ATURAN PEMAGANGAN LULUSAN PERGURUAN TINGGI DIPERBARUI, PENGUSAHA ETH DORONG MAGANG BERUJUNG KOMPETENSI DAN KERJA
JAKARTA, 28 AGUSTUS 2026** — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai terbitnya **Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 12 Tahun 2026** tentang perubahan ketiga atas pedoman pemberian bantuan pemerintah untuk Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
JAKARTA, 28 AGUSTUS 2026** — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai terbitnya **Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 12 Tahun 2026** tentang perubahan ketiga atas pedoman pemberian bantuan pemerintah untuk Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata dunia usaha.
Peraturan tersebut ditetapkan pada **24 Agustus 2026** dan diundangkan pada **27 Agustus 2026**, serta saat ini berstatus berlaku. Regulasi itu mengubah kembali Permenaker Nomor 8 Tahun 2025 mengenai pedoman bantuan pemerintah bagi Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi. ([JDIH Kemnaker][1])
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang memandang pemagangan mempunyai posisi strategis dalam mengurangi kesenjangan antara kemampuan lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan perusahaan.
**Magang harus menjadi jembatan menuju dunia kerja, bukan sekadar menjadi periode bekerja sementara tanpa peningkatan kompetensi yang jelas.**
## DUNIA USAHA BUTUH TENAGA KERJA SIAP PAKAI
Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang bukan hanya mempunyai ijazah, tetapi juga memahami lingkungan kerja.
Lulusan baru sering mempunyai pengetahuan akademik yang baik tetapi belum memiliki pengalaman dalam menghadapi target, prosedur, teknologi, budaya kerja dan tanggung jawab profesional.
Program pemagangan dapat menjadi ruang untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai perusahaan harus menggunakan program magang untuk memberikan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia industri.
## PROGRAM MAGANG HARUS MEMILIKI TARGET KOMPETENSI
Asosiasi mendorong agar setiap peserta magang mempunyai rencana pembelajaran yang jelas.
Peserta harus mengetahui:
* keterampilan apa yang akan dipelajari;
* siapa pembimbingnya;
* bagaimana penilaiannya;
* dan kompetensi apa yang harus dikuasai setelah program selesai.
Tanpa target seperti itu, kegiatan magang berisiko hanya berubah menjadi pekerjaan rutin.
**Peserta magang harus pulang membawa kemampuan baru, bukan hanya surat keterangan pernah magang.**
## PERUSAHAAN JANGAN JADIKAN PESERTA MAGANG TENAGA MURAH
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mengingatkan bahwa pemagangan harus tetap berorientasi pada pembelajaran.
Peserta magang memang dapat dilibatkan dalam kegiatan perusahaan.
Namun aktivitas tersebut harus berkaitan dengan peningkatan keterampilan.
Perusahaan jangan menggunakan program pemagangan sebagai cara menggantikan tenaga kerja tetap atau semata-mata menekan biaya.
Prinsip tersebut penting agar program tetap dipercaya oleh lulusan, perguruan tinggi dan masyarakat.
## MAGANG HARUS MEMBUKA PELUANG REKRUTMEN
Asosiasi menilai salah satu indikator keberhasilan program pemagangan adalah seberapa banyak peserta kemudian memperoleh pekerjaan.
Perusahaan dapat menggunakan masa magang untuk mengenali kemampuan calon tenaga kerja.
Peserta yang menunjukkan kinerja baik dapat diprioritaskan dalam proses rekrutmen sesuai kebutuhan perusahaan.
Dengan pola tersebut, perusahaan memperoleh tenaga kerja yang sudah mengenal lingkungan kerja, sementara peserta memperoleh peluang karier yang lebih jelas.
## PERGURUAN TINGGI DAN INDUSTRI HARUS LEBIH DEKAT
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong kerja sama yang lebih erat antara perusahaan dengan perguruan tinggi.
Dunia usaha dapat memberikan informasi mengenai keahlian yang sedang dibutuhkan.
Perguruan tinggi kemudian dapat menyesuaikan sebagian program pembelajaran, pelatihan maupun kegiatan magang.
Kolaborasi tersebut akan memperkecil ketidaksesuaian antara lulusan dan kebutuhan lapangan kerja.
## PROGRAM HARUS SESUAI KEBUTUHAN SEKTOR USAHA
Tidak semua perusahaan membutuhkan kompetensi yang sama.
Industri manufaktur membutuhkan teknisi, operator dan tenaga engineering.
Ekonomi digital membutuhkan programmer, analis data dan pemasaran digital.
Logistik membutuhkan tenaga operasional dan manajemen rantai pasok.
Perbankan membutuhkan tenaga keuangan dan manajemen risiko.
UMKM membutuhkan tenaga pemasaran, pembukuan dan teknologi.
Karena itu, program magang harus dirancang berdasarkan kebutuhan masing-masing sektor.
## UMKM JUGA BISA MENJADI TEMPAT MAGANG
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai program pemagangan jangan hanya terpusat pada perusahaan besar.
UMKM dan perusahaan menengah juga dapat menjadi tempat pembelajaran yang baik apabila memenuhi persyaratan dan mempunyai pembimbing.
Bahkan pada usaha kecil, peserta dapat belajar langsung berbagai aspek bisnis sekaligus.
