EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Ekonomi, Global

2.065 ASN Ikuti Latsarmil Komcad Gelombang II, DPN Elang Tiga Hambalang: Bela Negara Harus Perkuat Disiplin, Integritas dan Pelayanan Rakyat

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

JAKARTA — Dewan Pimpinan Nasional **Elang Tiga Hambalang (DPN ETH)** menyambut positif pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) **Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara Gelombang II Tahun Anggaran 2026** yang resmi dimulai di Halim, Jakarta, pada Senin, 24 Agustus 2026. Sebanyak...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

JAKARTA — Dewan Pimpinan Nasional **Elang Tiga Hambalang (DPN ETH)** menyambut positif pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) **Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara Gelombang II Tahun Anggaran 2026** yang resmi dimulai di Halim, Jakarta, pada Senin, 24 Agustus 2026.

Sebanyak **2.065 ASN yang dinyatakan lulus seleksi** mengikuti Latsarmil tersebut. Kementerian Pertahanan menyatakan pendidikan dijadwalkan berlangsung hingga **8 Oktober 2026**. Pembukaan dipimpin Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema di Lapangan Brigade Parako 1 Pasgat, Halim.

banner 468x60

**Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal** bersama **Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma** menilai penguatan Komponen Cadangan merupakan bagian penting dari upaya membangun kesiapan nasional, sepanjang dilaksanakan berdasarkan undang-undang, profesional, proporsional serta tidak mengurangi fungsi utama ASN sebagai pelayan masyarakat.

## 2.065 ASN dari Puluhan Kementerian dan Lembaga

Data yang diberitakan ANTARA menyebut **2.065 peserta berasal dari 50 kementerian/lembaga**, terdiri atas **1.317 peserta laki-laki dan 748 peserta perempuan**. Setelah dinyatakan lulus seleksi, peserta diarahkan mengikuti pendidikan di lima satuan pendidikan TNI.

Lima lokasi pendidikan tersebut meliputi **Pusdikkes Puskesad, Brigif 1 Pasmar, Pusbahasa Kodiklat TNI AU, Batalyon 461 Pasgat dan Batalyon 465 Pasgat**.

Kementerian Pertahanan menjelaskan pembentukan Komcad dari unsur ASN kementerian dan lembaga merupakan bentuk sinergi untuk memperkuat pertahanan negara. Peserta juga diharapkan semakin profesional, berintegritas dan mempunyai karakter bela negara dengan tetap membawa nilai-nilai ASN BerAKHLAK.

## H. Safrizal: Bela Negara Bukan Sekadar Bisa Berbaris

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang **H. Safrizal** berpandangan pendidikan Komcad harus mampu membentuk karakter yang manfaatnya tetap terasa ketika para ASN kembali menjalankan tugas di kementerian dan lembaga masing-masing.

Menurutnya, bela negara tidak hanya diwujudkan melalui kemampuan fisik atau latihan kemiliteran.

Disiplin, kejujuran, keberanian mempertahankan kepentingan negara, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat serta kesungguhan melayani masyarakat merupakan bagian penting dari semangat bela negara.

**“Bela negara jangan hanya dimaknai bisa memakai seragam, berbaris atau mengikuti latihan fisik. Bela negara juga berarti ASN bekerja jujur, disiplin, tidak menyalahgunakan jabatan dan memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat,”** tegas **H. Safrizal**.

Ia menilai pembentukan Komcad ASN dapat memberikan nilai tambah apabila hasil pendidikan benar-benar diterapkan setelah peserta kembali bekerja.

**“Setelah selesai pendidikan, kedisiplinan dan ketangguhan yang diperoleh harus dibawa kembali ke kantor pemerintahan. Masyarakat harus ikut merasakan bahwa aparatur negara semakin cepat, tangguh, profesional dan bertanggung jawab,”** lanjutnya.

## Komcad Bukan Pengganti TNI

DPN Elang Tiga Hambalang menilai masyarakat juga perlu memperoleh penjelasan yang tepat mengenai kedudukan Komponen Cadangan.

Berdasarkan **Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara**, Komponen Utama pertahanan negara adalah **Tentara Nasional Indonesia (TNI)**.

Sementara Komponen Cadangan merupakan sumber daya nasional yang telah dipersiapkan untuk dikerahkan melalui mekanisme mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan serta kemampuan Komponen Utama.

Dengan demikian, pembentukan Komcad **tidak berarti mengubah seluruh pesertanya menjadi prajurit aktif TNI dalam kehidupan sehari-hari**.

