EXPLORE GLOBAL

⚔ QUICK SHORTCUTS

šŸ“‚ KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang Soroti Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pengambengan, Akses Sandar Kapal dan Pemasaran Ikan Harus Berpihak kepada Nelayan

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Berita Nasional Kelautan dan Perikanan Rabu, 4 November 2026 Lokasi penerbitan: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Organisasi: Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi perhatian dalam upaya...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Berita Nasional Kelautan dan Perikanan

Rabu, 4 November 2026

banner 468x60

Lokasi penerbitan: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Organisasi: Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan daya saing sektor perikanan tangkap Indonesia. Pembangunan infrastruktur pelabuhan diharapkan mampu memperkuat pelayanan kapal ikan, penanganan hasil tangkapan, distribusi, dan akses perdagangan hasil perikanan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menempatkan pengembangan pelabuhan tersebut sebagai bagian dari penguatan infrastruktur perikanan nasional.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau Pelabuhan Perikanan Pengambengan pada 29 September 2026. Kunjungan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam persiapan pelabuhan untuk mendukung kegiatan perdagangan perikanan yang lebih luas.

Menanggapi kebijakan tersebut, Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menyoroti pentingnya memastikan agar pengembangan pelabuhan tidak hanya mengutamakan peningkatan kapasitas perdagangan, tetapi juga memberikan manfaat nyata kepada nelayan kecil, awak kapal, dan pemilik kapal perikanan.

Pengembangan pelabuhan harus menjawab kebutuhan nelayan

Pelabuhan perikanan merupakan pusat kegiatan ekonomi yang menghubungkan aktivitas penangkapan ikan dengan distribusi dan pemasaran hasil laut.

Di kawasan pelabuhan, nelayan membutuhkan fasilitas tambat dan labuh, pelayanan bongkar muat, penyediaan es, bahan bakar, air bersih, serta sarana penanganan ikan.

Keterbatasan fasilitas dapat menambah biaya operasional dan memperpanjang waktu penanganan hasil tangkapan.

Apabila ikan tidak segera ditangani dengan baik setelah didaratkan, mutu produk dapat menurun dan memengaruhi harga jual.

Karena itu, pengembangan Pelabuhan Perikanan Pengambengan perlu memperhatikan kebutuhan seluruh pelaku usaha, termasuk kapal perikanan berukuran kecil dan menengah.

Akses sandar kapal harus adil dan transparan

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang memandang bahwa peningkatan fasilitas pelabuhan perlu disertai pengaturan pelayanan yang jelas.

Nelayan dan pemilik kapal membutuhkan kepastian mengenai lokasi sandar, prosedur pelayanan, waktu bongkar muat, dan biaya resmi yang berlaku.

Keterbukaan informasi diperlukan untuk mencegah kebingungan pengguna jasa serta mengurangi risiko pungutan yang tidak sesuai ketentuan.

Pengelola pelabuhan diharapkan menyediakan informasi pelayanan yang mudah diakses masyarakat.

Kapal nelayan kecil juga perlu memperoleh ruang pelayanan yang proporsional agar pengembangan pelabuhan tidak hanya menguntungkan pelaku usaha berskala besar.

Pemasaran hasil tangkapan harus meningkatkan pendapatan nelayan

Pengembangan pelabuhan yang diarahkan untuk mendukung perdagangan perikanan perlu memperhatikan posisi tawar nelayan dalam rantai pemasaran.

Peningkatan kapasitas distribusi dan perdagangan belum tentu secara otomatis meningkatkan penghasilan nelayan apabila harga pembelian hasil tangkapan tidak transparan.

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menilai pemerintah perlu memperkuat sistem informasi harga ikan, kualitas produk, dan akses pasar.

Koperasi nelayan serta kelompok usaha bersama dapat dilibatkan untuk memperluas pilihan pembeli dan memperbaiki tata kelola pemasaran.

Dengan demikian, peningkatan nilai perdagangan diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat pesisir.

Keselamatan dan pelayanan awak kapal perlu diperhatikan

Pengembangan pelabuhan juga berkaitan dengan keselamatan pekerja perikanan.

Kegiatan sandar kapal, bongkar muat, pengangkutan ikan, dan penggunaan peralatan pelabuhan memiliki risiko kecelakaan apabila tidak didukung fasilitas serta prosedur yang memadai.

Pemerintah dan pengelola pelabuhan perlu memperhatikan penerangan, jalur pergerakan kendaraan, fasilitas keselamatan, serta pelayanan keadaan darurat.

Awak kapal perikanan harus mendapatkan akses terhadap informasi keselamatan dan pelayanan dasar sesuai ketentuan yang berlaku.

Pembangunan pelabuhan modern seharusnya menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan tertib.