Mulai dari produksi, pemasaran, keuangan, pelayanan pelanggan hingga distribusi.
Pada saat yang sama, kehadiran lulusan perguruan tinggi dapat membantu UMKM mengadopsi teknologi dan tata kelola yang lebih baik.
## PESERTA MAGANG BISA MEMBANTU DIGITALISASI UMKM
Lulusan muda umumnya lebih familiar dengan teknologi.
Asosiasi mendorong program pemagangan juga diarahkan untuk membantu transformasi digital perusahaan kecil.
Peserta dapat membantu UMKM:
* membuat katalog digital;
* mengelola media sosial;
* menggunakan marketplace;
* membuat pembukuan digital;
* menganalisis penjualan;
* dan meningkatkan pemasaran.
Dengan demikian, program menghasilkan manfaat dua arah.
Peserta memperoleh pengalaman.
UMKM mendapatkan tambahan kemampuan.
## PEMBIMBING DI PERUSAHAAN HARUS SERIUS
Kualitas pemagangan sangat bergantung kepada pembimbing.
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong perusahaan menunjuk mentor yang benar-benar mempunyai kemampuan dan waktu untuk membimbing peserta.
Mentor bukan hanya memberi tugas.
Mentor harus menjelaskan cara kerja, mengevaluasi hasil dan memberikan masukan.
Tanpa pembimbing yang aktif, proses pembelajaran akan sulit berjalan.
## KESELAMATAN DAN ETIKA KERJA HARUS DIAJARKAN
Program magang juga harus mengenalkan peserta pada standar keselamatan dan etika profesional.
Di sektor industri, peserta harus memahami prosedur keselamatan kerja.
Di sektor jasa, peserta perlu memahami perlindungan data dan kerahasiaan informasi.
Di semua sektor, disiplin, komunikasi dan tanggung jawab menjadi bagian penting dari kompetensi kerja.
## PEMAGANGAN BISA MENGURANGI BIAYA REKRUTMEN PERUSAHAAN
Dari sisi bisnis, program magang mempunyai manfaat bagi perusahaan.
Perusahaan dapat melihat kemampuan peserta secara langsung sebelum melakukan rekrutmen.
Hal ini dapat mengurangi risiko salah merekrut.
Masa adaptasi karyawan baru juga menjadi lebih singkat karena peserta sudah mengenal sistem perusahaan.
Karena itu, Asosiasi menilai program magang yang berkualitas bukan beban bagi perusahaan.
Program tersebut justru dapat menjadi investasi sumber daya manusia.
## DATA PESERTA DAN KEBUTUHAN PERUSAHAAN PERLU DIPERTEMUKAN
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pemerintah membangun sistem yang mempertemukan profil lulusan dengan kebutuhan perusahaan.
Pengusaha dapat menginformasikan posisi dan kompetensi yang dibutuhkan.
Peserta dapat memilih program sesuai bidang keahliannya.
Sistem seperti itu akan meningkatkan kecocokan antara peserta dan perusahaan.
## PROGRAM MAGANG JANGAN BERHENTI DI KOTA BESAR
Kesempatan pemagangan harus tersedia di berbagai daerah.
Asosiasi mendorong pemerintah daerah, perguruan tinggi dan perusahaan lokal membangun program serupa.
Lulusan tidak harus selalu pergi ke Jakarta untuk memperoleh pengalaman.
Kawasan industri, perusahaan perkebunan, pariwisata, rumah sakit, sektor teknologi dan berbagai perusahaan daerah mempunyai potensi menjadi lokasi magang.
## PENGUSAHA ETH DORONG ENAM PRINSIP PEMAGANGAN BERKUALITAS
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong enam prinsip:
1. **Setiap magang harus mempunyai target kompetensi yang jelas.**
2. **Perusahaan wajib memberikan pembimbing yang aktif.**
3. **Peserta tidak boleh digunakan sekadar sebagai pengganti tenaga kerja murah.**
4. **Perusahaan didorong membuka jalur rekrutmen bagi peserta berprestasi.**
5. **Program harus melibatkan UMKM dan perusahaan daerah, bukan hanya korporasi besar.**
6. **Perguruan tinggi dan dunia usaha harus terus menyelaraskan keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri.**
## PENGUSAHA ETH: MAGANG HARUS MENGHASILKAN TENAGA KERJA YANG LEBIH SIAP
Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendukung kebijakan pemerintah memperkuat program pemagangan lulusan perguruan tinggi.
Namun keberhasilannya harus diukur dari hasil nyata.
Berapa peserta memperoleh kompetensi?
Berapa yang bekerja setelah magang?
Berapa perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai?
Dan berapa banyak lulusan yang akhirnya mampu membangun usaha sendiri?
**“Magang jangan hanya menjadi formalitas. Program pemagangan harus menghasilkan keterampilan, pengalaman dan peluang kerja. Dunia usaha membutuhkan tenaga muda yang siap berkembang, sementara lulusan membutuhkan pintu masuk yang nyata menuju dunia kerja.”**
### MAGANG BERKUALITAS, KOMPETENSI MENINGKAT, PERUSAHAAN KUAT, LAPANGAN KERJA TERBUKA.





