EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

RUPIAH DAN IHSG MENGUAT, DPN ELANG TIGA HAMBALANG: JANGAN HANYA PASAR YANG HIJAU, DAPUR RAKYAT JUGA HARUS MENGEPUl

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

H. Safrizal: Penguatan Pasar Harus Dirasakan UMKM, Petani, Buruh dan Masyarakat Bawah Ganda Satria Dharma: Jangan Ukur Kekuatan Ekonomi Hanya dari Angka di Layar Bursa, Ukur Juga dari Kemampuan Rakyat Membeli Kebutuhan Hidup JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menguatnya nilai...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

H. Safrizal: Penguatan Pasar Harus Dirasakan UMKM, Petani, Buruh dan Masyarakat Bawah

Ganda Satria Dharma: Jangan Ukur Kekuatan Ekonomi Hanya dari Angka di Layar Bursa, Ukur Juga dari Kemampuan Rakyat Membeli Kebutuhan Hidup

banner 468x60

JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menguatnya nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Senin mendapat tanggapan dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Elang Tiga Hambalang (ETH).

DPN ETH menyambut positif penguatan indikator pasar tersebut. Namun organisasi ini mengingatkan pemerintah agar tidak cepat berpuas diri hanya karena angka-angka di pasar keuangan bergerak positif.

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang, H. Safrizal, menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi pada akhirnya harus diukur dari seberapa jauh pertumbuhan dan stabilitas ekonomi mampu memperbaiki kehidupan masyarakat.

«“Kami menyambut positif rupiah yang menguat dan IHSG yang bergerak naik. Tetapi jangan hanya pasar yang hijau, sementara masyarakat masih harus berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup. Penguatan ekonomi harus sampai ke warung UMKM, sawah petani, tempat kerja buruh dan meja makan keluarga Indonesia.”»

PASAR MENGUAT, ETH: SEKARANG PASTIKAN RAKYAT IKUT MERASAKAN

Pada pembukaan perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, rupiah berada di sekitar Rp17.690 per dolar AS, menguat tipis dibandingkan penutupan sebelumnya.

IHSG juga dibuka menguat 18,31 poin atau sekitar 0,28 persen menjadi 6.544,00.

DPN ETH menilai perkembangan tersebut merupakan sinyal yang patut diapresiasi, tetapi indikator pasar keuangan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran kesehatan perekonomian nasional.

Menurut ETH, pemerintah perlu memastikan stabilitas makroekonomi diterjemahkan menjadi lapangan pekerjaan, pembiayaan usaha yang terjangkau, peningkatan daya beli, perlindungan petani dan buruh serta pertumbuhan UMKM.

H. SAFRIZAL: JANGAN SAMPAI EKONOMI TERLIHAT KUAT DI ATAS KERTAS, TETAPI RAKYAT MASIH BERAT DI PASAR

H. Safrizal meminta kebijakan ekonomi nasional semakin diarahkan kepada sektor produktif dan ekonomi rakyat.

«“Kalau rupiah menguat, investasi meningkat dan pasar saham tumbuh, pertanyaannya sederhana: apakah petani mendapatkan harga yang layak? Apakah UMKM lebih mudah mendapatkan modal? Apakah buruh semakin sejahtera? Apakah masyarakat semakin mampu memenuhi kebutuhan hidupnya?”»

Menurutnya, pertanyaan tersebut harus menjadi bagian dari evaluasi pembangunan ekonomi.

«“Jangan sampai ekonomi terlihat kuat di atas kertas tetapi rakyat masih merasa berat ketika pergi ke pasar. Angka makro penting, tetapi kesejahteraan rakyat jauh lebih penting.”»

ETH: PETANI JANGAN HANYA MENJADI PENONTON PERTUMBUHAN

DPN Elang Tiga Hambalang memberikan perhatian khusus terhadap sektor pertanian.

ETH menilai petani merupakan salah satu fondasi ekonomi nasional dan ketahanan pangan. Karena itu, pertumbuhan ekonomi harus memberikan ruang lebih besar bagi peningkatan pendapatan petani.

Pemerintah didorong memperkuat akses terhadap pupuk, benih, alat produksi, pembiayaan, teknologi pertanian dan pasar.

H. Safrizal menegaskan:

«“Jangan bicara ketahanan pangan kalau petaninya tidak sejahtera. Negara membutuhkan petani, maka petani juga harus mendapatkan keberpihakan nyata dari kebijakan ekonomi negara.”»

UMKM HARUS MENDAPATKAN AKSES MODAL YANG LEBIH MUDAH

DPN ETH juga meminta sektor perbankan memperbesar dukungan kepada usaha mikro, kecil dan menengah.

Menurut ETH, stabilitas ekonomi dan sistem keuangan seharusnya membuka kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha rakyat mendapatkan pembiayaan produktif dengan persyaratan yang rasional.

UMKM tidak boleh hanya dipuji sebagai tulang punggung ekonomi ketika menghadapi krisis, tetapi kesulitan memperoleh akses ketika membutuhkan modal untuk berkembang.

