EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Pabrik BYD Subang resmi beroperasi, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang: pengusaha lokal harus masuk rantai pasok

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang — Jumat, 4 September 2026, PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan fasilitas produksi kendaraan listrik di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pabrik bernilai investasi sekitar Rp11,7 triliun tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam penguatan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang — Jumat, 4 September 2026, PT BYD Motor Indonesia resmi mengoperasikan fasilitas produksi kendaraan listrik di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pabrik bernilai investasi sekitar Rp11,7 triliun tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Fasilitas yang dikelola PT BYD Auto Indonesia itu diresmikan pada Kamis, 3 September 2026. Pabrik dibangun di atas lahan sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 kendaraan per tahun.

banner 468x60

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut kehadiran fasilitas BYD menandai masuknya salah satu produsen kendaraan listrik terbesar dunia ke dalam rantai produksi otomotif Indonesia. Investasi tersebut juga dinilai mendukung hilirisasi industri dan transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih.

Proses produksi di pabrik Subang dilaksanakan secara terpadu, mulai dari pencetakan komponen atau stamping, pengelasan, pengecatan, hingga perakitan kendaraan.

Pada tahap awal operasional, fasilitas tersebut memproduksi kendaraan jenis plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) BYD M6 DM. Pabrik juga disiapkan untuk memproduksi berbagai model kendaraan BYD lainnya.
Pabrik BYD Subang saat ini dilaporkan telah mempekerjakan lebih dari 5.000 tenaga kerja Indonesia. Dalam pengembangan berikutnya, fasilitas itu ditargetkan dapat menyerap hingga 20.000 pekerja.

Menanggapi peresmian tersebut, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mengapresiasi masuknya investasi industri kendaraan listrik ke Indonesia. Organisasi itu menilai investasi besar harus memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan pengusaha nasional dan perekonomian masyarakat sekitar.

“Kehadiran pabrik BYD merupakan peluang besar bagi perkembangan industri otomotif nasional. Namun, manfaat investasi harus dirasakan pengusaha lokal melalui kemitraan yang nyata, bukan sekadar menjadikan Indonesia sebagai lokasi produksi dan pasar kendaraan,” demikian pernyataan Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang.

Menurut organisasi tersebut, perusahaan lokal berpeluang menjadi pemasok komponen, material, perangkat elektronik, jasa logistik, makanan pekerja, seragam, keamanan, pemeliharaan fasilitas, hingga berbagai kebutuhan operasional pabrik.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah dan manajemen BYD menyediakan mekanisme kemitraan yang terbuka bagi pelaku usaha nasional, termasuk UMKM di Kabupaten Subang dan wilayah Jawa Barat.

“Pemerintah perlu memastikan adanya alih teknologi, penguatan penggunaan produk dalam negeri, pelatihan tenaga kerja, serta kesempatan yang adil bagi UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok. Investasi harus menciptakan pengusaha baru dan meningkatkan kemampuan industri nasional,” lanjut pernyataan tersebut.

Organisasi itu juga meminta agar pencapaian tingkat komponen dalam negeri tidak hanya dipenuhi secara administratif. Penggunaan komponen lokal harus benar-benar memperkuat produsen nasional dan meningkatkan kemampuan perusahaan Indonesia dalam menghasilkan produk berstandar internasional.

Selain itu, pengembangan industri baterai dan fasilitas perakitan kendaraan listrik perlu disertai perlindungan lingkungan. Pengelolaan limbah industri, pemakaian energi, keselamatan kerja, serta dampak terhadap masyarakat sekitar harus diawasi secara konsisten.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menekankan pentingnya perlindungan tenaga kerja. Pertumbuhan produksi harus berjalan bersama kepastian kontrak, jaminan sosial, standar keselamatan, peningkatan keterampilan, dan kesempatan jenjang karier bagi pekerja Indonesia.

Pemerintah pusat dan daerah juga diminta menyiapkan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri kendaraan listrik. Kolaborasi antara perusahaan, sekolah kejuruan, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan diperlukan agar tenaga kerja lokal tidak hanya ditempatkan pada pekerjaan dasar, tetapi juga menguasai teknologi produksi.

Keberadaan pabrik BYD di Subang diharapkan tidak menjadi investasi yang berdiri sendiri. Industri tersebut harus menjadi pusat pertumbuhan baru yang melahirkan pemasok lokal, membuka lapangan kerja berkualitas, memperkuat kegiatan riset, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri kendaraan listrik di Asia Tenggara.

banner 336x280