Target Investasi 2027 Rp2.322 Triliun, Pengusaha ETH: Investasi Besar Harus Melahirkan Pengusaha Lokal
HAMBALANG, 29 AGUSTUS 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai target investasi nasional tahun 2027 sebesar Rp2.322 triliun harus menjadi momentum untuk memperkuat perusahaan nasional, memperbesar kapasitas UMKM, mengembangkan industri daerah, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. Kementerian...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, 29 AGUSTUS 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai target investasi nasional tahun 2027 sebesar Rp2.322 triliun harus menjadi momentum untuk memperkuat perusahaan nasional, memperbesar kapasitas UMKM, mengembangkan industri daerah, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menetapkan target realisasi investasi 2027 sebesar Rp2.322 triliun, atau naik sekitar 13,8 persen dibandingkan target investasi 2026. Pemerintah menyatakan pencapaian target tersebut akan ditopang oleh perbaikan iklim investasi melalui tiga fokus utama, yakni kepastian perizinan, percepatan konstruksi, serta penyelesaian hambatan investasi di lapangan. ([Badan Koordinasi Penanaman Modal][1])
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai peningkatan target tersebut merupakan sinyal positif.
Namun angka investasi yang besar harus mempunyai ukuran keberhasilan yang lebih luas.
Investasi harus menciptakan pabrik, produksi, supplier lokal, pengusaha baru, dan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.
INVESTASI SUDAH JADI MESIN PERTUMBUHAN EKONOMI
BKPM menyebut investasi memberikan kontribusi sekitar 39 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2026. Pada periode tersebut, komponen investasi tumbuh sekitar 6,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sekitar 5,06 persen. ([Badan Koordinasi Penanaman Modal][2])
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai data tersebut menunjukkan bahwa investasi mempunyai posisi semakin penting dalam perekonomian Indonesia.
Karena itu, kualitas investasi sama pentingnya dengan nilai investasinya.
PENGUSAHA LOKAL JANGAN HANYA MENONTON
Setiap proyek investasi membutuhkan berbagai barang dan jasa.
Mulai dari:
- konstruksi;
- logistik;
- transportasi;
- makanan;
- keamanan;
- seragam;
- teknologi;
- bahan baku;
- pergudangan;
- sampai pemeliharaan fasilitas.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong agar kebutuhan tersebut sebanyak mungkin dipenuhi oleh perusahaan nasional dan pengusaha di daerah tempat investasi berlangsung.
Investor masuk ke daerah harus membuat pengusaha daerah ikut tumbuh.
SETIAP INVESTOR BESAR HARUS PUNYA PROGRAM SUPPLIER LOKAL
Asosiasi mendorong pemerintah memasukkan pengembangan pemasok lokal sebagai salah satu indikator kualitas investasi.
Perusahaan besar dapat melakukan pemetaan terhadap pengusaha di sekitar proyek.
Pelaku usaha yang memenuhi persyaratan dapat langsung menjadi mitra.
Sementara perusahaan yang belum memenuhi standar diberikan pembinaan dan waktu untuk meningkatkan kemampuan.
Dengan pola tersebut, investasi besar dapat menciptakan puluhan hingga ratusan perusahaan pendukung.
UMKM HARUS MASUK RANTAI PASOK
UMKM tidak harus selalu menjadi pelaku utama proyek besar.
Namun mereka dapat menjadi bagian dari rantai pasok.
Misalnya:
UMKM kuliner menjadi pemasok makanan pekerja.
Pengusaha konveksi menyediakan seragam.
Perusahaan transportasi lokal menyediakan kendaraan.
UMKM manufaktur memasok komponen sederhana.
Pengusaha jasa mendukung operasional.
Asosiasi menilai pola tersebut jauh lebih bermanfaat daripada investasi yang berdiri seperti pulau ekonomi tersendiri.
TARGET RP2.322 TRILIUN BUTUH KEPASTIAN PERIZINAN
BKPM menyatakan salah satu fokus utama 2027 adalah meningkatkan kepastian perizinan.
Sistem OSS saat ini telah terintegrasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, dan pemerintah menyatakan sistem tersebut akan terus diperkuat dengan pemanfaatan teknologi seperti AI, big data, dan blockchain. ([Badan Koordinasi Penanaman Modal][1])
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendukung digitalisasi perizinan.
Namun manfaatnya harus dirasakan di lapangan.
Pengusaha membutuhkan proses yang:
- cepat;
- jelas;
- transparan;
- dapat dipantau;
- dan mempunyai kepastian waktu.
SATU PINTU HARUS BENAR-BENAR SATU PINTU
Asosiasi mengingatkan bahwa konsep pelayanan satu pintu tidak boleh hanya menjadi istilah.
Pelaku usaha jangan masih harus mendatangi banyak instansi setelah mengurus OSS.
Integrasi pusat dan daerah harus semakin kuat.
Jika satu perizinan telah diverifikasi dalam sistem, instansi lain seharusnya dapat membaca data yang sama.
Digitalisasi harus mengurangi pengulangan administrasi.
KONSTRUKSI PROYEK HARUS DIPERCEPAT
Pemerintah juga menjadikan percepatan konstruksi sebagai salah satu fokus investasi 2027. ([Badan Koordinasi Penanaman Modal][1])
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai langkah tersebut penting.