GANDA SATRIA DHARMA: JANGAN HANYA LIHAT LAYAR BURSA, LIHAT JUGA DAPUR RAKYAT

Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma, mengatakan indikator pasar harus dibaca bersama indikator kesejahteraan masyarakat.

«“Jangan ukur kekuatan ekonomi Indonesia hanya dari angka yang bergerak di layar bursa. Lihat juga pasar tradisional, warung kecil, sawah petani, pendapatan buruh dan dapur masyarakat. Di sanalah kekuatan ekonomi rakyat sesungguhnya diuji.”»

Menurut Ganda, pertumbuhan pasar modal yang sehat tetap penting karena berkaitan dengan investasi, dunia usaha dan kepercayaan terhadap perekonomian.

Namun pertumbuhan tersebut harus mempunyai hubungan yang semakin kuat dengan sektor riil.

«“Kami ingin investasi tumbuh, industri berkembang dan pasar modal kuat. Tetapi pada akhirnya semua itu harus menciptakan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kalau keuntungan hanya berputar di kelompok tertentu, pertumbuhan kehilangan makna sosialnya.”»

ETH MINTA KEBIJAKAN BI DAN PEMERINTAH MENJAGA KESEIMBANGAN

DPN ETH juga mencermati keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada 5,75 persen.

ETH memahami kebijakan moneter harus mempertimbangkan stabilitas rupiah, inflasi serta perkembangan ekonomi global.

Namun ETH meminta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter tetap memperhatikan kebutuhan sektor riil.

Ketidakpastian kebijakan Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed), pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi Amerika serta dinamika ekonomi negara-negara Asia masih dapat mempengaruhi pasar Indonesia.

Karena itu, DPN ETH mengingatkan agar Indonesia tidak menggantungkan kekuatan ekonomi semata-mata kepada arus modal dan sentimen pasar global.

BANGUN KEKUATAN EKONOMI DARI DESA

DPN Elang Tiga Hambalang mendorong pembangunan ekonomi nasional semakin bertumpu kepada kekuatan produksi dalam negeri.

Pertanian, perikanan, koperasi, UMKM, industri pengolahan dan ekonomi desa harus mendapatkan ruang besar dalam strategi pertumbuhan.

“Ekonomi Indonesia akan lebih kuat apabila desa produktif, petani sejahtera, nelayan memperoleh harga yang layak, UMKM berkembang dan buruh mempunyai daya beli. Kita harus membangun ekonomi dari bawah, bukan sekadar menunggu efek pertumbuhan menetes kepada rakyat,” ujar Ganda Satria Dharma.

LIMA DESAKAN DPN ELANG TIGA HAMBALANG

DPN ETH mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan ekonomi untuk:

Pertama, menjaga stabilitas rupiah dan inflasi tanpa mengorbankan pertumbuhan sektor produktif.

Kedua, memperbesar akses pembiayaan murah dan produktif bagi UMKM, koperasi, petani dan pelaku ekonomi rakyat.

Ketiga, memperkuat perlindungan harga dan rantai pemasaran hasil pertanian agar petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih adil.

Keempat, mendorong investasi yang benar-benar menghasilkan lapangan kerja dan memberikan nilai tambah di dalam negeri.

Kelima, menjadikan peningkatan daya beli serta kesejahteraan masyarakat sebagai ukuran penting keberhasilan kebijakan ekonomi.

H. SAFRIZAL: PERTUMBUHAN HARUS PUNYA WAJAH RAKYAT

H. Safrizal menegaskan bahwa DPN Elang Tiga Hambalang mendukung setiap kebijakan pemerintah yang memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun ETH akan terus mengingatkan bahwa angka pertumbuhan bukan tujuan akhir pembangunan.

«“Pertumbuhan ekonomi harus mempunyai wajah rakyat. Wajah petani yang tersenyum karena hasil panennya dihargai. Wajah UMKM yang berkembang karena mendapatkan modal. Wajah buruh yang mampu menyejahterakan keluarganya. Itulah ekonomi kuat yang kami inginkan.”»

Ganda Satria Dharma menambahkan:

«“Rupiah boleh menguat. IHSG boleh melesat. Investasi harus tumbuh. Tetapi tujuan akhirnya jangan berubah: kesejahteraan rakyat Indonesia.”»

DPN ELANG TIGA HAMBALANG:

JANGAN HANYA PASAR YANG HIJAU — DAPUR RAKYAT JUGA HARUS MENGEPUl!

PENGUATAN EKONOMI HARUS DIRASAKAN UMKM, PETANI, BURUH DAN MASYARAKAT BAWAH

DEWAN PIMPINAN NASIONAL
ELANG TIGA HAMBALANG (DPN ETH)

Ketua Umum: H. Safrizal
Sekretaris Jenderal: Ganda Satria Dharma

Jakarta, 24 Agustus 2026

banner 336x280