EXPLORE GLOBAL

⚑ QUICK SHORTCUTS

πŸ“‚ KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Skema Bunga PNM Mekaar 8 Persen Masuki Tahap Implementasi, DPN ETH: Pastikan Manfaat Nyata Sampai ke Usaha Rakyat

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β€” Minggu, 6 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap kebijakan penyesuaian biaya pembiayaan PNM Mekaar menjadi sekitar 8 persen, yang oleh pemerintah dan PT Permodalan Nasional Madani dipersiapkan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β€” Minggu, 6 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap kebijakan penyesuaian biaya pembiayaan PNM Mekaar menjadi sekitar 8 persen, yang oleh pemerintah dan PT Permodalan Nasional Madani dipersiapkan untuk memasuki tahap implementasi pada September 2026.

Fakta Terverifikasi

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penurunan bunga pembiayaan PNM Mekaar dari kisaran 18–25 persen menjadi sekitar 8 persen mulai awal September 2026. Kebijakan tersebut diarahkan kepada sekitar 14 juta nasabah, terutama perempuan pelaku usaha ultramikro dari kelompok keluarga prasejahtera.

banner 468x60

PT Permodalan Nasional Madani dalam keterangan resminya pada 19 Agustus menyatakan penyesuaian bunga 8 persen sedang dipersiapkan untuk memasuki tahap implementasi. PNM bersama kementerian/lembaga terkait menyiapkan perangkat agar skema tersebut dapat berjalan tepat sasaran dan manfaat pembiayaan yang lebih terjangkau dapat mulai dirasakan nasabah pada September 2026.

BP BUMN, Danantara Indonesia, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga telah menyelesaikan pembahasan kebijakan tersebut. Pemerintah menempatkannya sebagai salah satu instrumen untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat dan memperkuat ekonomi kerakyatan. ([ANTARA News][3])

Namun, berdasarkan penelusuran sumber resmi terbaru hingga 6 September 2026, keterangan publik PNM yang ditemukan masih menyebut proses tersebut sebagai persiapan menuju penerapan pada September. Karena itu, pemberitaan ini tidak menyatakan seluruh nasabah telah otomatis menikmati tarif 8 persen hari ini sebelum ada konfirmasi operasional yang lebih rinci dari PNM atau pemerintah.

Perkembangan hari ini juga memberikan gambaran mengenai potensi pembiayaan ultramikro. ANTARA pada 6 September melaporkan seorang pelaku UMKM kue di Jambi yang memulai usaha dengan modal sekitar Rp2 juta kemudian berkembang hingga memproduksi sekitar 3.000 bolu per hari dan mempekerjakan 15 orang, dengan dukungan ekosistem pembiayaan usaha.

Sikap DPN Elang Tiga Hambalang

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa penurunan biaya pembiayaan merupakan kebijakan penting apabila benar-benar menghasilkan penghematan yang dapat dirasakan pelaku usaha kecil.

Menurut H. Safrizal, keberhasilan kebijakan seharusnya tidak berhenti pada angka bunga 8 persen. Pemerintah dan PNM perlu memastikan mekanisme pelaksanaannya mudah dipahami masyarakat, terutama terkait besarnya cicilan, jangka waktu, biaya administrasi, mekanisme pendampingan, serta jumlah keseluruhan kewajiban yang harus dibayar nasabah.

DPN ETH menilai transparansi tersebut penting karena mayoritas penerima PNM Mekaar merupakan pelaku usaha ultramikro yang membutuhkan kepastian mengenai beban pembiayaan sejak awal.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma berpandangan bahwa akses modal murah harus dipadukan dengan pendampingan usaha. Pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan uang, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan, meningkatkan mutu produk, memperoleh legalitas, menggunakan teknologi digital, dan memperluas pasar.

DPN ETH mendorong pemerintah dan PNM menyediakan informasi terbuka mengenai tanggal efektif skema 8 persen, kelompok nasabah yang berhak, penerapan bagi pembiayaan baru maupun pembiayaan berjalan, serta komponen biaya lainnya. Kejelasan ini diperlukan agar masyarakat tidak memperoleh informasi yang berbeda-beda di lapangan.

Organisasi juga menilai evaluasi program sebaiknya tidak hanya menghitung jumlah pembiayaan yang disalurkan. Pemerintah perlu mengukur apakah omzet nasabah meningkat, usaha bertahan, kapasitas produksi bertambah, dan apakah sebagian usaha kemudian mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

DPN ETH berpandangan usaha ultramikro mempunyai posisi penting karena kegiatan ekonomi tersebut langsung menopang pendapatan keluarga. Apabila biaya modal menjadi lebih ringan dan pendampingan berjalan baik, ruang untuk menambah stok, membeli peralatan, meningkatkan produksi, atau memperluas pemasaran menjadi lebih besar.

Bagi DPN ETH, pembiayaan murah harus menjadi jalan menuju kemandirian usaha, bukan sekadar menghasilkan pinjaman baru bagi masyarakat.

H. Safrizal
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang

Ganda Satria Dharma
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang

banner 336x280