EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Jelang TEI 2026, Kemendag Pacu Rotan dan Batik Tembus Pasar Global, ETH Dorong UMKM Daerah Siapkan “Paspor Ekspor”

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Dari Hambalang, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang Dorong Produk Unggulan Daerah Tak Sekadar Ikut Pameran, tetapi Siap Bertemu Buyer dan Menghasilkan Kontrak Ekspor HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — 5 September 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Dari Hambalang, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang Dorong Produk Unggulan Daerah Tak Sekadar Ikut Pameran, tetapi Siap Bertemu Buyer dan Menghasilkan Kontrak Ekspor

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — 5 September 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM dan pengusaha daerah meningkatkan kesiapan ekspor menjelang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, menyusul langkah Kementerian Perdagangan memperkuat kapasitas dan daya saing produk unggulan seperti rotan dan batik.

banner 468x60

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri pada 4 September 2026 meninjau Sentra Inovasi Rotan Reka Design di Desa Trangsan, Sukoharjo, serta sentra batik di Kampung Batik Laweyan dan Kauman, Surakarta. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kesiapan produk industri kreatif lokal menjelang TEI 2026.

Produk furnitur rotan dari Reka Design disebut telah menembus pasar Eropa dan Amerika, sementara sejumlah UMKM batik Laweyan dan Kauman telah membangun hubungan dagang berkelanjutan dengan buyer dari Asia Tenggara, Jepang hingga Eropa.

TEI 2025 Datangkan 8.045 Buyer

Kementerian Perdagangan mencatat Trade Expo Indonesia 2025 menghadirkan 8.045 buyer dari berbagai negara. Pemerintah menilai TEI memiliki posisi strategis sebagai pameran dagang terbesar Indonesia untuk mendorong ekspor nasional. ([Kementerian Perdagangan][1])

Menjelang pelaksanaan TEI 2026, Kemendag akan mengoptimalkan peran Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) serta memfasilitasi business matching dan business pitching agar pelaku usaha Indonesia terhubung langsung dengan calon pembeli internasional.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai kesempatan tersebut harus dimanfaatkan lebih serius oleh pengusaha daerah.

Keikutsertaan dalam pameran tidak cukup hanya dengan membawa produk. Pengusaha harus mengetahui siapa calon pembelinya, berapa kapasitas produksinya, bagaimana sistem pembayaran dan pengirimannya, serta apakah kualitas produk mampu dipertahankan ketika memperoleh pesanan dalam jumlah besar.

Rotan Membuktikan Produk Daerah Bisa Mendunia

Sentra rotan Trangsan menjadi salah satu contoh bagaimana industri lokal dapat mempunyai dampak luas terhadap perekonomian masyarakat.

Kemendag menyebut kegiatan usaha di kawasan tersebut merangkul ratusan perajin, menghasilkan lapangan kerja, menyerap bahan baku, dan menghadirkan produk dengan desain yang mampu memenuhi standar pasar internasional.

Asosiasi Pengusaha ETH memandang pola tersebut penting direplikasi pada sektor lain.

Daerah dengan produk kopi, kakao, makanan olahan, furnitur, fesyen, kerajinan, produk halal, hasil perikanan maupun industri kreatif harus mulai membangun ekosistem yang menghubungkan produsen kecil dengan pasar yang lebih besar.

Batik: Warisan Budaya Menjadi Komoditas Bernilai Tinggi

Batik juga menunjukkan bahwa produk berbasis budaya dapat berkembang menjadi komoditas ekspor.

Kemendag mencatat sejumlah UMKM di Laweyan dan Kauman aktif mengikuti TEI dan telah membangun kemitraan dagang dengan buyer internasional. Pelaku usaha di Surakarta juga terus melakukan inovasi, termasuk mengembangkan merek serta desain yang menyasar generasi konsumen lebih muda.

Bagi ETH, inovasi seperti ini penting.

