Pengembangan kelapa Sulut membuka peluang nilai tambah, sejalan dengan kebijakan hilirisasi Presiden Prabowo
Gorontalo — Senin, 12 Oktober 2026 Pengembangan kelapa di Sulawesi Utara memperoleh ruang kerja sama melalui World Coconut Day 2026 yang berlangsung di Manado pada 7–10 Oktober 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, peneliti, pelaku industri, dan petani untuk memperkuat pengembangan...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Gorontalo — Senin, 12 Oktober 2026 Pengembangan kelapa di Sulawesi Utara memperoleh ruang kerja sama melalui World Coconut Day 2026 yang berlangsung di Manado pada 7–10 Oktober 2026. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, peneliti, pelaku industri, dan petani untuk memperkuat pengembangan komoditas kelapa.
Berdasarkan publikasi resmi BRMP Sulawesi Utara tertanggal 11 Oktober 2026, kegiatan diselenggarakan International Coconut Community bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan dihadiri delegasi dari 27 negara.
BRMP Sulut melaporkan sejumlah hasil yang diarahkan pada penguatan sektor kelapa, termasuk kerja sama pengembangan benih, komitmen investasi hilirisasi, serta penguatan rantai pasok dari petani hingga industri. Hasil tersebut membuka peluang tindak lanjut untuk meningkatkan produktivitas dan pengolahan hasil perkebunan.
Arah pengembangan ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengenai perluasan hilirisasi. Dalam publikasi Sekretariat Negara tertanggal 24 April 2026, Presiden mengarahkan agar hilirisasi diperluas ke sektor pertanian dan perikanan.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi dari hulu hingga hilir.
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sulut-Gorontalo, Ardiansyah Inde, menilai penguatan sektor kelapa membuka kesempatan bagi petani dan pelaku usaha daerah untuk berkembang bersama.
Menurutnya, arah kebijakan Presiden Prabowo mengenai hilirisasi pertanian perlu diterjemahkan melalui hubungan yang semakin kuat antara perkebunan, pengolahan, dan pemasaran. Dengan hubungan tersebut, peningkatan produksi dapat diikuti kesempatan memperoleh nilai tambah.
Ardiansyah berharap kerja sama yang dibangun melalui forum internasional dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan petani. Penyediaan benih, pendampingan budidaya, dan akses terhadap pembeli merupakan bagian penting agar peluang pengembangan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Ia juga menilai petani perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai persyaratan mutu dan kebutuhan industri. Pendampingan yang mudah dipahami dapat membantu mereka menyiapkan hasil panen sesuai permintaan pasar.
Ardiansyah menekankan pentingnya kemitraan yang saling menguntungkan. Kejelasan penilaian mutu, harga, dan pembayaran akan membantu petani merencanakan kegiatan usaha sekaligus menjaga kepercayaan dengan mitra pengolahan.
Pengembangan usaha pengolahan, menurut rumusan tersebut, juga perlu membuka kesempatan bagi masyarakat setempat. Pelatihan keterampilan dan keterlibatan pelaku usaha kecil dapat memperluas manfaat ekonomi di sekitar kawasan produksi.
Ardiansyah berharap pengalaman pengembangan kelapa di Sulawesi Utara menjadi ruang pembelajaran dan kerja sama bagi wilayah Sulut-Gorontalo. Tindak lanjut yang terencana diharapkan memperkuat produktivitas, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan petani sesuai tujuan kebijakan hilirisasi Presiden Prabowo.
Sumber: BRMP Sulawesi Utara, “BRMP Sulut Berpartisipasi Aktif dalam World Coconut Day 2026”, 11 Oktober 2026. Sekretariat Negara, “Presiden Prabowo Terima Menteri Investasi, Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi di Tanah Air”, 24 April 2026.
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





