Gerakan Pangan Murah Digelar di Tiga Pasar Karo, DPP ETH Sumut: Jaga Harga, Lindungi Daya Beli Masyarakat
Karo, Sumatera Utara — Kamis, 27 Agustus 2026 Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak se-Sumatera Utara 2026 digelar di tiga pusat pasar utama Kabupaten Karo sebagai langkah menjaga ketersediaan pasokan sekaligus stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Perum Bulog Cabang Kabanjahe bersama...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Karo, Sumatera Utara — Kamis, 27 Agustus 2026 Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak se-Sumatera Utara 2026 digelar di tiga pusat pasar utama Kabupaten Karo sebagai langkah menjaga ketersediaan pasokan sekaligus stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Perum Bulog Cabang Kabanjahe bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo serta Bank Indonesia menggelar kegiatan tersebut mulai Kamis, 27 Agustus 2026 di Pusat Pasar Kabanjahe, dilanjutkan Jumat, 28 Agustus di Pusat Pasar Berastagi, dan Senin, 31 Agustus di Pusat Pasar Tigapanah.
Program tersebut mendapat perhatian Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Elang Tiga Hambalang (DPP ETH) Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, SH. Ia menilai intervensi pangan murah penting untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
“Kami mengapresiasi Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Karo. Program seperti ini menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Yang harus dijaga bukan hanya ketersediaan barang, tetapi juga keterjangkauan harga sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi,” ujar Bahar Effendi Pulungan, SH.
Faktanya
Gerakan Pangan Murah di Karo dilaksanakan secara bertahap di Kabanjahe, Berastagi, dan Tigapanah. Bulog menyatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga bahan pokok.
Program ini bukan langkah yang berdiri sendiri. Pada Juli 2026, Bulog bersama Badan Pangan Nasional juga memperluas GPM di Kabupaten Karo melalui penambahan titik distribusi beras SPHP dan MinyaKita.
Saat itu Bulog Sumut menyatakan telah menyiapkan sekitar 700 ton beras dan 200 ribu liter minyak goreng untuk mendukung kebutuhan program pangan murah di wilayah tersebut.
Apa yang Terjadi?
Pemerintah dan Bulog terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas pasar dan memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.
Secara lebih luas, Bulog Sumut juga meningkatkan penyaluran beras SPHP. Pada pekan yang dilaporkan 20 Agustus 2026, penyaluran kepada mitra mencapai sekitar 450 ton per hari, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang berada pada kisaran 300–350 ton per hari. Penyaluran dilakukan melalui pasar rakyat, GPM, kerja sama dengan TNI/Polri serta pemerintah daerah.
Bahar: Jangan Hanya Seremonial
Bahar Effendi Pulungan, SH berharap Gerakan Pangan Murah dilakukan secara konsisten dan dievaluasi berdasarkan dampaknya terhadap masyarakat.
“Jangan sampai Gerakan Pangan Murah hanya ramai ketika kegiatan berlangsung. Kita ingin dampaknya benar-benar terasa. Ketika harga komoditas tertentu mulai mengalami tekanan, pemerintah harus cepat hadir sebelum kenaikan harga membebani masyarakat,” katanya.
Menurut Bahar, pengawasan distribusi juga penting agar komoditas pangan yang dialokasikan untuk masyarakat benar-benar sampai kepada konsumen dan tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan secara tidak wajar.
ETH Sumut Tawarkan Empat Langkah
DPP ETH Sumut mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperluas titik Gerakan Pangan Murah hingga wilayah yang akses pangannya masih terbatas, melakukan pemantauan harga secara rutin, memastikan distribusi pangan tepat sasaran, serta memperkuat koordinasi dengan Bulog, pelaku usaha dan kelompok masyarakat.
Bahar juga mengingatkan bahwa kebijakan menjaga harga konsumen perlu berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap petani.
“Masyarakat membutuhkan harga pangan yang terjangkau, tetapi petani juga harus memperoleh harga yang layak. Keseimbangan inilah yang harus dijaga. Konsumen jangan terbebani dan petani jangan dirugikan,” tegasnya.
DPP ETH Sumut menyatakan siap ikut mengawasi dan menyampaikan aspirasi masyarakat apabila ditemukan persoalan terkait harga maupun distribusi kebutuhan pokok di daerah.
“Pangan menyangkut kebutuhan setiap keluarga. Negara harus hadir memastikan barang tersedia, harga terkendali dan distribusinya berjalan dengan baik. ETH Sumut mendukung program yang benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” tutup Ketua DPP Elang Tiga Hambalang Sumatera Utara, Bahar Effendi Pulungan, SH.
Sumber fakta: ANTARA Sumatera Utara; Perum Bulog.





