sektor Unggulan Perlu Memberikan Dampak Nyata
Data DPMPTSP menunjukkan bahwa sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang terbesar investasi Triwulan III 2026 dengan nilai Rp1,511 triliun atau 42,64 persen.
Berikutnya, sektor jasa lainnya mencapai Rp1,224 triliun atau 34,55 persen. Sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan menyumbang Rp362,686 miliar atau 10,24 persen, sedangkan sektor pertambangan mencapai Rp306,556 miliar atau 8,65 persen.
Komposisi tersebut memperlihatkan besarnya peran sektor industri dalam mendorong investasi daerah. Di sisi lain, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan pertambangan juga perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar potensi ekonomi Gorontalo semakin kuat.
ETH Gorontalo mendorong agar investasi di sektor-sektor tersebut membuka ruang kemitraan dengan pelaku usaha lokal. UMKM dan tenaga kerja daerah harus memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan produksi, distribusi, maupun rantai pasok perusahaan.
Pemerataan Investasi Jangan Diabaikan
Peningkatan investasi juga perlu diikuti pemerataan antarkabupaten dan kota. Data DPMPTSP mencatat bahwa pada Triwulan III 2026, Kabupaten Bone Bolango memperoleh realisasi Rp73,631 miliar, Kabupaten Gorontalo Rp14,033 miliar, Kabupaten Gorontalo Utara Rp10,469 miliar, dan Kota Gorontalo Rp9,370 miliar.
Perbedaan capaian tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan investasi daerah. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota diharapkan memperkuat promosi potensi wilayah, memperbaiki infrastruktur pendukung, serta memberikan pelayanan perizinan yang transparan dan responsif.
ETH Gorontalo juga mendorong pengawasan terhadap pelaksanaan investasi agar tetap mematuhi ketentuan hukum, memperhatikan perlindungan lingkungan, serta menghormati hak-hak masyarakat.
Elang Tiga Hambalang Gorontalo menilai peningkatan investasi merupakan peluang penting untuk memperkuat ekonomi daerah dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Namun, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya modal yang masuk. Pemerintah juga perlu memperhatikan kualitas lapangan kerja, keterlibatan tenaga kerja lokal, pertumbuhan UMKM, peningkatan pendapatan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
ETH Gorontalo berharap capaian investasi sebesar Rp5,388 triliun hingga Triwulan III 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan ekonomi yang lebih merata.
Investasi yang berhasil adalah investasi yang menggerakkan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, memperkuat usaha masyarakat, dan menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat.
Sumber: DPMPTSP Provinsi Gorontalo, 2 November 2026 — Investasi Gorontalo Tumbuh 136,85 Persen pada Triwulan III 2026, Realisasi Capai Rp3,543 Triliun.
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