Kerangka hukum pengelolaan Komcad lebih lanjut diatur melalui **Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021**, yang mengatur pembentukan, pembinaan, masa pengabdian, mobilisasi serta demobilisasi Komponen Cadangan.

DPN ETH menilai pemahaman tersebut penting agar tidak muncul persepsi bahwa pelatihan Komcad berarti “militerisasi” seluruh ASN.

## Ganda Satria Dharma: ASN Tetap Pelayan Publik

Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang **Ganda Satria Dharma** menegaskan pembentukan karakter pertahanan tidak boleh menghilangkan identitas profesional ASN.

**“ASN tetap mempunyai tugas utama melayani masyarakat dan menjalankan pemerintahan. Pendidikan Komcad harus memperkuat karakter, bukan menggeser fungsi aparatur sipil menjadi fungsi militer dalam pekerjaan sehari-hari,”** ujar **Ganda Satria Dharma**.

Pandangan tersebut sejalan dengan penegasan Kementerian PANRB pada pelaksanaan Komcad ASN Gelombang I. Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan program tersebut tidak mengubah jati diri ASN sebagai pelayan publik dan sejak awal didorong melalui partisipasi secara sukarela.

Kementerian PANRB juga menilai disiplin, kemampuan bekerja sama dan ketangguhan yang ditempa selama Latsarmil diharapkan dapat dibawa kembali ke masing-masing instansi sehingga ASN dapat bekerja lebih efektif serta produktif.

Ganda Satria Dharma menilai prinsip tersebut harus terus dipertahankan.

**“Kalau setelah latihan mereka semakin disiplin, cepat merespons keadaan darurat, mampu bekerja dalam tekanan dan semakin kuat integritasnya, maka manfaat Komcad tidak hanya dirasakan sektor pertahanan tetapi juga pelayanan publik,”** katanya.

## Gelombang I Telah Diikuti 1.758 ASN

Program Komcad ASN 2026 sebelumnya telah melaksanakan Gelombang I.

Kementerian PANRB mencatat **1.758 ASN dari 49 kementerian/lembaga** menyelesaikan Latsarmil Komcad Gelombang I pada 5 Juni 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 1.292 peserta laki-laki dan 466 peserta perempuan.

Dengan dimulainya Gelombang II sebanyak 2.065 peserta, program pembentukan Komcad dari unsur aparatur negara pada 2026 terus diperluas.

DPN ETH menilai pemerintah selanjutnya perlu melakukan evaluasi bukan hanya terhadap jumlah peserta, tetapi terhadap hasil nyata pendidikan tersebut.

Evaluasi dapat mencakup perubahan disiplin kerja, kemampuan koordinasi, kesiapsiagaan menghadapi bencana dan keadaan darurat, kepemimpinan, kebugaran serta kualitas pelayanan publik peserta setelah kembali ke instansinya.

## Komcad Juga Harus Siap Menghadapi Ancaman Nonmiliter

H. Safrizal berpandangan kesiapan bangsa saat ini harus mempertimbangkan karakter ancaman yang semakin luas.

Indonesia bukan hanya menghadapi kemungkinan ancaman militer, tetapi juga bencana alam berskala besar, ancaman siber, gangguan infrastruktur strategis, krisis kesehatan, ancaman terhadap ketahanan pangan serta berbagai situasi darurat nasional.

Karena itu, menurut DPN ETH, kemampuan peserta Komcad juga perlu diperkuat dengan kompetensi yang dapat membantu negara dalam menghadapi berbagai keadaan luar biasa sesuai kerangka hukum.

**“Indonesia negara besar dan rawan bencana. Kedisiplinan dan kesiapan personel Komcad harus dapat menjadi kekuatan tambahan ketika bangsa menghadapi keadaan darurat, tentunya berdasarkan perintah, kewenangan dan prosedur hukum yang berlaku,”** kata H. Safrizal.

## Jangan Abaikan Kompetensi Profesi ASN

DPN Elang Tiga Hambalang menilai keunggulan Komcad dari unsur ASN justru terletak pada keragaman profesi dan keahliannya.

Kementerian Pertahanan juga menekankan bahwa peserta berasal dari kementerian dan lembaga dengan latar belakang profesi serta keahlian berbeda, dan keberagaman tersebut diharapkan menjadi kekuatan.

