Kementan perkuat Brigade Pangan, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: petani harus naik kelas jadi pengelola usaha modern
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Sabtu, 19 September 2026. Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memperkuat kemampuan pengelola Brigade Pangan dalam manajemen usaha tani padi sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme, produktivitas, dan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Sabtu, 19 September 2026. Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memperkuat kemampuan pengelola Brigade Pangan dalam manajemen usaha tani padi sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme, produktivitas, dan keberlanjutan produksi pangan nasional. Program penguatan terbaru itu diberitakan BPPSDMP pada 17 September 2026. �
BPPSDMP +1
Langkah tersebut mendapat perhatian Satuan Petani Elang Tiga Hambalang. Organisasi itu menilai modernisasi pertanian perlu menghasilkan perubahan nyata bagi petani, bukan sekadar menghadirkan alat dan mesin pertanian di lapangan.
“Petani harus naik kelas. Bukan hanya mampu menanam dan memanen, tetapi juga memahami manajemen usaha, menghitung biaya produksi, mengelola alat pertanian, membangun kemitraan, dan mengetahui keuntungan yang diperoleh dari setiap musim tanam,” demikian pernyataan Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.
73 pengelola Brigade Pangan diperkuat
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Bogor, sebanyak 73 pengelola Brigade Pangan mengikuti penguatan kapasitas manajemen usaha tani padi. Kementerian Pertanian menempatkan peningkatan kompetensi, kemampuan manajerial, dan kepemimpinan sebagai bagian penting untuk membuat pengelolaan usaha tani semakin profesional dan produktif. �
BPPSDMP +1
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan penguatan sumber daya manusia pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. �
BPPSDMP
Konsep Brigade Pangan sendiri tidak hanya diarahkan pada kegiatan budidaya. Dokumen strategis BPPSDMP menggambarkan model tersebut sebagai skema usaha tani yang menggabungkan sarana produksi, pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern, serta pengelolaan budidaya pada lahan optimalisasi maupun Cetak Sawah Rakyat. �
PPID Kementan
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang minta hasilnya diukur
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai pelatihan dan pendampingan perlu mempunyai indikator keberhasilan yang dapat diperiksa setelah kegiatan selesai.
Ukuran tersebut antara lain peningkatan produktivitas padi, efisiensi biaya produksi, optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian, peningkatan frekuensi tanam serta pertumbuhan pendapatan anggota Brigade Pangan.
“Pelatihan harus menghasilkan perubahan yang bisa diukur. Setelah petani mendapatkan pembekalan, harus dilihat apakah biaya produksinya turun, produktivitas meningkat dan pendapatan petani bertambah.”
Pendekatan tersebut sejalan dengan pola pendampingan Brigade Pangan yang mencakup penguatan organisasi, pengelolaan usaha alsintan, pembangunan kepercayaan petani, pengembangan usaha budidaya padi, pencatatan usaha tani hingga penguatan jejaring dan kemandirian usaha. �
BBPP Ketindan
Teknologi harus menguntungkan petani
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang juga menekankan bahwa mekanisasi tidak seharusnya berhenti pada penyerahan traktor, rice transplanter, pompa ataupun alat lainnya.
Alat pertanian perlu dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan tata kelola yang jelas sehingga benar-benar dapat mengurangi biaya serta mempercepat proses produksi.
BPPSDMP sebelumnya menjelaskan bahwa konsolidasi lahan melalui Brigade Pangan dapat membuat penggunaan alat dan mesin pertanian lebih efisien, menekan biaya produksi dan mempercepat waktu tanam. �
BPPSDMP
Karena itu, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta penyuluh pertanian, pemerintah daerah dan pengelola Brigade Pangan terus melakukan pendampingan setelah program pelatihan selesai.
“Pertanian modern harus berujung pada petani yang semakin mandiri dan sejahtera. Teknologi adalah alatnya, tetapi petani tetap harus menjadi penerima manfaat utama.”
Sumber: BPPSDMP Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang
Sumber resmi BPPSDMP Kementerian Pertanian�





