WISATA BELANJA DIDORONG JADI MESIN EKONOMI, PENGUSAHA ETH: JADIKAN PRODUK DAERAH TUAN RUMAH
*JAKARTA, 28 AGUSTUS 2026** — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai dorongan pemerintah menjadikan **wisata belanja sebagai salah satu motor pertumbuhan perdagangan domestik** harus dimanfaatkan untuk memperbesar pasar produk lokal, UMKM, industri kreatif, kuliner, ritel, dan berbagai usaha daerah. Kementerian...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
*JAKARTA, 28 AGUSTUS 2026** — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai dorongan pemerintah menjadikan **wisata belanja sebagai salah satu motor pertumbuhan perdagangan domestik** harus dimanfaatkan untuk memperbesar pasar produk lokal, UMKM, industri kreatif, kuliner, ritel, dan berbagai usaha daerah.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat pada Januari–Juni 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai **7,45 juta kunjungan**, tumbuh **5,71 persen secara tahunan**, sementara perjalanan wisatawan nusantara mencapai **630,41 juta perjalanan**, tumbuh **2,71 persen**. ([Kementerian Koperasi dan UKM][1])
Di sisi lain, berdasarkan data yang dikutip pemerintah dari Bank Indonesia, sepanjang semester pertama 2026 terdapat sekitar **4,46 juta perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri** dengan pembayaran jasa perjalanan mencapai sekitar **USD6,7 miliar**. Pemerintah menilai angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk menarik lebih banyak belanja masyarakat agar terjadi di dalam negeri. ([Kementerian Koperasi dan UKM][1])
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai momentum tersebut harus dijawab dengan memperkuat daya tarik produk Indonesia.
**Wisatawan jangan hanya datang melihat destinasi. Mereka harus pulang membawa produk Indonesia.**
## WISATA BELANJA HARUS JADI PASAR BESAR PRODUK LOKAL
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pariwisata dan perdagangan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Setiap destinasi wisata seharusnya mempunyai ekosistem perdagangan yang kuat.
Hotel, restoran, bandara, terminal, objek wisata, pusat oleh-oleh dan kawasan kuliner dapat menjadi etalase produk daerah.
Produk yang dijual tidak harus sebatas suvenir.
Peluangnya jauh lebih luas, mulai dari:
* makanan dan minuman;
* kopi;
* produk pertanian;
* batik dan tenun;
* kerajinan;
* fesyen;
* kosmetik;
* furnitur kecil;
* produk kreatif;
* hingga berbagai barang khas daerah.
## 7,45 JUTA WISMAN ADALAH PASAR
Asosiasi menilai jutaan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia bukan hanya pasar bagi hotel dan transportasi.
Mereka juga merupakan calon konsumen produk Indonesia.
Jika setiap wisatawan membeli produk lokal, nilai ekonominya dapat menyebar langsung kepada produsen dan UMKM.
BPS mencatat kunjungan wisman pada Juni 2026 saja mencapai **1,39 juta kunjungan**, sedangkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada bulan tersebut mencapai **107,19 juta perjalanan**. ([Badan Pusat Statistik Indonesia][2])
Karena itu, Asosiasi mendorong strategi pariwisata nasional memasukkan indikator belanja produk lokal sebagai salah satu ukuran keberhasilan.
## JANGAN BIARKAN UANG BELANJA LARI KE LUAR NEGERI
Nilai sekitar USD6,7 miliar yang dibelanjakan wisatawan Indonesia untuk jasa perjalanan di luar negeri selama semester I menunjukkan besarnya daya beli masyarakat.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai Indonesia harus mampu menyediakan pengalaman belanja dalam negeri yang lebih menarik.
Bukan berarti masyarakat tidak boleh bepergian ke luar negeri.
Namun produk, pusat belanja dan destinasi Indonesia harus dibuat semakin kompetitif agar lebih banyak uang masyarakat berputar di dalam perekonomian nasional.
**Semakin banyak uang berputar di dalam negeri, semakin besar manfaatnya bagi pengusaha, pekerja dan penerimaan negara.**
## PRODUK DAERAH HARUS MASUK HOTEL DAN KAWASAN WISATA
Asosiasi mendorong adanya kemitraan antara industri pariwisata dengan UMKM.
Hotel dapat menggunakan produk lokal untuk amenitas kamar.
Restoran dapat membeli bahan pangan dari produsen daerah.
Pusat wisata dapat menyediakan ruang penjualan produk UMKM.
Penyelenggara acara dapat menggunakan suvenir dari pengrajin lokal.
Model seperti ini akan membuat aktivitas wisata menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang.
## KOPERASI DESA BISA JADI JALUR DISTRIBUSI
Pemerintah juga mendorong perluasan ekosistem perdagangan hingga wilayah pedesaan melalui **Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih**, termasuk sebagai jalur pemasaran produk masyarakat daerah. ([Kementerian Koperasi dan UKM][1])
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai gagasan tersebut dapat dikembangkan apabila koperasi benar-benar dikelola profesional.
Koperasi dapat membantu mengumpulkan produk UMKM, memperkuat distribusi dan menghubungkan produsen desa dengan pasar wisata.
Namun koperasi harus mempunyai tata kelola, pembukuan dan manajemen yang sehat.
## KURASI PRODUK DAERAH HARUS DIPERKUAT
Tidak semua produk dapat langsung masuk pasar wisata.
Asosiasi mendorong program kurasi berdasarkan:
* kualitas;
* keamanan produk;
* kemasan;
* kapasitas produksi;
* konsistensi pasokan;
* harga;
* dan legalitas.
Produk yang lolos kemudian dapat dipromosikan melalui hotel, bandara, marketplace, pusat oleh-oleh dan berbagai kegiatan pariwisata.
Dengan cara tersebut, promosi daerah tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi transaksi.
## UMKM PERLU DILATIH MENGHADAPI WISATAWAN ASING
Pasar wisatawan internasional mempunyai kebutuhan yang berbeda.
Pengusaha perlu memahami standar kemasan, bahasa, pembayaran, pelayanan dan kebutuhan konsumen.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pelatihan dasar bagi UMKM di destinasi wisata.
Informasi produk setidaknya tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Pembayaran digital harus mudah.
Harga harus transparan.
Pelayanan harus profesional.
## QRIS DAN PEMBAYARAN DIGITAL MEMPERMUDAH BELANJA
Perkembangan pembayaran digital dapat membantu wisata belanja.
Wisatawan tidak harus membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Asosiasi mendorong merchant di kawasan wisata menggunakan sistem pembayaran yang aman dan mudah.
Penggunaan QRIS antarnegara juga berpotensi memperluas kenyamanan transaksi bagi wisatawan dari negara mitra.
Semakin mudah pembayaran, semakin kecil hambatan bagi konsumen untuk berbelanja.
## WISATA BELANJA HARUS TERHUBUNG DENGAN E-COMMERCE
Pengalaman belanja seharusnya tidak berakhir ketika wisatawan pulang.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong UMKM menyertakan identitas digital pada produk.
Misalnya melalui:
* toko online;
* marketplace;
* media sosial;
* QR menuju katalog;
* atau kontak bisnis.
Dengan demikian, wisatawan yang menyukai suatu produk dapat melakukan pembelian kembali setelah kembali ke daerah atau negaranya.
Satu pembelian wisata dapat berubah menjadi pelanggan jangka panjang.
## FESTIVAL DAN EVENT HARUS JADI PANGGUNG UMKM
Indonesia mempunyai banyak festival budaya, olahraga, musik dan event internasional.
Asosiasi menilai setiap event harus memiliki ruang yang kuat bagi produk daerah.
Kehadiran ribuan pengunjung merupakan pasar yang tidak boleh terbuang.
UMKM dapat diseleksi dan ditempatkan dalam area khusus.
Dengan demikian, event tidak hanya memberi dampak kepada hotel dan transportasi, tetapi juga produsen lokal.
## PRODUK LOKAL HARUS PUNYA CERITA
Dalam wisata belanja, konsumen tidak hanya membeli barang.
Mereka juga membeli pengalaman dan cerita.
Batik dengan cerita daerah.
Kopi dengan asal kebun.
Kerajinan dengan tradisi lokal.
Makanan dengan sejarah wilayah.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pengusaha membangun narasi produk yang menarik.
Cerita yang kuat dapat meningkatkan nilai sebuah produk.
## HARGA DAN KUALITAS HARUS KOMPETITIF
Ajakan membeli produk lokal tidak cukup jika kualitasnya tidak bersaing.
Asosiasi menilai pelaku usaha harus terus meningkatkan standar.
Konsumen akan membeli produk dalam negeri apabila kualitas, desain, harga dan pelayanan menarik.
Keberpihakan kepada produk lokal harus berjalan bersama peningkatan daya saing.
## LOGISTIK JUGA MENENTUKAN
Wisatawan sering enggan membeli barang besar karena sulit dibawa pulang.
Asosiasi mendorong kerja sama antara merchant dan perusahaan logistik.
Produk dapat dibeli di destinasi dan dikirim langsung ke alamat konsumen.
Model ini sangat membantu untuk furnitur, kerajinan dan barang berukuran besar.
## PENGUSAHA ETH DORONG ENAM AGENDA WISATA BELANJA
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong:
1. **Jadikan kawasan wisata sebagai etalase produk lokal.**
2. **Hubungkan hotel, restoran dan pelaku wisata dengan UMKM daerah.**
3. **Kurasi produk agar memenuhi standar nasional dan internasional.**
4. **Perluas pembayaran digital dan pemasaran online.**
5. **Gunakan festival serta event sebagai pasar bagi pengusaha lokal.**
6. **Bangun jalur distribusi agar produk daerah dapat dibeli kembali setelah wisatawan pulang.**
## PENGUSAHA ETH: WISATAWAN DATANG, UANG HARUS BERPUTAR DI DAERAH
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai peningkatan kunjungan wisatawan harus menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Wisatawan datang.
Hotel terisi.
Restoran ramai.
Transportasi bergerak.
Namun UMKM dan produsen lokal juga harus memperoleh transaksi.
**“Wisata belanja harus menjadi kesempatan membuat produk daerah menjadi tuan rumah. Wisatawan yang datang ke Indonesia harus semakin mudah menemukan, membeli dan membawa pulang produk Indonesia.”**
Asosiasi mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri pariwisata dan organisasi pengusaha membangun ekosistem perdagangan yang terintegrasi dengan pariwisata.
### WISATAWAN DATANG, PRODUK LOKAL TERJUAL, UMKM TUMBUH, EKONOMI DAERAH KUAT.