Menurut DPN ETH, negara membutuhkan bukan hanya kekuatan fisik tetapi juga dokter, tenaga kesehatan, ahli teknologi informasi, insinyur, ahli komunikasi, tenaga logistik, ahli administrasi, perencana hingga berbagai profesi lainnya.

Karena itu, pembinaan Komcad sebaiknya turut memperhatikan kompetensi asli setiap peserta.

**“Dokter tetap harus kuat sebagai dokter, ahli IT tetap tajam sebagai ahli IT, insinyur tetap kuat sebagai insinyur. Kedisiplinan militer menjadi penguat karakter, sementara profesi mereka menjadi kekuatan strategis negara,”** ujar Ganda Satria Dharma.

## DPN ETH Dorong Delapan Prinsip Penguatan Komcad

Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang menyampaikan **delapan prinsip** yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Komponen Cadangan dari unsur ASN:

**1. Berpedoman penuh pada konstitusi dan undang-undang.**
Seluruh pembentukan, pembinaan dan penggunaan Komcad harus berada dalam sistem pertahanan negara yang sah.

**2. Pertahankan profesionalisme ASN.**
Keikutsertaan dalam Komcad harus meningkatkan, bukan mengurangi, kualitas pelayanan publik.

**3. Bangun disiplin dan integritas.**
Karakter yang diperoleh selama pendidikan harus diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

**4. Manfaatkan kompetensi profesi.**
Keahlian peserta di bidang kesehatan, teknologi, teknik, komunikasi, administrasi dan sektor lainnya harus dipetakan sebagai kekuatan nasional.

**5. Perkuat kesiapsiagaan bencana.**
Kemampuan dasar menghadapi situasi darurat perlu menjadi bagian penting dari pembinaan.

**6. Jaga batas yang jelas antara ASN dan prajurit aktif TNI.**
Masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang fungsi masing-masing berdasarkan hukum.

**7. Lakukan evaluasi setelah pendidikan.**
Keberhasilan jangan hanya dihitung berdasarkan jumlah peserta yang lulus, tetapi dari perubahan disiplin, integritas dan kemampuan kerja.

**8. Bangun semangat bela negara seluruh masyarakat.**
Bela negara tidak hanya menjadi kewajiban Komcad, tetapi dapat dilaksanakan seluruh warga sesuai profesi dan kemampuan masing-masing.

## H. Safrizal: Negara Kuat Membutuhkan Rakyat yang Siap dan Aparatur yang Berintegritas

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang **H. Safrizal** mengatakan kekuatan pertahanan Indonesia tidak boleh hanya dibebankan kepada TNI.

Sistem pertahanan negara Indonesia dibangun dengan prinsip semesta yang melibatkan sumber daya nasional yang dipersiapkan secara dini untuk menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. Prinsip tersebut menjadi salah satu dasar UU Nomor 23 Tahun 2019.

**“TNI harus kuat sebagai Komponen Utama. Komponen Cadangan harus siap memperkuat ketika negara membutuhkan. Tetapi yang tidak kalah penting adalah seluruh rakyat Indonesia mempunyai kesadaran bahwa menjaga negara adalah tanggung jawab bersama,”** tegas H. Safrizal.

Ia menambahkan bahwa aparatur negara mempunyai posisi strategis karena selain menjadi bagian dari masyarakat, ASN merupakan pelaksana pemerintahan dan pelayanan publik.

**“Negara kuat membutuhkan pertahanan yang kuat. Tetapi negara juga membutuhkan aparatur yang jujur, berintegritas, disiplin dan benar-benar mengabdi kepada rakyat. Dua hal itu harus berjalan bersama,”** katanya.

Sekretaris Jenderal **Ganda Satria Dharma** berharap pendidikan 2.065 ASN pada Gelombang II menghasilkan aparatur yang tidak hanya memiliki ketahanan fisik, tetapi juga semakin kuat dalam kepemimpinan, kerja sama, kedisiplinan dan semangat pengabdian.

DPN Elang Tiga Hambalang mendukung penguatan sistem pertahanan semesta sepanjang dilaksanakan **berdasarkan konstitusi, undang-undang, profesionalisme serta tetap menjaga supremasi sipil dan fungsi utama ASN sebagai pelayan masyarakat**.

### **DPN ELANG TIGA HAMBALANG**

# **BELA NEGARA BUKAN SEKADAR SERAGAM — BANGUN DISIPLIN, PERKUAT INTEGRITAS, JAGA NKRI, LAYANI RAKYAT!**

banner 336x280