Kemendag–Tokopedia Siapkan Kanal Khusus UMKM, ETH Dorong Produk Lokal Tak Sekadar Tampil tapi Naik Penjualan
Dari Hambalang, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang Dorong UMKM Kuasai Marketplace, Data Penjualan, Promosi Digital, dan Logistik agar Produk Daerah Naik Kelas HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — 3 September 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai rencana Kementerian...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Dari Hambalang, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang Dorong UMKM Kuasai Marketplace, Data Penjualan, Promosi Digital, dan Logistik agar Produk Daerah Naik Kelas
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — 3 September 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai rencana Kementerian Perdagangan bersama Tokopedia/TikTok Shop membuka ruang khusus bagi produk UMKM harus dimanfaatkan sebagai momentum meningkatkan transaksi, memperluas pasar, serta memperkuat kemampuan pengusaha lokal mengelola bisnis digital.
Menteri Perdagangan Budi Santoso pada 1 September 2026 menerima Executive Director Tokopedia TikTok Shop Stephanie Susilo. Pertemuan tersebut membahas inisiatif pemberdayaan UMKM melalui program #WaktunyaSTART #JualanNyaman dalam rangka Hari Batik.
Menurut Kementerian Perdagangan, program tersebut direncanakan memberikan kanal khusus pada antarmuka Tokopedia kepada UMKM, khususnya UMKM Product Placement Pilihan Busan, guna meningkatkan visibilitas produk lokal terpilih binaan Kemendag.
Ruang Tampil Harus Berujung Transaksi
Asosiasi Pengusaha ETH memandang peningkatan visibilitas merupakan langkah penting, tetapi keberhasilan UMKM di marketplace tidak cukup diukur dari banyaknya produk yang tampil.
Pengusaha harus mampu mengubah kunjungan konsumen menjadi transaksi.
Artinya, pelaku UMKM membutuhkan katalog produk yang menarik, foto profesional, informasi yang lengkap, harga kompetitif, pelayanan cepat, pengelolaan ulasan konsumen serta kemampuan memastikan barang sampai tepat waktu.
ETH menilai digitalisasi harus diarahkan pada hasil ekonomi yang terukur.
TAMPIL → DIKUNJUNGI → TRANSAKSI → PEMBELIAN ULANG → USAHA NAIK KELAS
Harbolnas 2025 Catat Rp36,4 Triliun
Potensi perdagangan digital Indonesia juga tercermin dari pelaksanaan Hari Belanja Online Nasional.
Kementerian Perdagangan mencatat total penjualan Harbolnas 2025 mencapai Rp36,4 triliun, meningkat sekitar 17 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp31,2 triliun.
Produk lokal menyumbang sekitar Rp16,6 triliun atau 45 persen dari keseluruhan transaksi tersebut.
Harbolnas 2026 dijadwalkan berlangsung 10–16 Desember 2026, dengan target pertumbuhan transaksi sekitar 5–10 persen dibandingkan tahun lalu.
Bagi Asosiasi Pengusaha ETH, besarnya nilai transaksi perdagangan elektronik tersebut menunjukkan bahwa marketplace telah menjadi pasar strategis bagi pengusaha Indonesia.
Harbolnas Diperluas ke Jasa Digital
Harbolnas tahun ini juga mengalami perluasan penting.
Kemendag menyebut cakupannya tidak lagi hanya promosi barang, tetapi juga produk dan layanan jasa, termasuk akomodasi serta tiket transportasi. Ekosistem yang dilibatkan dapat mencakup marketplace, Online Travel Agent, ride-hailing hingga social commerce. Kebijakan tersebut merupakan bagian implementasi Permendag Nomor 19 Tahun 2026 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.
Hal ini memperbesar peluang bagi anggota asosiasi yang bergerak di luar penjualan barang fisik.
Pelaku pariwisata, hotel, transportasi, ekonomi kreatif, kuliner dan berbagai perusahaan jasa juga dapat memanfaatkan pertumbuhan perdagangan digital.
ETH Dorong “Marketplace Accelerator”
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Marketplace Accelerator sebagai program pendampingan anggota.
Program tersebut dapat mencakup:
- audit toko marketplace;
- pembuatan foto dan katalog produk;
- optimasi judul dan deskripsi produk;
- strategi harga dan promosi;
- penggunaan iklan digital;
- manajemen stok dan logistik;
- pengelolaan pelayanan pelanggan;
- analisis data transaksi;
- serta strategi membangun pelanggan tetap.
ETH menilai pendekatan ini lebih bermanfaat daripada hanya meminta pengusaha membuka akun marketplace.
Targetnya adalah meningkatkan penjualan dan profitabilitas.
Data Penjualan Harus Dipakai untuk Mengembangkan Bisnis
Salah satu keuntungan perdagangan digital adalah tersedianya data.
Pengusaha dapat mengetahui produk yang paling banyak dikunjungi, wilayah konsumen, tingkat konversi, produk terlaris, efektivitas diskon hingga waktu transaksi paling tinggi.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan produksi dan strategi pemasaran.
ETH mendorong pengusaha mulai menggunakan prinsip:
DATA → KEPUTUSAN BISNIS → PRODUK YANG TEPAT → PENJUALAN MENINGKAT.
Data transaksi juga dapat mendukung pembukuan dan meningkatkan kesiapan perusahaan ketika membutuhkan pembiayaan.
ETH: UMKM Harus Menguasai Pasar Digital
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menyatakan:
“UMKM membutuhkan bukan hanya ruang tampil di marketplace, tetapi kemampuan mengubah kunjungan menjadi transaksi dan transaksi menjadi pelanggan tetap. Digitalisasi harus memberikan peningkatan omzet, produktivitas dan daya saing kepada pengusaha.”
ETH mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, marketplace dan asosiasi pengusaha agar program pendampingan tidak berhenti pada pelatihan dasar.
Pengusaha perlu dibimbing hingga mempunyai indikator hasil yang konkret seperti peningkatan penjualan, jumlah pelanggan dan jangkauan pasar.
Siapkan Anggota Menuju Harbolnas 2026
Dengan Harbolnas yang masih sekitar tiga bulan lagi, Asosiasi Pengusaha ETH dapat mulai mempersiapkan anggota sejak September.
Persiapannya dapat dibuat bertahap:
SEPTEMBER — kurasi produk dan perbaikan toko
OKTOBER — peningkatan konten dan promosi
NOVEMBER — penguatan stok serta logistik
DESEMBER — kampanye penjualan Harbolnas
Pendekatan seperti ini membuat momentum perdagangan digital dapat dipersiapkan secara profesional.
Dari Hambalang, Produk Daerah Menuju Pasar Nasional
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang melihat perdagangan digital sebagai sarana memperpendek jarak antara pengusaha daerah dan konsumen nasional.
Sebuah usaha di kabupaten tidak lagi harus membuka toko fisik di Jakarta untuk menjual produk ke seluruh Indonesia.
Yang dibutuhkan adalah kualitas produk, kemampuan pemasaran, logistik, teknologi dan pelayanan konsumen.
ETH menegaskan:
“Produk daerah harus memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara nasional. Marketplace membuka pintu itu, dan tugas organisasi pengusaha adalah membantu anggotanya siap masuk serta memenangkan pasar.”
Dari Hambalang, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembangunan ekosistem yang menghubungkan UMKM → teknologi → marketplace → logistik → pembiayaan → konsumen nasional, sehingga digitalisasi benar-benar menjadi mesin pertumbuhan usaha.
ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
“Produk Lokal Naik Kelas, Pasar Digital Dikuasai, Pengusaha Indonesia Maju.”





