EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah

Pemprov Sumut dan Kadin perkuat kolaborasi ekonomi, DPP Elang Tiga Hambalang tekankan investasi berdampak pada lapangan kerja

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

MEDAN, SUMATERA UTARA — Jumat, 25 September 2026 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi pemerintah dan dunia usaha diarahkan pada peningkatan investasi, penguatan UMKM, hilirisasi industri, perluasan pasar,...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

MEDAN, SUMATERA UTARA — Jumat, 25 September 2026 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi pemerintah dan dunia usaha diarahkan pada peningkatan investasi, penguatan UMKM, hilirisasi industri, perluasan pasar, serta penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Penguatan kolaborasi tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Sumut 2026 sekaligus peringatan HUT ke-58 Kadin Indonesia di Hotel Adimulia, Medan, Kamis (24/9/2026).

banner 468x60

Sumatera Utara memiliki berbagai sektor potensial untuk terus dikembangkan, mulai dari perkebunan, pertanian, perikanan dan kelautan, pariwisata, hingga industri pengolahan. Pemprov Sumut menilai pengembangan potensi tersebut perlu ditopang konektivitas yang efisien dan hilirisasi agar produk daerah memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Perkembangan tersebut mendapat perhatian Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, SH, menekankan bahwa investasi yang berkembang di Sumatera Utara perlu memberikan dampak nyata terhadap pembukaan lapangan pekerjaan dan penguatan perekonomian masyarakat.

Menurut DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, keberhasilan investasi tidak cukup hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk. Penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan pengusaha daerah, kemitraan dengan UMKM, serta peningkatan nilai tambah produk Sumatera Utara juga penting menjadi indikator manfaat pembangunan ekonomi.

Infrastruktur dan hilirisasi diperkuat

Dalam Rapimprov Kadin Sumut, Pemprov menyampaikan bahwa sekitar 40 persen APBD Sumut dialokasikan untuk infrastruktur. Pemerintah daerah menempatkan konektivitas sebagai salah satu faktor penting dalam menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi Sumatera Utara.

Selain pembangunan infrastruktur, penguatan hilirisasi industri, akses pembiayaan, investasi berkualitas, stabilitas harga, kelancaran distribusi, serta peningkatan kapasitas UMKM menjadi sejumlah bidang yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya membawa modal, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong transfer teknologi, serta membangun kemitraan antara perusahaan besar dan pelaku UMKM.

DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara memandang arah tersebut penting mengingat Sumatera Utara memiliki sumber daya alam dan berbagai komoditas unggulan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Hilirisasi juga dapat membuka ruang lebih luas bagi pengusaha lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok industri, sepanjang tersedia akses usaha, pembiayaan, dan kepastian berusaha yang memadai.

Ekonomi Sumut tumbuh 5,06 persen

Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Dida Mutyara, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan II 2026 mencapai 5,06 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sumatera Utara memiliki modal ekonomi yang kuat, antara lain komoditas kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao. Infrastruktur pendukung juga mencakup Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Pelabuhan Kuala Tanjung, Bandara Internasional Kualanamu, jaringan Tol Trans Sumatera, serta kawasan pariwisata Danau Toba.

Namun, sejumlah tantangan masih perlu menjadi perhatian, di antaranya ketimpangan ekonomi antarwilayah, ketergantungan terhadap komoditas mentah, akses pembiayaan dan kapasitas UMKM, tekanan fiskal daerah, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan iklim investasi.

DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara menilai pengembangan ekonomi perlu menjangkau kabupaten dan kota secara lebih luas. Persebaran investasi dapat membuka pusat-pusat pertumbuhan baru sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat di luar kawasan ekonomi utama.

UMKM dan tenaga kerja lokal perlu mendapat ruang

Penguatan kolaborasi pemerintah dan Kadin juga dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan posisi UMKM dalam rantai ekonomi Sumatera Utara.

DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara menekankan pentingnya membangun pola kemitraan yang memungkinkan usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi pemasok, mitra produksi, maupun bagian dari jaringan distribusi perusahaan besar.

Pada sektor ketenagakerjaan, investasi baru juga diharapkan memberikan ruang yang luas bagi tenaga kerja lokal sesuai kompetensi dan kebutuhan industri.

Peningkatan keterampilan melalui pendidikan vokasi dan pelatihan kerja dapat dikembangkan bersamaan dengan masuknya investasi. Dengan demikian, kebutuhan industri dapat dipertemukan dengan ketersediaan dan kompetensi tenaga kerja di daerah.

Kolaborasi diharapkan menghasilkan program nyata

Pemprov Sumut berharap Rapimprov Kadin menghasilkan program kerja yang konkret dan terukur. Kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha diharapkan mampu memperkuat konektivitas, hilirisasi, akses pasar, investasi, serta pengembangan UMKM.

DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara menekankan agar setiap pengembangan investasi tetap memperhatikan kepastian hukum, transparansi, keberlanjutan lingkungan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dengan potensi sumber daya alam, kawasan industri, pelabuhan, jaringan transportasi, dan sektor pariwisata yang dimiliki Sumatera Utara, kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat pembangunan ekonomi daerah.

Dampaknya perlu terus diukur melalui indikator konkret, antara lain jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta, tingkat keterlibatan UMKM dan pengusaha lokal, peningkatan nilai tambah komoditas, serta pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Utara.

Sumber: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara/Diskominfo Sumut, 24 September 2026; ANTARA News Sumatera Utara, 25 September 2026.

Redaksi: Elang Tiga Global News

banner 336x280
Secret Link