EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Pembiayaan Hijau Makin Penting, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong IKM Siap Hadapi Standar Usaha Berkelanjutan

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Dari Hambalang, ETH Dorong Pengusaha Tingkatkan Efisiensi, Tata Kelola, dan Dokumentasi Agar Lebih Mudah Masuk Rantai Pasok serta Mengakses Pembiayaan HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — 30 Agustus 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pelaku industri kecil dan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Dari Hambalang, ETH Dorong Pengusaha Tingkatkan Efisiensi, Tata Kelola, dan Dokumentasi Agar Lebih Mudah Masuk Rantai Pasok serta Mengakses Pembiayaan

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — 30 Agustus 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pelaku industri kecil dan menengah di Indonesia mulai mempersiapkan usahanya menghadapi perubahan standar pasar dan pembiayaan yang semakin mempertimbangkan aspek keberlanjutan.

Isu ini menjadi sangat aktual setelah Kementerian Perindustrian pada 30 Agustus 2026 menegaskan percepatan transformasi industri berkelanjutan tidak hanya ditujukan kepada perusahaan besar, tetapi juga kepada IKM. Kemenperin menyebut tuntutan pasar global terhadap keberlanjutan dan ketertelusuran proses produksi semakin penting, termasuk bagi IKM yang menjadi bagian dari rantai pasok nasional maupun global.

banner 468x60

4,45 Juta IKM Harus Ikut Bertransformasi

Kementerian Perindustrian memperkirakan terdapat sekitar 4,45 juta unit IKM, atau sekitar 99,79 persen dari seluruh unit usaha industri di Indonesia. Karena skala tersebut sangat besar, transformasi industri nasional menuju pola yang lebih berkelanjutan dinilai tidak mungkin berjalan tanpa melibatkan IKM.

Bagi pengusaha, perkembangan ini memiliki konsekuensi langsung.

Kemampuan menghasilkan produk berkualitas tetap penting, tetapi perusahaan juga semakin dituntut menunjukkan bagaimana produk tersebut dibuat, bagaimana energi digunakan, bagaimana limbah dikelola, serta bagaimana tata kelola dan dokumentasi perusahaan dijalankan.

Pembiayaan Juga Mulai Melihat Aspek Keberlanjutan

Kemenperin menyatakan berbagai lembaga pembiayaan semakin mengembangkan instrumen yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam penyaluran pembiayaan. Karena itu, pemahaman terhadap Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) menjadi semakin relevan bagi pengusaha.

Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan bahwa TKBI merupakan panduan klasifikasi aktivitas ekonomi berkelanjutan yang digunakan untuk meningkatkan alokasi modal dan pembiayaan menuju kegiatan ekonomi berkelanjutan. TKBI versi 3 juga dirancang agar dapat digunakan oleh berbagai skala pelaku, termasuk korporasi dan UMKM.

Artinya, pengusaha yang lebih siap dalam aspek keberlanjutan berpotensi mempunyai posisi lebih baik ketika berhadapan dengan pembeli besar, investor, lembaga keuangan, maupun rantai pasok global.

Usaha Hijau Bukan Sekadar Isu Lingkungan

Bagi pengusaha kecil, konsep industri hijau tidak harus dimulai dengan investasi teknologi bernilai besar.

Kemenperin menyebut transformasi dapat dilakukan secara bertahap melalui langkah-langkah seperti:

  • meningkatkan efisiensi penggunaan energi;
  • menghemat bahan baku dan sumber daya;
  • mengelola limbah dengan lebih baik;
  • menggunakan bahan yang lebih berkelanjutan;
  • memperkuat tata kelola perusahaan;
  • serta melakukan pencatatan dan dokumentasi praktik usaha.

Pendekatan tersebut justru dapat membantu perusahaan menekan pemborosan sekaligus meningkatkan produktivitas.

ETH Dorong “Program Pengusaha Hijau Siap Pembiayaan”

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang dapat mengambil peran dengan membangun Program Pengusaha Hijau Siap Pembiayaan ETH.

Program tersebut dapat membantu anggota melakukan pemeriksaan sederhana terhadap kondisi perusahaan, termasuk penggunaan listrik dan bahan bakar, pengelolaan bahan baku, limbah produksi, pembukuan, legalitas, standar operasional dan dokumentasi.

Pengusaha yang telah melakukan perbaikan kemudian dapat dipersiapkan untuk mengikuti program pembiayaan, kemitraan industri maupun rantai pasok perusahaan besar.

Kemenperin Sudah Menyiapkan Pedoman IKM Hijau

Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA telah menyusun Buku Program Pemberdayaan IKM Hijau dan Buku Saku Pedoman Aktivitas Transformasi IKM Hijau.

Pedoman tersebut dimaksudkan agar prinsip keberlanjutan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata sesuai karakteristik dan kemampuan masing-masing usaha.

Hal ini dapat dimanfaatkan organisasi pengusaha sebagai bahan pendampingan bagi anggotanya.

ETH Bisa Menjadi Penghubung Pengusaha dengan Bank dan Teknologi

Transformasi menuju usaha berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, pengusaha, akademisi, penyedia teknologi dan asosiasi.

Kemenperin secara eksplisit menyebut organisasi asosiasi sebagai salah satu bagian yang diperlukan dalam membangun ekosistem pendukung bagi transformasi IKM.

Ini membuka ruang bagi Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang untuk mengambil peran konkret melalui:

pengusaha → asesmen usaha → pendampingan → teknologi → pembiayaan → pasar.

ETH dapat mempertemukan anggota dengan bank, perusahaan pembiayaan, penyedia mesin hemat energi, konsultan produksi, perusahaan besar, dan calon pembeli.

Pernyataan Asosiasi Pengusaha ETH**

“Pengusaha Indonesia tidak boleh menunggu sampai standar keberlanjutan menjadi hambatan untuk mendapatkan pasar atau pembiayaan. Kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang agar usaha semakin efisien, produktif, dipercaya lembaga keuangan dan mampu masuk ke rantai pasok nasional maupun global.”

Dari Hambalang, Dorong Pengusaha Lebih Kompetitif

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang transformasi berkelanjutan seharusnya tidak menjadi beban baru bagi UMKM dan IKM.

Sebaliknya, penerapan yang dilakukan secara bertahap dapat menjadi investasi untuk mengurangi biaya, meningkatkan kualitas perusahaan dan memperbesar kesempatan memperoleh pembiayaan serta pasar.

penutup sikap organisasi:

“Dari Hambalang, kami ingin membantu pengusaha Indonesia tumbuh dengan cara yang semakin efisien, modern dan berkelanjutan. Pengusaha kuat harus mempunyai akses modal, teknologi dan pasar yang semakin luas.”

Dengan semakin kuatnya perhatian pasar dan sektor keuangan terhadap aspek keberlanjutan, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memiliki peluang untuk membangun posisi sebagai organisasi yang mendampingi pengusaha menuju usaha yang lebih bankable, kompetitif, dan siap menghadapi perubahan ekonomi global.

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG

banner 336x280