Pengusaha harus mampu mempertahankan karakter lokal sekaligus menyesuaikan desain, kualitas, kemasan dan pemasaran dengan kebutuhan konsumen global.

ETH Dorong “Paspor Ekspor Pengusaha”

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan Program Paspor Ekspor ETH untuk mempersiapkan pengusaha sebelum mengikuti pameran atau business matching.

Program tersebut dapat mencakup:

  • pemeriksaan legalitas perusahaan;
  • pemetaan produk berpotensi ekspor;
  • katalog berbahasa Inggris;
  • profil perusahaan;
  • kapasitas produksi bulanan;
  • struktur harga ekspor;
  • informasi HS Code;
  • kesiapan sertifikasi;
  • desain dan kemasan;
  • kesiapan logistik;
  • serta daftar negara dan buyer sasaran.

Dengan sistem tersebut, UMKM tidak hanya datang membawa produk, tetapi datang sebagai perusahaan yang siap melakukan transaksi internasional.

Setiap Daerah Harus Punya Produk Unggulan Siap Ekspor

ETH mendorong jaringan pengusaha di berbagai wilayah mulai mengidentifikasi produk yang memiliki potensi pasar global.

Target awal dapat dibuat sederhana:

SATU DAERAH → SATU PRODUK UNGGULAN → SATU TARGET PASAR → SATU BUYER → SATU TRANSAKSI EKSPOR.

Pendekatan tersebut akan membuat program ekspor lebih terukur dibanding hanya mengandalkan kegiatan promosi.

Asosiasi Pengusaha ETH: UMKM Jangan Hanya Jadi Peserta Pameran

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menyatakan:

“UMKM daerah jangan hanya datang ke pameran sebagai peserta. Mereka harus datang membawa produk yang siap dibeli, kapasitas produksi yang jelas dan strategi tindak lanjut terhadap buyer. Organisasi pengusaha harus membantu sampai peluang pertemuan berubah menjadi transaksi.”

ETH menilai pendampingan setelah pameran sama pentingnya dengan persiapan sebelum pameran.

Banyak peluang bisnis dapat hilang karena komunikasi dengan calon pembeli tidak ditindaklanjuti, dokumen tidak siap atau perusahaan tidak mampu merespons permintaan dalam waktu cepat.

Perkuat Rantai Pasok agar Ekspor Berkelanjutan

Kemendag juga menekankan pentingnya kelancaran rantai pasok industri rotan. Ketersediaan bahan baku antarwilayah perlu saling mendukung agar reputasi dan keberlanjutan ekspor dapat dipertahankan.

Hal tersebut menjadi pelajaran bagi semua sektor ekspor.

Sebuah perusahaan mungkin berhasil mendapatkan buyer, tetapi kontrak sulit dipertahankan apabila bahan baku tidak tersedia, kualitas berubah atau jadwal pengiriman tidak konsisten.

Karena itu, ETH mendorong integrasi:

BAHAN BAKU → PRODUSEN → STANDARDISASI → PEMBIAYAAN → LOGISTIK → BUYER → EKSPOR BERKELANJUTAN.

Dari Hambalang Menuju Pasar Dunia

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang ingin mengambil peran sebagai penghubung antara pengusaha daerah dengan pemerintah, pembiayaan, perwakilan perdagangan dan pasar internasional.

TEI 2026 dapat menjadi salah satu momentum untuk membuktikan bahwa produk unggulan Indonesia tidak hanya mempunyai kualitas, tetapi juga mampu memasuki jaringan perdagangan global secara berkelanjutan.

ETH menegaskan:

“Produk daerah harus naik kelas. Pengusaha Indonesia harus berani memasuki pasar dunia, tetapi keberanian itu harus dibarengi kesiapan kualitas, kapasitas, administrasi, pembiayaan dan jaringan pasar.”

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
5 September 2026

ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG

“Produk Daerah Naik Kelas, Pengusaha Indonesia Tembus Pasar Dunia.”

banner 336x280