EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

Karhutla Ganggu Pendidikan, Pemerintah Minta Daerah Optimalkan PJJ, Satuan Mahasiswa ETH: Keselamatan Pelajar Harus Utama, Kampus dan Mahasiswa Harus Turun Membantu

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

**JAKARTA, 29 Agustus 2026** — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mulai berdampak terhadap kegiatan pendidikan. Pemerintah meminta daerah yang terdampak karhutla mengoptimalkan **Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)** apabila kondisi lingkungan membahayakan keselamatan peserta...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

**JAKARTA, 29 Agustus 2026** — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mulai berdampak terhadap kegiatan pendidikan. Pemerintah meminta daerah yang terdampak karhutla mengoptimalkan **Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)** apabila kondisi lingkungan membahayakan keselamatan peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah **Abdul Mu’ti** pada Kamis, 27 Agustus 2026, mengatakan keselamatan murid harus menjadi prioritas. Pemerintah telah memiliki surat edaran terkait penyelenggaraan pendidikan ketika terjadi karhutla, sementara sejumlah pemerintah daerah terdampak juga telah mengeluarkan kebijakan agar pembelajaran sementara dapat dilakukan melalui PJJ. ([Antara News][1])

banner 468x60

Perkembangan tersebut mendapat perhatian **Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang (ETH)**. Ketua Umum Satuan Mahasiswa ETH, **Reza Prasatria Dharma**, mendorong mahasiswa dan perguruan tinggi ikut mengambil peran dalam membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla.

**“Keselamatan pelajar harus ditempatkan di atas kepentingan untuk mempertahankan kegiatan belajar secara normal. Jika kualitas udara membahayakan, pembelajaran dapat disesuaikan. Tetapi negara juga harus memastikan PJJ tidak membuat anak-anak kehilangan hak memperoleh pendidikan,”** kata Reza dalam draf pernyataan Satuan Mahasiswa ETH, Sabtu (29/8/2026).

### Keselamatan Murid Menjadi Prioritas

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa daerah terdampak dapat memanfaatkan sarana yang dimiliki untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Kebijakan tersebut menjadi penting ketika kondisi akibat karhutla berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan peserta didik. ([Antara News][1])

[Laporan ANTARA mengenai kebijakan PJJ di wilayah terdampak karhutla](https://www.antaranews.com/berita/5713083/mendikdasmen-minta-pemda-terdampak-karhutla-optimalkan-sarana-pjj?utm_source=chatgpt.com)

Satuan Mahasiswa ETH menilai keputusan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka seharusnya didasarkan pada kondisi objektif di daerah masing-masing, termasuk kualitas udara dan rekomendasi instansi berwenang.

**“Jangan menunggu banyak pelajar mengalami gangguan kesehatan. Ketika indikator keselamatan menunjukkan risiko, pemerintah daerah harus berani mengambil langkah pencegahan,”** ujar Reza.

### PJJ Jangan Memunculkan Ketimpangan Baru

Satuan Mahasiswa ETH mengingatkan bahwa pelaksanaan PJJ mempunyai tantangan tersendiri.

Tidak semua keluarga memiliki perangkat digital, koneksi internet yang stabil maupun lingkungan rumah yang mendukung kegiatan belajar. Kondisi tersebut khususnya perlu diperhatikan di daerah terpencil dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Menurut Reza, kebijakan PJJ harus disertai solusi terhadap persoalan akses.

**“Jangan sampai anak yang mempunyai laptop dan internet tetap dapat belajar, sementara anak dari keluarga kurang mampu tertinggal. Dalam situasi bencana, pendidikan harus tetap menjangkau semuanya,”** katanya.

### Kampus Bisa Membantu

Satuan Mahasiswa ETH menilai perguruan tinggi mempunyai sumber daya yang dapat digunakan untuk membantu daerah terdampak.

Kampus dapat berkontribusi melalui penelitian kualitas udara, teknologi pemantauan titik api, kajian kesehatan masyarakat, pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh hingga pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa juga dapat terlibat dalam kegiatan edukasi lingkungan, pendampingan belajar, distribusi informasi resmi dan kegiatan kemanusiaan yang dikoordinasikan dengan lembaga berwenang.

**“Kampus jangan menjadi menara yang terpisah dari persoalan masyarakat. Ilmu pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi harus hadir ketika masyarakat menghadapi masalah nyata,”** ujar Reza.

### Karhutla Harus Dicegah dari Hulu

Menurut Satuan Mahasiswa ETH, pembelajaran jarak jauh hanyalah salah satu bentuk mitigasi dampak. Persoalan utamanya tetap bagaimana kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah.

Karena itu, pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat deteksi dini, patroli, edukasi masyarakat serta penegakan hukum terhadap pembakaran yang terbukti melanggar ketentuan.

Mahasiswa juga diminta berhati-hati dalam menyampaikan tuduhan mengenai penyebab suatu kebakaran.

**“Mahasiswa harus kritis terhadap kerusakan lingkungan, tetapi kritik harus berbasis bukti. Kalau ditemukan dugaan pelanggaran, dokumentasikan dan laporkan kepada instansi berwenang. Jangan membuat tuduhan tanpa verifikasi,”** kata Reza.

### Pendidikan dan Lingkungan Tidak Bisa Dipisahkan

Satuan Mahasiswa ETH menilai gangguan pendidikan akibat karhutla menunjukkan hubungan langsung antara perlindungan lingkungan dan pembangunan sumber daya manusia.

Ketika lingkungan rusak, dampaknya dapat masuk ke ruang kelas melalui gangguan kesehatan, penghentian kegiatan belajar, kesulitan transportasi dan berbagai persoalan sosial lainnya.

Karena itu, isu lingkungan seharusnya menjadi perhatian gerakan mahasiswa lintas disiplin.

Mahasiswa kehutanan, pertanian, kesehatan, teknik, hukum, ekonomi, komunikasi maupun teknologi dapat memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuannya.

### Mahasiswa Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Satuan Mahasiswa ETH mendorong organisasi mahasiswa di berbagai daerah membangun gerakan lingkungan yang tidak berhenti pada kampanye.

Kegiatan dapat diarahkan pada penelitian, edukasi masyarakat, penghijauan, pemetaan risiko, pengawasan kebijakan serta inovasi teknologi.

**“Gerakan mahasiswa yang kuat bukan hanya mampu menunjukkan apa yang salah. Mahasiswa juga harus mampu menawarkan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya,”** ujar Reza.

### Jangan Biarkan Asap Merampas Hak Belajar

Satuan Mahasiswa Elang Tiga Hambalang berharap penanganan karhutla dilakukan secara terpadu sehingga dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat dapat ditekan.

**“Anak-anak mempunyai hak menghirup udara yang sehat dan memperoleh pendidikan yang layak. Jangan biarkan asap merampas keduanya. Pemerintah harus bergerak, kampus harus berkontribusi dan mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi,”** pungkas Reza.

banner 336x280