EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

10 UMKM Tembus 19 Gerai AEON, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong Produk Lokal Naik Kelas ke Ritel Modern

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 10 September 2026, Keberhasilan sepuluh UMKM pangan menembus jaringan ritel modern menjadi sinyal kuat bahwa produk lokal Indonesia mampu bersaing apabila didukung kualitas, legalitas, kapasitas produksi dan akses pasar yang memadai. Asosiasi Pengusaha Elang...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 10 September 2026, Keberhasilan sepuluh UMKM pangan menembus jaringan ritel modern menjadi sinyal kuat bahwa produk lokal Indonesia mampu bersaing apabila didukung kualitas, legalitas, kapasitas produksi dan akses pasar yang memadai. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang (ETH) mendorong keberhasilan tersebut direplikasi secara lebih luas agar semakin banyak UMKM memperoleh kontrak dagang berkelanjutan.

Kementerian Perdagangan menyatakan sepuluh produk pangan UMKM binaannya siap memasuki 19 gerai AEON Indonesia. Produk tersebut merupakan hasil kurasi terhadap 121 UMKM unggulan binaan Kemendag dari pemenang UKM Pangan Award dan peserta Pangan Nusa Expo.

banner 468x60

UMKM Harus Bergerak dari Pameran Menuju Kontrak Dagang

Masuknya produk UMKM ke ritel modern menjadi perkembangan penting karena tantangan usaha kecil bukan hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi memastikan produk tersebut memperoleh pasar yang stabil.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menyatakan:

“UMKM Indonesia jangan hanya diberi ruang pameran, tetapi harus dibukakan jalan menuju pasar yang berkelanjutan. Keberhasilan sepuluh UMKM masuk ke 19 gerai AEON menunjukkan produk lokal mampu memenuhi standar ritel modern apabila dipersiapkan dengan serius.”

Menurut ETH, pola pembinaan UMKM perlu semakin berorientasi pada hasil komersial. Pelatihan, kurasi dan pameran harus memiliki jalur lanjutan menuju pertemuan dengan pembeli, negosiasi bisnis hingga kontrak pemasokan.

Persaingan Masuk Ritel Modern Tinggi

Minat UMKM untuk memasuki jaringan ritel modern juga besar. Dalam program open call kurasi calon pemasok AEON, lebih dari 1.200 UMKM sektor makanan, minuman, kecantikan dan kesehatan mendaftar.

Kemendag juga menyebut lebih dari 77 persen produk yang mengisi supermarket AEON Indonesia merupakan produk dalam negeri. AEON telah bekerja sama dengan lebih dari 100 mitra UMKM dengan lebih dari 500 SKU produk.

Angka tersebut menunjukkan peluang pasar tersedia, tetapi persaingannya menuntut kesiapan usaha.

ETH Dorong Standar “Siap Ritel”

Bagi pengusaha, masuk ritel modern membawa tuntutan yang berbeda dibanding penjualan konvensional. Produk harus memiliki kualitas yang konsisten, legalitas yang sesuai, kemasan profesional, kapasitas produksi mencukupi serta kemampuan menjaga kontinuitas distribusi.

ETH karena itu mendorong pengusaha melakukan pembenahan dari sisi legalitas, standardisasi produk, desain kemasan, struktur harga, kapasitas produksi, manajemen persediaan dan distribusi.

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menegaskan:

“Produk lokal tidak boleh kalah hanya karena persoalan kemasan, administrasi atau kapasitas produksi. Tugas organisasi pengusaha adalah membantu anggotanya memenuhi standar pasar dan mempertemukannya langsung dengan pembeli.”

ETH Siapkan Modern Retail Access Desk

Sebagai langkah konkret, ETH mendorong pembentukan Modern Retail Access Desk ETH sebagai pusat pendampingan akses pasar bagi pengusaha dan UMKM.

Program tersebut diarahkan untuk melakukan kurasi produk anggota, pemeriksaan kesiapan legalitas dan sertifikasi, evaluasi kemasan dan harga, pemetaan kemampuan produksi serta business matching dengan supermarket, minimarket, distributor, hotel, restoran dan perusahaan besar.

ETH juga dapat membangun database UMKM siap ritel berdasarkan sektor, lokasi, kapasitas produksi dan jenis produk. Database tersebut selanjutnya dapat digunakan ketika jaringan ritel atau perusahaan besar membutuhkan pemasok baru.

Targetnya Transaksi Nyata

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai keberhasilan program organisasi tidak semestinya hanya dihitung dari jumlah seminar atau peserta kegiatan.

“ETH ingin menjadi jembatan antara pengusaha dan pasar. Ukuran keberhasilannya harus konkret: berapa produk anggota yang berhasil masuk ritel, berapa kontrak dagang yang diperoleh, dan seberapa besar peningkatan omzet pengusaha.”

Dengan pendekatan tersebut, ETH ingin mengambil peran aktif dalam membangun ekosistem yang membawa UMKM dari produksi → standardisasi → kurasi → pembiayaan → distribusi → kontrak dagang.

Keberhasilan sepuluh UMKM memasuki 19 gerai AEON dapat menjadi contoh bahwa peningkatan kelas UMKM dapat diwujudkan apabila pemerintah, organisasi pengusaha, perusahaan besar dan jaringan ritel bekerja dalam satu ekosistem.

ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
“Pengusaha Kuat, Indonesia Maju.”

banner 336x280