Transaksi QRIS Melonjak 82,42 Persen, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong Digitalisasi Usaha Sampai ke Pasar Tradisional
MDR QRIS 0 Persen Diperluas Mulai 1 Oktober, Dari Hambalang ETH Dorong Pengusaha Manfaatkan Pembayaran Digital untuk Menekan Biaya dan Memperluas Pasar HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — 30 Agustus 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai percepatan transaksi...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
MDR QRIS 0 Persen Diperluas Mulai 1 Oktober, Dari Hambalang ETH Dorong Pengusaha Manfaatkan Pembayaran Digital untuk Menekan Biaya dan Memperluas Pasar
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — 30 Agustus 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai percepatan transaksi digital harus menjadi peluang nyata bagi pengusaha Indonesia untuk meningkatkan efisiensi usaha, memperluas pasar, dan memperbaiki pengelolaan transaksi.
Bank Indonesia mencatat volume pembayaran digital pada Juli 2026 mencapai 5,50 miliar transaksi, tumbuh 28,69 persen secara tahunan. Di dalamnya, transaksi QRIS tumbuh jauh lebih tinggi, yakni 82,42 persen secara tahunan, didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari dan tidak lagi terbatas pada perusahaan besar atau pusat perbelanjaan modern.
44,86 Juta Merchant QRIS, Hampir 97 Persen UMKM
Bank Indonesia juga mencatat hingga Juni 2026 jumlah pengguna QRIS telah mencapai 65,77 juta pengguna, sementara jumlah merchant mencapai 44,86 juta. Dari jumlah merchant tersebut, 96,68 persen merupakan UMKM. Sepanjang semester I-2026, QRIS membukukan 12,55 miliar transaksi dengan nilai sekitar Rp1,12 kuadriliun.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa digitalisasi pembayaran telah menjangkau usaha mikro, kecil, dan menengah dalam skala sangat luas.
Bagi pengusaha, manfaat pembayaran digital bukan hanya kemudahan transaksi. Data transaksi yang lebih tertata juga dapat membantu pencatatan keuangan, pemantauan omzet, pengendalian arus kas, dan pengembangan profil usaha.
MDR QRIS 0 Persen Diperluas Mulai 1 Oktober
Momentum digitalisasi akan semakin kuat mulai 1 Oktober 2026.
Bank Indonesia mengumumkan perluasan kebijakan Merchant Discount Rate atau MDR QRIS 0 persen. Untuk merchant usaha mikro, MDR 0 persen tetap berlaku bagi transaksi sampai Rp500.000. Mulai 1 Oktober, kebijakan MDR 0 persen juga diperluas kepada merchant kategori usaha kecil, menengah, dan besar untuk transaksi sampai Rp100.000, dari sebelumnya 0,7 persen.
Menurut Bank Indonesia, perluasan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya transaksi bagi pelaku usaha sekaligus memperluas manfaat digitalisasi pembayaran.
Kebijakan ini penting terutama bagi bisnis dengan frekuensi transaksi kecil yang tinggi, seperti warung, toko kelontong, pasar tradisional, kuliner, jasa, transportasi lokal, dan ritel.
ETH Dorong “Pengusaha Siap Digital”
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang dapat menjadikan momentum tersebut sebagai dasar membangun program “Pengusaha ETH Siap Digital”.
Program tersebut dapat diarahkan kepada beberapa kebutuhan utama:
- aktivasi QRIS bagi pengusaha yang belum menggunakan pembayaran digital;
- edukasi penggunaan aplikasi merchant;
- pencatatan keuangan digital;
- pengelolaan stok dan omzet;
- pemasaran melalui marketplace dan media sosial;
- keamanan transaksi digital;
- serta pemanfaatan data transaksi untuk meningkatkan kelayakan usaha.
Dengan demikian, digitalisasi tidak berhenti pada menempel kode QR di meja kasir, tetapi menjadi bagian dari modernisasi perusahaan.
Pasar Tradisional Jangan Tertinggal
Transformasi pembayaran harus menjangkau pengusaha hingga tingkat pasar tradisional dan sentra UMKM.
Pedagang pasar, usaha makanan, industri rumahan, bengkel, toko kecil, petani yang menjual langsung produknya, hingga pelaku ekonomi kreatif perlu mendapatkan pendampingan agar mampu menggunakan sistem pembayaran digital dengan benar.
pernyataan organisasi :
“Digitalisasi tidak boleh hanya menjadi fasilitas perusahaan besar. Pedagang pasar, UMKM, pengusaha daerah dan usaha keluarga harus mendapatkan manfaat yang sama. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang ingin membantu pengusaha menggunakan teknologi untuk memperkuat usaha, bukan sekadar mengikuti tren.”
QRIS Bisa Menjadi Pintu Masuk Pembukuan Modern
Banyak usaha kecil masih mencampurkan transaksi pribadi dengan transaksi perusahaan.
Dalam kondisi seperti itu, pembayaran digital dapat menjadi salah satu pintu masuk menuju pencatatan usaha yang lebih tertib.
Asosiasi Pengusaha ETH dapat mendorong anggotanya menghubungkan transaksi digital dengan pembukuan sederhana sehingga pengusaha mengetahui omzet, biaya, margin, dan arus kas secara lebih akurat.
Data keuangan yang tertata juga dapat memperkuat kesiapan pengusaha ketika mengajukan pembiayaan kepada bank atau lembaga keuangan.
ETH Bisa Buka Klinik Digital Pengusaha
Draf agenda organisasi: Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang dapat membentuk Klinik Digital Pengusaha ETH dari Hambalang dan kemudian diperluas melalui jaringan daerah.
Klinik tersebut dapat memberikan pendampingan QRIS, marketplace, pemasaran digital, pembukuan, desain promosi, kecerdasan buatan untuk usaha, hingga keamanan siber dasar.
Langkah ini dapat memperkuat posisi ETH sebagai organisasi yang tidak hanya menyampaikan aspirasi pengusaha, tetapi juga memberikan solusi praktis untuk peningkatan produktivitas.
Dari Hambalang Menuju Pengusaha Digital Indonesia
Bank Indonesia terus memperkuat digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030. Penguatan tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperluas ekonomi digital serta keuangan inklusif. ([Bank Indonesia][3])
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mempunyai peluang menjadikan agenda tersebut sebagai gerakan nyata bagi dunia usaha.
penutup sikap organisasi:
“Pengusaha yang mampu beradaptasi dengan teknologi akan mempunyai peluang lebih besar untuk tumbuh. Dari Hambalang, kami mendorong pengusaha Indonesia agar semakin digital, semakin efisien, dan semakin kuat menghadapi persaingan.”
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG





