EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Ekonomi, Global

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Pengusaha ETH: Stabilitas Energi dan Kurs Jadi Kunci Dunia Usaha

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, 29 AGUSTUS 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026 menunjukkan ketahanan ekonomi nasional masih cukup kuat. Namun, dunia usaha tetap perlu mewaspadai risiko global, terutama konflik...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, 29 AGUSTUS 2026 — Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026 menunjukkan ketahanan ekonomi nasional masih cukup kuat. Namun, dunia usaha tetap perlu mewaspadai risiko global, terutama konflik geopolitik, kenaikan harga energi, penguatan dolar AS, serta volatilitas pasar keuangan.

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 sebesar 5,29 persen yoy, setelah pada triwulan I tumbuh 5,61 persen. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen, konsumsi pemerintah 15,97 persen, investasi 6,87 persen, dan ekspor 4,13 persen. ([Bank Indonesia][1])

banner 468x60

Bank Indonesia juga menilai prospek ekonomi global masih lemah dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi. Konflik di Timur Tengah telah mendorong harga minyak dan komoditas global kembali meningkat serta memperkuat tekanan terhadap mata uang negara berkembang. ([Bank Indonesia][2])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai situasi tersebut membutuhkan perhatian serius.

Pertumbuhan ekonomi harus dipertahankan, tetapi stabilitas energi, nilai tukar, biaya produksi, dan daya beli masyarakat menjadi kunci agar pengusaha tetap mampu melakukan ekspansi.

PERTUMBUHAN 5,29 PERSEN ADALAH MODAL POSITIF

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pertumbuhan di atas lima persen memberikan sinyal bahwa kegiatan ekonomi domestik tetap bergerak.

Investasi tumbuh.

Perdagangan berjalan.

Industri tetap berproduksi.

Konsumsi masyarakat masih menjadi kekuatan utama.

Namun pertumbuhan tersebut harus terus dijaga agar manfaatnya semakin terasa pada sektor riil.

Ukuran keberhasilan ekonomi tidak cukup hanya angka PDB.

Harus terlihat pada:

  • omzet usaha;
  • produksi industri;
  • investasi;
  • jumlah perusahaan baru;
  • dan penciptaan lapangan kerja.

HARGA ENERGI JADI RISIKO BESAR BAGI PENGUSAHA

Bank Indonesia mencatat meningkatnya konflik geopolitik telah kembali mendorong harga minyak dan komoditas internasional. ([Bank Indonesia][2])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai energi memiliki pengaruh langsung terhadap hampir seluruh sektor usaha.

Kenaikan energi dapat meningkatkan:

  • biaya transportasi;
  • ongkos logistik;
  • biaya listrik;
  • harga bahan baku;
  • biaya produksi;
  • hingga harga barang kepada konsumen.

Karena itu, stabilitas pasokan dan harga energi harus menjadi perhatian utama pemerintah.

INDUSTRI BUTUH ENERGI YANG KOMPETITIF

Bagi industri manufaktur, energi merupakan salah satu komponen biaya terbesar.

Pabrik tidak hanya membutuhkan energi tersedia.

Energi juga harus stabil dan memiliki harga yang memungkinkan produk Indonesia bersaing.

Asosiasi mendorong pengembangan berbagai sumber energi domestik agar ketergantungan terhadap gejolak pasar internasional semakin berkurang.

Penguatan gas, energi baru terbarukan, bioenergi, dan sumber energi nasional lainnya dapat membantu meningkatkan ketahanan industri.

RUPIAH HARUS TETAP DIJAGA

Bank Indonesia mencatat nilai tukar Rupiah pada 18 Agustus 2026 berada sekitar Rp17.855 per dolar AS, menguat 0,78 persen dibandingkan posisi akhir Juli. BI menyatakan terus menggunakan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar. ([Bank Indonesia][2])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai stabilitas Rupiah sangat penting.

Pengusaha yang menggunakan bahan baku impor akan langsung merasakan perubahan kurs.

Jika Rupiah melemah tajam, biaya pembelian mesin, bahan baku, komponen, dan berbagai barang impor dapat meningkat.

Karena itu, dunia usaha membutuhkan nilai tukar yang relatif stabil dan dapat diprediksi.

PENGUSAHA JUGA PERLU MELAKUKAN LINDUNG NILAI

Asosiasi mendorong perusahaan yang memiliki transaksi valuta asing mulai memahami instrumen lindung nilai atau hedging.

Tujuannya bukan berspekulasi.

Tujuannya melindungi perusahaan dari perubahan kurs yang terlalu tajam.

Perusahaan dengan kewajiban impor atau utang dalam valuta asing harus mempunyai strategi risiko yang jelas.

NERACA PERDAGANGAN MASIH SURPLUS, TAPI JUNI DEFISIT

BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia periode Januari–Juni 2026 masih mencatat surplus USD3,58 miliar. Namun khusus Juni 2026 terjadi defisit USD0,45 miliar, dengan ekspor sebesar USD25,46 miliar dan impor USD25,91 miliar. ([Badan Pusat Statistik Indonesia][3])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai kondisi tersebut menunjukkan ekspor nasional masih perlu diperkuat.

Indonesia harus semakin banyak menjual produk bernilai tambah.

IMPOR NAIK LEBIH CEPAT DARIPADA EKSPOR

BPS mencatat ekspor Januari–Juni 2026 tumbuh 4,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan impor tumbuh jauh lebih tinggi sebesar 18,69 persen. ([Badan Pusat Statistik Indonesia][3])

Asosiasi menilai perbedaan tersebut perlu dicermati.

