Pemprov Sumut siapkan beasiswa berkelanjutan, DPP Elang Tiga Hambalang tekankan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa
MEDAN, SUMATERA UTARA — Selasa, 29 September 2026 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat dukungan terhadap pendidikan tinggi melalui skema beasiswa yang diarahkan tidak hanya diberikan pada awal perkuliahan, tetapi berlanjut hingga mahasiswa penerima menyelesaikan pendidikannya. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
MEDAN, SUMATERA UTARA — Selasa, 29 September 2026 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat dukungan terhadap pendidikan tinggi melalui skema beasiswa yang diarahkan tidak hanya diberikan pada awal perkuliahan, tetapi berlanjut hingga mahasiswa penerima menyelesaikan pendidikannya.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan generasi muda Sumatera Utara memperoleh pendidikan tinggi sekaligus mengurangi hambatan biaya selama menjalani perkuliahan.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan kebijakan tersebut saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jalan Kapten Muchtar Basri, Medan, Senin (28/9/2026).
Pemprov Sumut juga menyatakan akan menyediakan kuota khusus beasiswa bagi mahasiswa UMSU.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang (DPP ETH) Sumatera Utara.
Ketua DPP ETH Sumut, Bahar Effendi Pulungan, S.H., mengatakan program beasiswa perlu membuka kesempatan seluas mungkin bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.
“Jangan sampai ada generasi muda Sumatera Utara yang memiliki kemampuan dan semangat belajar, tetapi harus menghentikan kuliahnya hanya karena persoalan biaya. Beasiswa harus menjadi jembatan agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan,” kata Bahar.
Beasiswa diarahkan sampai mahasiswa lulus
Dalam keterangannya, Bobby menyebut Pemprov Sumut telah mengubah mekanisme pemberian beasiswa. Bantuan tidak hanya diberikan kepada mahasiswa baru, tetapi diarahkan untuk mendampingi penerima hingga menyelesaikan pendidikan.
Skema berkelanjutan dinilai penting karena kebutuhan biaya pendidikan tidak berhenti pada tahun pertama perkuliahan.
Pada kegiatan PKKMB tersebut tercatat 6.027 mahasiswa baru UMSU. Pemprov Sumut menyatakan akan menyediakan kuota khusus beasiswa bagi mahasiswa kampus tersebut.
Namun, dalam keterangan resmi yang dipublikasikan pada 28 September 2026, jumlah penerima maupun besaran beasiswa khusus tersebut belum dirinci.
Bahar mengatakan kejelasan mekanisme menjadi penting ketika program mulai dilaksanakan.
“Persyaratan, proses seleksi, besaran bantuan, masa penerimaan, sampai kewajiban penerima harus disampaikan secara terbuka. Dengan begitu mahasiswa memiliki kesempatan yang sama dan masyarakat dapat ikut mengawasi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penerima, selain persyaratan akademik maupun ketentuan lain yang ditetapkan pemerintah.
Dukungan fasilitas pendidikan perlu tingkatkan mutu
Selain beasiswa, Pemprov Sumut menyatakan memberikan dukungan terhadap pembangunan Kampus IV UMSU sebagai bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan tinggi.
DPP ETH Sumut berharap pengembangan infrastruktur kampus juga diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Ketersediaan ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, fasilitas digital, serta sarana pengembangan keterampilan mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Pendidikan tinggi bukan hanya soal mahasiswa bisa masuk kuliah. Mereka juga harus mendapatkan lingkungan belajar yang baik agar ketika lulus memiliki kemampuan yang dibutuhkan masyarakat dan dunia kerja,” kata Bahar.
Mahasiswa perlu menguasai teknologi dan AI
Perkembangan teknologi turut menjadi perhatian dalam kegiatan PKKMB UMSU.
Bobby mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya dan menjadi pencipta di tengah perkembangan dunia digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Bahar mengatakan kemampuan digital semakin penting bagi generasi muda. Perguruan tinggi memiliki peran dalam mengembangkan kemampuan teknologi, kreativitas, kewirausahaan, dan pemecahan masalah.
Namun, penguasaan teknologi juga perlu berjalan bersama kemampuan akademik, etika, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan tenaga kerja.
“Teknologi dan AI harus menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa. Generasi muda jangan hanya menjadi pengguna, tetapi harus didorong menciptakan karya, inovasi, dan peluang usaha,” ujarnya.
Akses pendidikan diperluas dari sekolah hingga perguruan tinggi
Kebijakan beasiswa pendidikan tinggi berjalan di tengah berbagai program perluasan akses pendidikan yang dilaksanakan pemerintah melalui skema dan kewenangan berbeda.
Di tingkat provinsi, Pemprov Sumut menjalankan Program Unggulan Bersekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SLB Negeri di wilayah yang masuk tahap pelaksanaan.
Sementara pemerintah pusat menjalankan Program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Dukungan beasiswa pendidikan tinggi memperluas perhatian terhadap akses pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Masing-masing program memiliki sasaran, mekanisme, dan kewenangan berbeda sehingga pelaksanaannya perlu dipahami secara terpisah.
Beasiswa harus tepat sasaran dan transparan
DPP ETH Sumut menekankan keberhasilan program beasiswa tidak cukup diukur dari jumlah penerima maupun besarnya anggaran yang disediakan.
Dampaknya perlu terlihat dari kemampuan mahasiswa mempertahankan pendidikan, menyelesaikan kuliah, meningkatkan kompetensi, serta memperoleh kesempatan bekerja maupun membangun usaha setelah lulus.
Sistem evaluasi juga diperlukan untuk memastikan penerima tetap memenuhi ketentuan sekaligus mencegah bantuan pendidikan tidak tepat sasaran.
“Beasiswa harus tepat penerima, berkelanjutan, dan benar-benar membantu mahasiswa sampai menyelesaikan pendidikan. Pada akhirnya yang ingin kita lihat adalah lahirnya generasi Sumatera Utara yang berpendidikan, terampil, dan mampu membangun masa depannya,” kata Bahar.
Dengan skema yang berkelanjutan, transparan, dan tepat sasaran, program beasiswa dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi generasi muda Sumatera Utara.
DPP ETH Sumut menekankan tiga hal dalam pelaksanaannya, yakni ketepatan penerima, keberlanjutan pembiayaan pendidikan, serta peningkatan kualitas dan kompetensi mahasiswa.
Sumber: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara/Diskominfo Sumut, 28 September 2026
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





