EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah

Tradisi Batak menyambut 550 mahasiswa baru UHKBPNP, Bahar Effendi Pulungan: Pendidikan dan budaya harus tumbuh bersama

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

PEMATANGSIANTAR, SUMATERA UTARA — Senin, 14 September 2026 Sebanyak 550 mahasiswa baru Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP) resmi memasuki lingkungan kampus melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang berlangsung pada 11–12 September 2026. Kegiatan bertema “Mahasiswa...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

PEMATANGSIANTAR, SUMATERA UTARA — Senin, 14 September 2026 Sebanyak 550 mahasiswa baru Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP) resmi memasuki lingkungan kampus melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang berlangsung pada 11–12 September 2026.

Kegiatan bertema “Mahasiswa Berkarakter, Adaptif dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut tidak hanya berisi pengenalan kehidupan akademik, tetapi juga mengangkat nilai dan tradisi budaya Batak sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.

banner 468x60

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan melalui tarian dan tortor, kemudian dilanjutkan dengan ibadah, upacara nasional, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta Mars UHKBPNP.

Nuansa budaya Batak semakin terasa dalam prosesi pengukuhan mahasiswa baru melalui pemberian dekke, ulos, itak gurgur, dan beras Sipir ni Tondi. Berbagai simbol tersebut mengandung doa dan harapan agar mahasiswa memiliki semangat, keteguhan, serta keberhasilan selama menempuh pendidikan.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara (DPP ETH Sumut), Bahar Effendi Pulungan, SH, menilai pengenalan budaya daerah dalam lingkungan perguruan tinggi merupakan langkah positif untuk membentuk generasi muda yang berpendidikan tanpa kehilangan identitasnya.

“Pendidikan dan kebudayaan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Mahasiswa harus menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memahami nilai, sejarah, dan jati diri masyarakat tempat mereka tumbuh,” kata Bahar dalam pernyataannya.

Menurut Bahar, nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Batak, seperti kerja keras, kebersamaan, penghormatan terhadap keluarga, tanggung jawab, dan semangat bermusyawarah, dapat menjadi bekal dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Ia berharap pengenalan budaya tidak hanya tampil dalam seremoni kampus, tetapi juga diterapkan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan interaksi sehari-hari antarmahasiswa.

“Budaya harus menjadi sumber pembentukan karakter. Mahasiswa perlu dibiasakan menghormati perbedaan, berdiskusi dengan baik, saling membantu, serta menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.

Rektor UHKBPNP Dr. Muktar B.N. Panjaitan, S.Si., M.Pd., menjelaskan pengukuhan mahasiswa baru bukan hanya seremoni penyematan jas almamater, melainkan penanda dimulainya perjalanan mereka dalam kehidupan akademik.

Mahasiswa baru juga diajak membangun komunikasi dengan menghidupkan budaya berdiskusi, menyampaikan pendapat secara sopan, mendengarkan pandangan orang lain, dan saling menghargai.

Selama dua hari, para mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, pembentukan karakter, kehidupan sosial, dan pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Mereka turut mendapatkan pemahaman tentang peluang dan tantangan generasi muda dalam lingkungan global. Materi literasi keuangan juga diberikan, meliputi kebiasaan menabung, menyiapkan dana darurat, mengelola utang dan pinjaman daring, serta mewaspadai penipuan.

Bahar menilai pembekalan mengenai pencegahan kekerasan dan literasi keuangan sangat relevan bagi mahasiswa baru. Perguruan tinggi, menurutnya, harus menjadi lingkungan yang aman sekaligus mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi persoalan nyata.

“Mahasiswa perlu dilindungi dari perundungan, kekerasan, pinjaman daring bermasalah, dan penipuan digital. Kampus harus menyediakan pendidikan pencegahan serta saluran pengaduan yang mudah diakses dan benar-benar melindungi korban,” katanya.

DPP ETH Sumut berharap UHKBPNP terus mengembangkan pendidikan yang memadukan kualitas akademik, wawasan kebangsaan, kecakapan menghadapi perkembangan global, dan pelestarian budaya daerah.

“Generasi menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya generasi yang cerdas, tetapi juga berkarakter, berbudaya, bertanggung jawab, dan peduli terhadap masyarakat,” tutup Bahar.

Sumber fakta: ANTARA News Sumatera Utara, 13 September 2026

banner 336x280
Secret Link