Sebagian kenaikan impor dapat berkaitan dengan kebutuhan produksi, mesin, bahan baku, atau investasi.

Namun dalam jangka panjang, industri nasional harus mampu menghasilkan lebih banyak barang substitusi impor.

Indonesia harus meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri agar pertumbuhan ekonomi tidak terlalu bergantung kepada barang luar negeri.

HILIRISASI HARUS TERUS DIPERLUAS

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai hilirisasi merupakan salah satu cara memperkuat ketahanan ekonomi.

Bahan mentah seharusnya semakin banyak diolah di Indonesia.

Hilirisasi perlu mencakup:

  • mineral;
  • pertanian;
  • perkebunan;
  • perikanan;
  • kehutanan;
  • dan energi.

Dengan hilirisasi, nilai tambah meningkat dan kebutuhan tenaga kerja bertambah.

UMKM JUGA TERDAMPAK GEJOLAK GLOBAL

Risiko global bukan hanya masalah perusahaan besar.

UMKM juga dapat terkena dampak.

Harga bahan baku naik.

Ongkos kirim naik.

Daya beli konsumen berubah.

Karena itu, Asosiasi mendorong UMKM memperbaiki manajemen biaya.

Pelaku usaha harus mengetahui dengan jelas:

berapa biaya produksi;

berapa margin;

dan kapan harga perlu disesuaikan.

JANGAN LANGSUNG BEBANKAN SEMUA KENAIKAN KE KONSUMEN

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mengingatkan pengusaha agar berhati-hati menaikkan harga.

Jika seluruh kenaikan biaya langsung dibebankan kepada konsumen, permintaan dapat turun.

Pengusaha perlu meningkatkan efisiensi terlebih dahulu.

Teknologi, logistik, manajemen stok, dan perencanaan pembelian dapat digunakan untuk menekan biaya.

KONSUMSI RUMAH TANGGA HARUS TETAP KUAT

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen yoy pada triwulan II 2026. ([Bank Indonesia][1])

Asosiasi menilai daya beli masyarakat tetap menjadi fondasi penting ekonomi Indonesia.

Ketika masyarakat mempunyai penghasilan dan kepercayaan untuk berbelanja, UMKM dan perdagangan memperoleh manfaat langsung.

Karena itu, kebijakan ekonomi harus menjaga keseimbangan antara stabilitas harga, pekerjaan, dan pertumbuhan pendapatan.

INVESTASI TUMBUH 6,87 PERSEN

Bank Indonesia mencatat investasi tumbuh 6,87 persen yoy pada triwulan II 2026. ([Bank Indonesia][1])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai angka tersebut menunjukkan perusahaan masih memiliki kepercayaan untuk melakukan ekspansi.

Namun investasi yang tumbuh harus memberikan manfaat kepada pengusaha nasional.

Supplier lokal harus dilibatkan.

Tenaga kerja daerah harus dipersiapkan.

UMKM harus masuk ke rantai pasok.

SEKTOR INDUSTRI DAN PERDAGANGAN TETAP MENJADI MOTOR

BI menyebut industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, serta informasi dan komunikasi tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan. ([Bank Indonesia][1])

Asosiasi menilai sektor-sektor tersebut harus terus diperkuat.

Industri menciptakan nilai tambah.

Perdagangan menciptakan pasar.

Konstruksi menggerakkan investasi.

Teknologi meningkatkan produktivitas.

Sinergi seluruh sektor akan menentukan kemampuan Indonesia mempertahankan pertumbuhan.

RISIKO GEOPOLITIK HARUS MASUK PERENCANAAN BISNIS

KSSK pada awal Agustus juga mengingatkan adanya peningkatan risiko dari konflik geopolitik, kenaikan harga energi, volatilitas pasar global, tekanan nilai tukar, dan arus modal. ([Bank Indonesia][4])

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong perusahaan memasukkan risiko tersebut dalam rencana bisnis.

Pengusaha perlu menyiapkan skenario jika:

  • harga energi naik;
  • Rupiah melemah;
  • bahan baku terlambat;
  • jalur logistik terganggu;
  • atau permintaan ekspor turun.

Perusahaan yang mempunyai rencana cadangan akan lebih kuat menghadapi perubahan.

PENGUSAHA ETH DORONG ENAM AGENDA STABILITAS EKONOMI

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong enam agenda utama:

  1. Jaga stabilitas pasokan dan harga energi.
  2. Pertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah.
  3. Perkuat produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.
  4. Dorong ekspor produk bernilai tambah.
  5. Jaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan sektor riil.
  6. Bantu UMKM serta perusahaan nasional meningkatkan efisiensi dan manajemen risiko.

PENGUSAHA ETH: PERTUMBUHAN HARUS DIJAGA DENGAN STABILITAS

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai pertumbuhan 5,29 persen memberikan optimisme, tetapi dunia usaha tidak boleh lengah menghadapi kondisi internasional.

“Ekonomi yang tumbuh membutuhkan fondasi yang stabil. Pengusaha membutuhkan energi yang terjangkau, Rupiah yang terjaga, bahan baku yang tersedia, dan pasar yang kuat. Kalau empat hal itu dijaga, dunia usaha akan lebih berani melakukan ekspansi dan membuka pekerjaan.”

EKONOMI TUMBUH, ENERGI TERJAGA, RUPIAH STABIL, PENGUSAHA KUAT, LAPANGAN KERJA MELUAS.

banner 336x280