EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Musim tanam 425 hektare sawah dimulai, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: kebutuhan air harus dipastikan sampai panen

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Pemkab Bangka menyalurkan 10 pompa air dan membangun tiga embung untuk menjaga musim tanam tetap berjalan di tengah kemarau HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 6 September 2026, Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memastikan musim tanam padi...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Pemkab Bangka menyalurkan 10 pompa air dan membangun tiga embung untuk menjaga musim tanam tetap berjalan di tengah kemarau

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Minggu, 6 September 2026, Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memastikan musim tanam padi sawah tahun 2026 tetap berjalan sesuai jadwal meskipun berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.

banner 468x60

Petani mulai memasuki musim tanam pada September 2026. Seluruh kegiatan penanaman diperkirakan berlangsung selama tiga bulan dan ditargetkan selesai paling lambat pada Desember 2026.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, M. Imran, menjelaskan bahwa luas tambah tanam padi sawah pada 2026 tercatat mencapai 425 hektare.

Lahan tersebut tersebar di sejumlah sentra pertanian, antara lain Desa Kemuja, Desa Petaling dan Desa Rukem. Petani setempat dapat melaksanakan musim tanam sebanyak dua hingga tiga kali dalam satu tahun.

Satuan Petani ETH ingatkan kebutuhan air

Menanggapi dimulainya musim tanam tersebut, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai kepastian ketersediaan air harus menjadi prioritas selama masa tanam hingga panen.

Dalam pernyataannya, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menyampaikan:

“Ketepatan jadwal tanam harus disertai jaminan ketersediaan air. Jangan sampai petani sudah mengeluarkan biaya untuk mengolah lahan, membeli benih dan menanam, tetapi kemudian menghadapi kekurangan air di tengah perjalanan.”

Satuan Petani ETH menilai pengaturan penggunaan pompa perlu dilakukan secara terbuka dan adil. Setiap kelompok tani harus memperoleh jadwal yang jelas berdasarkan luas lahan serta tingkat kebutuhan air.

Sepuluh pompa digunakan secara bergiliran

Untuk mengantisipasi kekurangan air selama musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Bangka telah menyalurkan bantuan sebanyak 10 mesin pompa kepada petani.

Karena jumlahnya masih terbatas, pompa tersebut digunakan secara bergiliran. Sementara itu, wilayah persawahan yang memerlukan pasokan air tergolong cukup luas.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang meminta pemerintah memastikan tersedianya bahan bakar, operator dan biaya perawatan pompa. Bantuan mesin dinilai tidak akan berfungsi maksimal jika kebutuhan operasionalnya dibebankan sepenuhnya kepada petani.

“Bantuan pompa harus dipastikan siap digunakan, bukan hanya diserahkan secara administratif. Pemerintah juga perlu memantau distribusi air supaya seluruh petani memperoleh manfaat secara merata,” demikian draf pernyataan Satuan Petani ETH.

Tiga embung ditargetkan selesai Oktober

Selain menyalurkan pompa, pemerintah membangun tiga embung sebagai penyangga sumber air pertanian. Pembangunan yang menggunakan anggaran dari APBN tersebut dijadwalkan selesai pada Oktober 2026.

Satuan Petani ETH berharap pembangunan embung dilaksanakan tepat waktu serta memperhatikan kapasitas penyimpanan, jaringan penyaluran air dan kemudahan akses bagi petani.

Organisasi tersebut juga meminta masyarakat dan kelompok tani dilibatkan dalam pengawasan pembangunan serta pengelolaan embung setelah proyek selesai.

Produktivitas padi masih perlu ditingkatkan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025, produktivitas padi sawah di Kabupaten Bangka berada pada kisaran 2,67 ton per hektare.

Menurut Satuan Petani ETH, peningkatan hasil panen memerlukan dukungan yang lebih luas daripada sekadar perluasan area tanam. Petani juga membutuhkan benih bermutu, pupuk tepat waktu, pengendalian hama, penyuluhan serta alat dan mesin pertanian.

Kepastian harga dan penyerapan gabah setelah panen juga harus dipersiapkan agar peningkatan produksi memberikan manfaat ekonomi kepada petani.

“Keberhasilan program harus diukur dari hasil panen dan peningkatan pendapatan petani. Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berharap 425 hektare sawah tersebut mampu memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.”

Pemerintah daerah diharapkan melakukan pemantauan berkala terhadap ketersediaan air dan pertumbuhan tanaman. Respons cepat diperlukan apabila ditemukan kekeringan, serangan hama atau kendala distribusi sarana produksi.

Sumber fakta: ANTARA Bangka Belitung, 2 September 2026⁠�

banner 336x280