EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Singkong hingga porang didorong jadi pangan pendamping beras, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: petani harus menjadi pelaku utama

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang — Jumat, 4 September 2026, Pemerintah terus mendorong pemanfaatan pangan lokal seperti singkong, jagung, sorgum, ubi, dan porang sebagai sumber karbohidrat pendamping beras. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu jenis bahan pangan....

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang — Jumat, 4 September 2026, Pemerintah terus mendorong pemanfaatan pangan lokal seperti singkong, jagung, sorgum, ubi, dan porang sebagai sumber karbohidrat pendamping beras. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu jenis bahan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menyampaikan bahwa sejumlah komoditas pangan lokal dapat dikembangkan sebagai alternatif pendamping beras. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan konsumsi pangan masyarakat.

banner 468x60

Selain memiliki nilai gizi dan potensi ekonomi, singkong, jagung, sorgum, ubi, dan porang dapat diolah menjadi berbagai produk. Namun, keberhasilan diversifikasi pangan tidak cukup hanya melalui kampanye konsumsi. Pemerintah juga perlu menjamin ketersediaan benih, sarana produksi, pendampingan budidaya, pengolahan pascapanen, dan kepastian pasar bagi petani.

Menanggapi hal tersebut, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang mendukung penguatan pangan lokal, dengan catatan petani harus ditempatkan sebagai pelaku utama dalam seluruh rantai pengembangannya.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang:

“Diversifikasi pangan merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, program ini harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata kepada petani singkong, jagung, sorgum, ubi, dan porang. Jangan sampai komoditas petani hanya dipromosikan, sementara harga jual, pasar, dan fasilitas pengolahannya tidak dipersiapkan.”

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang juga mendorong pemerintah pusat dan daerah membangun kemitraan yang adil antara kelompok tani, koperasi, pelaku UMKM, industri pengolahan, pasar modern, serta lembaga pengadaan pangan.

Menurut organisasi tersebut, program diversifikasi pangan perlu disesuaikan dengan potensi setiap daerah. Wilayah penghasil singkong, jagung, sorgum, ubi, maupun porang harus memperoleh dukungan teknologi dan infrastruktur agar komoditas tidak hanya dijual sebagai bahan mentah.

“Petani harus mendapat akses terhadap benih berkualitas, pupuk, alat produksi, pembiayaan, gudang, dan teknologi pengolahan. Kepastian pembelian dengan harga yang wajar juga sangat penting agar petani berani meningkatkan produksi,” lanjut Satuan Petani Elang Tiga Hambalang dalam draf pernyataannya.

Organisasi itu menilai program pangan lokal juga dapat membuka peluang usaha bagi generasi muda di sektor pertanian. Produk olahan berbahan singkong, jagung, sorgum, ubi, dan porang berpotensi dikembangkan menjadi tepung, makanan siap saji, camilan, serta bahan baku industri.

Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berharap kebijakan diversifikasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah diminta menyusun target produksi, penyerapan pasar, dan peningkatan pendapatan petani yang dapat diukur dan dievaluasi secara terbuka.

Dengan dukungan dari hulu hingga hilir, pengembangan pangan lokal diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga petani di berbagai daerah.

Sumber fakta utama: ANTARA, 4 September 2026

banner 336x280