EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah

Kasus ISPA tembus 500 per hari, Muflihun minta perlindungan kesehatan warga Pekanbaru diperkuat

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

PEKANBARU — Kamis, 3 September 2026, Kabut asap masih mengancam kesehatan masyarakat Kota Pekanbaru. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA disebut telah mencapai sekitar 500 kasus per hari. Kondisi tersebut terjadi meskipun titik panas di...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

PEKANBARU — Kamis, 3 September 2026, Kabut asap masih mengancam kesehatan masyarakat Kota Pekanbaru. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA disebut telah mencapai sekitar 500 kasus per hari.

Kondisi tersebut terjadi meskipun titik panas di wilayah Kota Pekanbaru dilaporkan nihil. Kabut asap yang menyelimuti kota diduga merupakan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah sekitar. Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan asap membutuhkan koordinasi lintas wilayah.

banner 468x60


Peningkatan gangguan pernapasan perlu ditangani secara serius, terutama karena anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan merupakan kelompok paling rentan. Pemerintah dan fasilitas kesehatan perlu memastikan ketersediaan layanan pemeriksaan, obat-obatan, masker, serta informasi mengenai kualitas udara.

Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru, Muflihun, S.STP., M.A.P., menyampaikan bahwa kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama selama kabut asap masih berlangsung.

“Angka sekitar 500 kasus ISPA per hari merupakan peringatan serius. Pemerintah harus memastikan seluruh puskesmas siap melayani masyarakat, menyediakan masker, dan menyampaikan informasi kualitas udara secara terbuka serta berkala,” kata Muflihun dalam pernyataannya.

Menurutnya, perlindungan khusus juga perlu diberikan kepada pelajar dan kelompok rentan. Kebijakan kegiatan belajar harus menyesuaikan kondisi kualitas udara berdasarkan pengukuran resmi, bukan hanya berdasarkan pengamatan visual.

“Apabila kualitas udara kembali memburuk, kegiatan masyarakat di luar ruangan harus dibatasi. Sekolah juga perlu memperoleh petunjuk yang jelas agar keselamatan anak-anak tidak dipertaruhkan,” lanjutnya.

Muflihun meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten di sekitar Pekanbaru, aparat penegak hukum, dan instansi penanggulangan bencana untuk mempercepat pemadaman serta mencegah munculnya kebakaran baru.

Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota Elang Tiga Hambalang Pekanbaru juga mengajak masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika udara memburuk, menggunakan masker, menutup sumber masuknya asap ke dalam rumah, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk, sesak napas, atau keluhan kesehatan lainnya.

Muflihun menegaskan bahwa penanganan kabut asap tidak boleh berhenti setelah kualitas udara membaik sementara. Pengawasan lahan rawan terbakar dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran harus dilakukan secara konsisten agar bencana serupa tidak terus berulang.

banner 336x280