Surplus Beras Sumut Tembus 27.633 Ton, ETH Ingatkan Pentingnya Kesejahteraan Petani
MEDAN, 6 NOVEMBER 2026 - Sumatera Utara mencatat surplus beras sebanyak 27.633 ton hingga Oktober 2026. Capaian tersebut memperlihatkan perkembangan positif sektor pertanian sekaligus memperkuat posisi Sumatera Utara dalam menjaga ketahanan pangan regional dan nasional. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sumatera...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
MEDAN, 6 NOVEMBER 2026 – Sumatera Utara mencatat surplus beras sebanyak 27.633 ton hingga Oktober 2026. Capaian tersebut memperlihatkan perkembangan positif sektor pertanian sekaligus memperkuat posisi Sumatera Utara dalam menjaga ketahanan pangan regional dan nasional.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, produksi beras pada Oktober 2026 mencapai sekitar 144.066 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat tercatat 116.433 ton.
Tidak hanya beras, sejumlah komoditas hortikultura juga mencatatkan surplus. Produksi cabai merah mencapai 14.213 ton dengan kebutuhan 9.855 ton. Sementara itu, produksi cabai rawit mencapai 7.594 ton, melampaui kebutuhan sebesar 3.712 ton.
Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pertanian Sumatera Utara. Namun, peningkatan produksi harus diikuti kebijakan yang mampu menjamin keuntungan dan kesejahteraan para petani.
Bahar Effendi: Petani Jangan Hanya Menjadi Penopang Produksi
Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, S.H., menilai surplus pangan harus menjadi momentum untuk memperbaiki kesejahteraan petani.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak cukup diukur dari besarnya hasil produksi. Pemerintah juga harus memastikan petani memperoleh harga jual yang layak, akses pasar yang terbuka, serta biaya produksi yang terkendali.
“Petani jangan hanya dituntut meningkatkan produksi. Mereka juga harus mendapatkan kepastian harga, kemudahan memperoleh pupuk, dan jaminan pasar bagi hasil panennya,” demikian rumusan sikap ETH Sumut dalam rilis ini.
Surplus Produksi Harus Diikuti Kepastian Harga
ETH Sumut menilai salah satu persoalan penting yang perlu mendapat perhatian adalah stabilitas harga hasil panen.
Ketika produksi meningkat, pemerintah perlu memastikan mekanisme penyerapan berjalan baik sehingga petani tidak mengalami kesulitan menjual hasil pertaniannya.
Keterlibatan pemerintah daerah, BUMD, kelompok tani, koperasi, dan pelaku usaha perlu diperkuat untuk membangun rantai distribusi yang lebih efektif.
Selain itu, pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi, bantuan benih, alat dan mesin pertanian, serta pembangunan irigasi harus dilakukan secara konsisten.
Jangan sampai program yang menggunakan anggaran negara justru tidak tepat sasaran atau hanya dinikmati oleh pihak-pihak tertentu.
NTP Meningkat, Kesejahteraan Petani Tetap Perlu Dijaga
Secara nasional, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2026 tercatat sebesar 132,60 atau meningkat 1,13 persen dibandingkan September 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang disampaikan Kementerian Pertanian, kenaikan tersebut didukung peningkatan harga yang diterima petani sebesar 1,55 persen, sementara pengeluaran petani meningkat 0,41 persen.
Perkembangan ini menjadi indikator positif bagi sektor pertanian. Meski demikian, kondisi petani di setiap daerah tetap perlu diperhatikan karena tantangan produksi, biaya usaha tani, dan pemasaran tidak selalu sama.
ETH Sumut: Ketahanan Pangan Harus Menguntungkan Petani
DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara menyatakan sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan dan kemandirian ekonomi nasional.
Namun, pelaksanaan kebijakan tersebut harus disertai pengawasan yang kuat, transparansi program, serta keberpihakan nyata terhadap petani.
Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penyangga pangan nasional. Potensi tersebut perlu dikelola melalui pembangunan pertanian yang berkelanjutan, peningkatan produktivitas, dan pemerataan manfaat ekonomi.
Surplus pangan merupakan sebuah pencapaian. Namun, keberhasilan sesungguhnya adalah ketika petani memperoleh keuntungan yang layak, kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, dan ekonomi desa semakin kuat.
ETH Sumut berharap penguatan sektor pertanian dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara sekaligus memperkokoh ketahanan pangan Indonesia.
Sumber: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, ANTARA News, Badan Pusat Statistik, dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Redaksi: Elang Tiga Global News
Editor: Bambang