Pengelolaan lingkungan pesisir harus menjadi prioritas

Aktivitas pelabuhan perikanan menghasilkan berbagai jenis limbah, termasuk sampah operasional, limbah penanganan ikan, dan limbah dari kegiatan kapal.

Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah dapat mencemari perairan dan mengganggu lingkungan pesisir.

Karena itu, pengembangan Pelabuhan Perikanan Pengambengan perlu memperhatikan pengelolaan sampah, air limbah, kebersihan kawasan, dan perlindungan kualitas perairan.

Kegiatan ekonomi perikanan harus berkembang tanpa mengabaikan keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan.

Pandangan Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang memandang pengembangan pelabuhan perikanan sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing hasil tangkapan Indonesia.

Namun, keberhasilan pembangunan tidak cukup dinilai dari besarnya fasilitas atau peningkatan aktivitas perdagangan.

Pemerintah perlu memperhatikan manfaat yang diterima nelayan, termasuk penurunan biaya operasional, kemudahan pelayanan, peningkatan mutu ikan, serta kepastian akses pemasaran.

Nelayan kecil dan pemilik kapal harus memperoleh kesempatan yang adil untuk menggunakan fasilitas publik.

Pembangunan juga perlu memperhatikan keselamatan awak kapal dan perlindungan lingkungan pesisir.

Saran dan masukan Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang

Pertama, Kementerian Kelautan dan Perikanan diharapkan memastikan pengembangan Pelabuhan Perikanan Pengambengan berdasarkan kebutuhan nyata nelayan dan pelaku usaha perikanan setempat.

Kedua, pengelola pelabuhan perlu menyediakan informasi yang transparan mengenai pelayanan sandar kapal, bongkar muat, dan biaya resmi sesuai ketentuan.

Ketiga, pemerintah perlu menjamin akses pelayanan yang adil bagi nelayan kecil, kapal perikanan menengah, dan pemilik kapal yang memenuhi persyaratan.

Keempat, pembangunan fasilitas penanganan ikan perlu disertai penguatan rantai dingin agar mutu hasil tangkapan tetap terjaga.

Kelima, pemerintah daerah bersama KKP diharapkan memperkuat akses informasi harga ikan dan memperluas jaringan pemasaran bagi nelayan.

Keenam, koperasi nelayan perlu dilibatkan dalam pengelolaan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kapasitas dan kewenangannya.

Ketujuh, pengelola pelabuhan harus meningkatkan keselamatan kegiatan bongkar muat serta menyediakan fasilitas pelayanan darurat yang memadai.

Kedelapan, pemerintah perlu memperkuat pengelolaan sampah dan limbah pelabuhan untuk menjaga kualitas lingkungan perairan.

Kesembilan, masyarakat nelayan perlu mendapatkan informasi terbuka mengenai perkembangan pembangunan dan mekanisme pengaduan pelayanan.

Kesepuluh, pemerintah perlu melakukan evaluasi berkala terhadap manfaat pengembangan pelabuhan berdasarkan biaya operasional nelayan, kualitas pelayanan, harga jual ikan, dan keberlanjutan lingkungan.

Pengawasan publik harus menjamin manfaat pembangunan

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menekankan pentingnya pengawasan terhadap pembangunan dan pengelolaan fasilitas pelabuhan perikanan.

Masyarakat perlu memperoleh akses informasi mengenai rencana fasilitas, tahapan pelaksanaan, standar pelayanan, dan pengelolaan sarana publik.

Apabila terdapat dugaan penyimpangan atau pelayanan yang tidak sesuai ketentuan, laporan masyarakat harus ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku.

Pengawasan bertujuan memastikan pembangunan memberikan manfaat ekonomi yang nyata serta mencegah penggunaan fasilitas publik yang tidak adil.

Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, merupakan salah satu langkah untuk memperkuat infrastruktur dan perdagangan perikanan Indonesia.

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang menekankan bahwa modernisasi pelabuhan harus berjalan seiring dengan perlindungan kepentingan nelayan kecil, awak kapal, dan pemilik kapal perikanan.

Fasilitas yang memadai, pelayanan yang transparan, akses pasar yang lebih luas, serta pengelolaan lingkungan yang baik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pelabuhan perikanan yang maju harus mampu memberikan manfaat kepada seluruh pelaku usaha perikanan, bukan hanya meningkatkan aktivitas perdagangan.

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang

Kuat Bersama, Tangguh di Laut.

Sumber berita:

  1. ANTARA News, 30 September 2026.

Judul: Indonesia prepares Pengambengan port for global fisheries trade.

https://mataram.antaranews.com/berita/573355/indonesia-prepares-pengambengan-port-for-global-fisheries-trade
  1. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Informasi kebijakan pengembangan pelabuhan perikanan dan pelayanan perikanan tangkap.

https://kkp.go.id

Redaksi: elang tiga global news editor: rapi

Lokasi redaksi: Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

banner 336x280
Secret Link