EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Daerah, Global, Lingkungan

64 Titik Panas Terdeteksi di Sumut, Bahar Effendi Pulungan: Jangan Tunggu Api Membesar

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Medan, Sumatera Utara — Selasa, 25 Agustus 2026. Sebanyak 64 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Utara berdasarkan pemantauan pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi peringatan agar pemerintah daerah, aparat terkait, perusahaan perkebunan, petani, dan masyarakat...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Medan, Sumatera Utara — Selasa, 25 Agustus 2026. Sebanyak 64 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Utara berdasarkan pemantauan pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi peringatan agar pemerintah daerah, aparat terkait, perusahaan perkebunan, petani, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan keterangan BMKG, titik panas tersebut terpantau melalui pengamatan satelit. Sebarannya meliputi Karo 14 titik, Labuhanbatu Utara 8 titik, Labuhanbatu 7 titik, Padang Lawas Utara 7 titik, Dairi 6 titik, Humbang Hasundutan 6 titik, Labuhanbatu Selatan 3 titik, Tapanuli Selatan 2 titik, Tapanuli Utara 2 titik, serta masing-masing satu titik di Asahan, Langkat, dan Pakpak Bharat.

banner 468x60

Pada skala Pulau Sumatera, BMKG juga mencatat 2.945 titik panas berdasarkan pembaruan data 24 Agustus. Sumatera Selatan tercatat 1.429 titik, Riau 491, Jambi 437, sementara Sumatera Utara 64 titik. Data tersebut memperlihatkan bahwa potensi karhutla sedang menjadi persoalan yang perlu diwaspadai secara lebih luas di Pulau Sumatera.

Bahar Effendi Pulungan: Jangan Tunggu Api Membesar

Ketua DPP Elang Tiga Hambalang (ETH) Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, SH, menilai kemunculan puluhan titik panas harus menjadi alarm dini bagi seluruh pihak terkait.

“Jangan menunggu api membesar dan asap mengganggu masyarakat baru semua bergerak. Ketika titik panas sudah terdeteksi, langkah pencegahan dan pengecekan lapangan harus dilakukan sedini mungkin,” kata Bahar.

Menurutnya, pemerintah kabupaten/kota terutama di wilayah dengan jumlah hotspot tinggi perlu memastikan kesiapan personel, peralatan pemadaman, sumber air serta koordinasi antarlembaga.

Bahar juga meminta perusahaan perkebunan dan pihak yang mengelola kawasan dalam skala besar memastikan wilayah kerjanya tidak menjadi sumber kebakaran.

“Perusahaan perkebunan harus memastikan sistem pencegahan kebakaran berjalan. Masyarakat dan petani juga harus diberikan edukasi. Pencegahan jauh lebih baik daripada kita menghadapi kebakaran yang sudah meluas,” ujarnya.

Karo Catat Hotspot Terbanyak

Dari data tersebut, Kabupaten Karo menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Sumatera Utara, yakni 14 titik, disusul Labuhanbatu Utara delapan titik serta Labuhanbatu dan Padang Lawas Utara masing-masing tujuh titik.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran ketika membersihkan lahan. Kondisi cuaca yang tidak menentu dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.

DPP ETH Sumut menilai pemerintah daerah perlu melakukan pengecekan terhadap lokasi hotspot dan menyampaikan perkembangan penanganannya secara terbuka kepada masyarakat.

ETH Sumut Minta Pencegahan Dilakukan dari Hulu

Bahar mengatakan penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan harus dilakukan dari hulu, termasuk pemetaan daerah rawan, patroli lapangan dan kesiapan menghadapi kondisi kering.

“Keselamatan masyarakat, lingkungan dan keberlangsungan aktivitas ekonomi harus menjadi perhatian. Kita tidak ingin kebakaran meluas kemudian masyarakat yang harus menanggung dampaknya,” tegas Bahar.

DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara menyatakan akan mengikuti perkembangan kondisi hotspot di berbagai kabupaten/kota dan mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan.

Catatan redaksi: Data 64 hotspot bersumber dari keterangan BMKG

banner 336x280