EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Kabut Asap Paksa Sekolah Kembali PJJ, DPN Elang Tiga Hambalang: Selamatkan Kesehatan Anak, Jangan Biarkan Pendidikan Terganggu

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Senin, 31 Agustus 2026 Dampak kebakaran hutan dan lahan kembali menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Pemerintah Kota Jambi memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa TK/PAUD, SD dan SMP mulai 31 Agustus hingga 2...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Senin, 31 Agustus 2026 Dampak kebakaran hutan dan lahan kembali menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Pemerintah Kota Jambi memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa TK/PAUD, SD dan SMP mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026 karena kualitas udara masih berada pada kondisi sangat tidak sehat dan berfluktuasi.

Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan bukan semata persoalan lingkungan. Ketika kabut asap memaksa anak-anak belajar dari rumah, dampaknya telah memasuki bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi keluarga dan aktivitas masyarakat.

banner 468x60

Kebijakan PJJ di Kota Jambi tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 24 Tahun 2026 tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara terhadap Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan Satuan Pendidikan Kota Jambi. Kebijakan diambil berdasarkan pemantauan Stasiun Air Quality Monitoring System Provinsi Jambi yang menunjukkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada pada kategori sangat tidak sehat.

Keselamatan Anak Harus Menjadi Prioritas

Selama PJJ berlangsung, guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas dari sekolah, sementara proses pembelajaran diberikan secara daring. Orang tua diminta mendampingi anak, memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan perlindungan kesehatan anak harus ditempatkan sebagai prioritas ketika pencemaran udara mencapai tingkat yang dapat membahayakan kesehatan.

DPN ETH mendukung langkah pemerintah daerah mengurangi paparan asap terhadap peserta didik. Namun organisasi juga mengingatkan bahwa pemindahan pembelajaran ke sistem daring tidak otomatis menyelesaikan seluruh persoalan.

Tidak semua keluarga memiliki kualitas internet, perangkat elektronik dan kondisi rumah yang sama untuk mengikuti pembelajaran daring.

Karena itu, keselamatan kesehatan dan keberlanjutan pendidikan harus dijaga secara bersamaan.

Kemenkes Ingatkan Risiko ISPA hingga Penyakit Jantung

Persoalan kabut asap juga telah mendapat perhatian pemerintah pusat.

Kementerian Kesehatan sebelumnya menyatakan tengah menyiapkan rekomendasi untuk mengurangi aktivitas luar ruangan, termasuk penerapan PJJ apabila kualitas udara memburuk akibat karhutla.

Kemenkes menjelaskan paparan partikel berbahaya dari asap dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan mata dan kulit, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kelompok rentan seperti anak-anak membutuhkan perhatian khusus.

DPN Elang Tiga Hambalang menilai informasi mengenai kualitas udara harus disampaikan kepada masyarakat secara cepat dan sederhana.

Warga seharusnya dapat mengetahui setiap hari apakah kualitas udara di daerahnya berada pada kategori baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat atau berbahaya serta tindakan apa yang perlu dilakukan.

Pendidikan Jangan Menjadi Korban Berkepanjangan

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma memandang pemerintah perlu memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan ketika keadaan darurat memaksa sekolah menerapkan PJJ.

DPN ETH mendorong sekolah untuk mengidentifikasi peserta didik yang mengalami keterbatasan internet maupun perangkat.

Apabila terdapat siswa yang kesulitan mengikuti pembelajaran daring, sekolah dan pemerintah daerah perlu menyiapkan alternatif, termasuk materi belajar yang dapat digunakan secara luring atau bentuk pendampingan lain yang aman.

Jangan sampai anak terlindungi dari asap, tetapi kemudian tertinggal pelajaran karena tidak memiliki telepon genggam atau kuota internet.

Persoalan tersebut menjadi semakin penting karena kabut asap tidak hanya terjadi di satu daerah. Pekanbaru sebelumnya juga menerapkan pembelajaran daring bagi peserta didik PAUD hingga SMP akibat memburuknya kualitas udara karena karhutla.

DPN ETH: Pencegahan Karhutla Harus Dimulai Sebelum Asap Datang

DPN Elang Tiga Hambalang menilai PJJ merupakan tindakan perlindungan ketika kualitas udara sudah memburuk. Namun solusi jangka panjang harus berada pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Ketika api berhasil dicegah sebelum membesar, masyarakat tidak perlu menghadapi kabut asap, rumah sakit tidak dibebani peningkatan gangguan pernapasan dan sekolah tidak harus menghentikan pembelajaran tatap muka.