Investasi yang hanya tercatat dalam komitmen belum menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Manfaat nyata baru mulai terasa ketika proyek dibangun.
Saat konstruksi dimulai:
material dibeli;
kontraktor bekerja;
alat berat digunakan;
logistik bergerak;
dan tenaga kerja direkrut.
Karena itu, waktu antara persetujuan investasi dan dimulainya proyek harus semakin pendek.
HAMBATAN LAPANGAN HARUS CEPAT DISELESAIKAN
Persoalan tanah, perizinan daerah, listrik, air, akses jalan, dan koordinasi antarlembaga sering menjadi hambatan proyek.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan mekanisme penyelesaian hambatan yang jelas.
Investor harus mengetahui ke mana persoalan dapat dilaporkan.
Pemerintah juga harus mempunyai batas waktu penyelesaian.
Kepastian tersebut akan meningkatkan kepercayaan dunia usaha.
HILIRISASI HARUS MELAHIRKAN INDUSTRI LOKAL
Asosiasi mendukung hilirisasi sebagai salah satu strategi utama investasi nasional.
Indonesia mempunyai kekayaan sumber daya alam yang besar.
Namun bahan mentah harus semakin banyak diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri.
Hilirisasi harus diperluas tidak hanya pada mineral, tetapi juga:
- pertanian;
- perkebunan;
- perikanan;
- kehutanan;
- dan energi.
Setiap industri pengolahan baru akan membuka peluang bagi supplier, tenaga kerja, logistik, dan jasa pendukung.
INVESTASI LUAR JAWA HARUS MEMBESARKAN EKONOMI DAERAH
Pemerintah sebelumnya mencatat investasi hilirisasi banyak berkembang di luar Jawa.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai tren tersebut harus digunakan untuk menciptakan pusat ekonomi baru.
Daerah yang menjadi sumber bahan baku tidak boleh hanya menjadi lokasi produksi.
Pengusaha lokal harus dilibatkan.
Tenaga kerja lokal harus diprioritaskan sesuai kompetensi.
Pendapatan masyarakat harus meningkat.
TENAGA KERJA LOKAL HARUS DISIAPKAN SEBELUM INVESTASI MASUK
Asosiasi mendorong pemerintah daerah memetakan kebutuhan keterampilan dari proyek yang akan masuk.
SMK, perguruan tinggi, dan balai latihan kerja dapat menyesuaikan program pelatihan.
Dengan demikian, ketika pabrik mulai beroperasi, tenaga kerja lokal sudah siap.
Jangan menunggu pabrik selesai baru mencari keterampilan yang dibutuhkan.
PERBANKAN HARUS MENDUKUNG SUPPLIER LOKAL
Perusahaan lokal yang mendapatkan kontrak dari investor sering menghadapi masalah modal kerja.
Mereka membutuhkan uang untuk membeli material, menambah stok, atau membayar pekerja sebelum pembayaran kontrak diterima.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong perbankan memperluas pembiayaan berbasis kontrak dan rantai pasok.
Kontrak dari perusahaan besar dapat menjadi salah satu informasi pendukung dalam analisis kredit.
INVESTASI ASING DAN DOMESTIK HARUS SALING MENGUATKAN
Asosiasi memandang investasi asing tetap dibutuhkan untuk membawa modal, teknologi, dan jaringan pasar internasional.
Namun perusahaan nasional juga harus berkembang.
Kerja sama investor asing dan lokal seharusnya menghasilkan:
transfer teknologi;
peningkatan keterampilan;
kemitraan supplier;
dan peningkatan kemampuan perusahaan Indonesia.
Tujuan akhirnya adalah memperkuat struktur ekonomi nasional.
INSENTIF HARUS DIKAITKAN DENGAN DAMPAK
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong agar insentif investasi diberikan berdasarkan manfaat ekonomi.
Semakin besar suatu proyek menciptakan:
- lapangan kerja;
- transfer teknologi;
- ekspor;
- penggunaan produk dalam negeri;
- dan kemitraan dengan UMKM,
semakin besar alasan pemerintah memberikan dukungan.
PENGUSAHA ETH DORONG ENAM AGENDA INVESTASI 2027
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong enam agenda:
- Pastikan perizinan cepat, jelas, dan terintegrasi.
- Percepat realisasi proyek dari komitmen menjadi konstruksi nyata.
- Wajibkan pengembangan supplier dan pengusaha lokal.
- Hubungkan UMKM dengan rantai pasok investasi besar.
- Siapkan tenaga kerja lokal sebelum proyek beroperasi.
- Ukur keberhasilan investasi dari produksi, pekerjaan, ekspor, dan pengusaha baru yang tercipta.
PENGUSAHA ETH: INVESTASI BUKAN HANYA ANGKA
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendukung target investasi 2027 sebesar Rp2.322 triliun.
Namun investasi nasional harus diukur dari dampaknya terhadap masyarakat.
“Target Rp2.322 triliun adalah angka yang sangat besar. Tetapi investasi baru benar-benar berhasil kalau pengusaha lokal mendapatkan kontrak, UMKM masuk rantai pasok, tenaga kerja terserap, dan industri nasional semakin kuat.”
INVESTASI MASUK, PENGUSAHA LOKAL TUMBUH, INDUSTRI KUAT, LAPANGAN KERJA MELUAS.