Karena itu DPN ETH mendorong pemerintah memperkuat patroli wilayah rawan, kesiapan peralatan pemadaman, ketersediaan sumber air, sistem peringatan dini dan keterlibatan masyarakat.

Guru Besar Kehutanan dan Lingkungan IPB University Yanto Santosa pada perkembangan terbaru juga menilai perlu ada penghentian sementara kegiatan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar di wilayah berisiko tinggi selama kondisi kemarau dan ancaman karhutla meningkat.

Lima Langkah Perlindungan Anak dari Dampak Asap

Dari Hambalang, DPN Elang Tiga Hambalang mendorong lima langkah yang perlu diperkuat ketika kualitas udara memburuk.

Pertama, informasi kualitas udara harus diumumkan secara rutin. Masyarakat membutuhkan informasi yang mudah dipahami untuk menentukan aktivitas yang aman.

Kedua, sekolah harus mempunyai protokol darurat. Keputusan PJJ harus didasarkan pada kondisi kualitas udara dan keselamatan peserta didik.

Ketiga, lindungi siswa yang mengalami kesenjangan digital. Pemerintah dan sekolah perlu membantu peserta didik yang tidak mempunyai perangkat atau koneksi internet memadai.

Keempat, pelayanan kesehatan harus diperkuat. Puskesmas dan fasilitas kesehatan perlu mengantisipasi meningkatnya keluhan pernapasan dan memberikan perhatian khusus kepada anak, lansia, ibu hamil serta masyarakat dengan penyakit tertentu.

Kelima, sumber kebakaran harus ditangani. Perlindungan masyarakat tidak boleh hanya berupa pembagian masker; pencegahan dan penegakan hukum terhadap penyebab karhutla harus berjalan.

Orang Tua Juga Perlu Mendapat Informasi

DPN ETH menilai peran orang tua sangat penting ketika sekolah memberlakukan pembelajaran dari rumah.

Namun pemerintah tidak boleh menyerahkan seluruh beban kepada keluarga.

Orang tua perlu diberikan panduan mengenai penggunaan masker, kapan anak harus menghindari aktivitas luar ruangan, gejala gangguan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan medis serta bagaimana memantau kualitas udara.

Kementerian Kesehatan telah mendorong masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan ketika kondisi memburuk, menggunakan masker, menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta memperhatikan kondisi kelompok rentan.

H. Safrizal: Isu Lingkungan adalah Isu Kehidupan Rakyat

DPN Elang Tiga Hambalang menempatkan karhutla sebagai persoalan yang harus dilihat dari sudut kehidupan masyarakat.

Bagi H. Safrizal, persoalan lingkungan menjadi persoalan rakyat ketika asap mulai masuk ke permukiman, anak tidak dapat bersekolah, pekerja terganggu, penerbangan terdampak dan masyarakat mulai mengalami gangguan kesehatan.

Karena itu DPN ETH mendorong seluruh unsur pemerintah, aparat, perusahaan, masyarakat dan organisasi sosial mengambil bagian sesuai kewenangan masing-masing dalam mencegah kebakaran.

Organisasi masyarakat juga dapat berperan melalui edukasi, pelaporan titik api, membantu penyebaran informasi kesehatan serta mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang berisiko memperluas kebakaran.

Dari Hambalang untuk Anak-Anak Indonesia

DPN Elang Tiga Hambalang menilai pendidikan yang aman merupakan hak setiap anak Indonesia.

Sekolah memang dapat dipindahkan sementara ke ruang digital ketika kondisi udara membahayakan, tetapi masyarakat tidak boleh menganggap keadaan tersebut sebagai sesuatu yang normal.

Target yang harus diperjuangkan adalah udara kembali sehat, sekolah kembali aman dan anak-anak kembali dapat belajar tanpa ancaman asap.

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal bersama Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma mendorong jajaran ETH untuk semakin peka terhadap persoalan lingkungan, kesehatan dan pendidikan yang dirasakan masyarakat di daerah.

Dari Hambalang untuk Indonesia — Padamkan Apinya, Bersihkan Udaranya, Lindungi Anak dan Masa Depannya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
H. Safrizal

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
Ganda Satria Dharma

banner 336x280
Secret Link