EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global, Nasional

Cadangan Beras Pemerintah Capai 5,25 Juta Ton, DPN Elang Tiga Hambalang: Ketahanan Pangan Harus Membuat Petani Semakin Sejahtera

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Senin, 31 Agustus 2026 Penguatan produksi dan cadangan beras nasional menjadi salah satu perkembangan penting sektor pangan Indonesia. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menilai capaian tersebut patut dijaga, tetapi keberhasilan ketahanan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Senin, 31 Agustus 2026 Penguatan produksi dan cadangan beras nasional menjadi salah satu perkembangan penting sektor pangan Indonesia. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menilai capaian tersebut patut dijaga, tetapi keberhasilan ketahanan pangan tidak boleh hanya diukur dari besarnya stok. Peningkatan produksi harus berujung pada harga yang terjangkau bagi masyarakat sekaligus pendapatan yang semakin baik bagi petani.

Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton, meningkat 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan produksi 2024 yang sebesar 30,62 juta ton. Luas panen padi juga meningkat menjadi sekitar 11,32 juta hektare.

banner 468x60

Sementara itu, Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa hingga Agustus 2026 Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada pada sekitar 5,25 juta ton. Berdasarkan proyeksi neraca pangan pemerintah, produksi beras 2026 diperkirakan mencapai sekitar 34,77 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional diproyeksikan sekitar 31,10 juta ton sehingga terdapat potensi surplus sekitar 3,67 juta ton.

Produksi Naik, Petani Harus Menjadi Penerima Manfaat Utama

DPN Elang Tiga Hambalang memandang peningkatan produksi pangan merupakan perkembangan positif bagi kepentingan nasional.

Namun Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan keberhasilan tersebut harus diterjemahkan sampai tingkat rumah tangga petani.

Petani merupakan pihak yang berada di garis depan produksi pangan. Mereka menghadapi biaya benih, pupuk, tenaga kerja, pengairan, alat pertanian, transportasi hingga risiko cuaca.

Karena itu, DPN ETH mendorong pemerintah memastikan kenaikan produksi tidak justru menyebabkan harga gabah jatuh ketika panen raya.

Menurut sikap DPN ETH, ketahanan pangan yang kuat seharusnya mempunyai tiga ciri sekaligus:

stok nasional aman, masyarakat mampu membeli pangan, dan petani memperoleh keuntungan yang layak.

Indonesia Hadapi Tantangan Kekeringan dan El Niño

Peningkatan produksi bukan berarti sektor pangan bebas dari ancaman.

BPS sebelumnya mengingatkan adanya potensi kondisi lebih kering pada 2026. Sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami kondisi lebih kering dari normal, sementara peluang El Niño kategori kuat turut menjadi perhatian. Sejumlah wilayah yang terdampak merupakan daerah produksi padi.

DPN ETH menilai perkembangan tersebut membutuhkan kewaspadaan karena kekeringan dapat memengaruhi ketersediaan air, jadwal tanam dan produktivitas.

Pemerintah perlu memastikan bendungan, jaringan irigasi, pompanisasi serta sumber air alternatif dapat digunakan secara efektif pada wilayah yang berisiko mengalami kekeringan.

Ganda Satria Dharma: Jangan Tunggu Gagal Panen Baru Bertindak

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma berpandangan pengendalian risiko pertanian perlu dilakukan berdasarkan data dan deteksi dini.

DPN ETH menilai informasi mengenai cuaca, ketersediaan air dan potensi gagal panen harus sampai kepada petani dengan bahasa yang mudah dipahami.

Penyuluh pertanian, pemerintah desa dan kelompok tani dapat menjadi jalur penting untuk menyampaikan informasi tersebut.

Apabila suatu daerah diperkirakan mengalami kekurangan air, tindakan seharusnya dilakukan sebelum tanaman mengalami kerusakan.

Dengan pendekatan tersebut, kebijakan pertanian bergerak dari sekadar menangani kerugian menjadi mencegah kerugian petani sejak awal.

Cadangan Beras Harus Menjadi Instrumen Melindungi Rakyat

Besarnya cadangan beras pemerintah mempunyai arti strategis karena dapat digunakan untuk membantu menjaga ketersediaan serta stabilitas pangan ketika terjadi gangguan produksi atau distribusi.

Kementerian Pertanian menyebut stok CBP sekitar 5,25 juta ton sebagai salah satu kekuatan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

DPN Elang Tiga Hambalang menilai pengelolaan stok tersebut harus dilakukan secara hati-hati.

Ketika harga di tingkat konsumen melonjak, cadangan dapat menjadi salah satu instrumen stabilisasi.

Sebaliknya, pada saat panen raya, pemerintah dan Bulog perlu memastikan penyerapan gabah atau beras petani berlangsung efektif sehingga produksi yang melimpah tidak menekan harga petani secara berlebihan.

Jangan sampai gudang negara penuh tetapi petani justru kesulitan menjual hasil panennya dengan harga yang menguntungkan.

Produksi Beras 2025 Naik 13,29 Persen

Data resmi BPS memberikan gambaran kuat mengenai peningkatan produksi pangan.

Pada 2025:

  • luas panen padi mencapai 11,32 juta hektare;
  • produksi padi mencapai 60,21 juta ton Gabah Kering Giling;
  • produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk mencapai sekitar 34,69 juta ton;
  • produksi beras meningkat sekitar 13,29 persen dibandingkan 2024.

DPN ETH melihat capaian ini sebagai modal penting untuk membangun ketahanan pangan yang lebih kuat.

Namun peningkatan produksi harus diikuti peningkatan fasilitas pascapanen seperti pengering, penggilingan, gudang dan transportasi.

Kehilangan hasil setelah panen harus ditekan agar kerja petani tidak terbuang akibat keterbatasan fasilitas.

Regenerasi Petani Harus Menjadi Agenda Nasional

DPN Elang Tiga Hambalang juga mendorong perhatian terhadap masa depan tenaga kerja pertanian.

Indonesia membutuhkan generasi petani baru yang mampu menggabungkan pengalaman pertanian dengan teknologi modern.

H. Safrizal berpandangan pertanian perlu dibangun menjadi bidang usaha yang mempunyai prospek ekonomi sehingga anak muda tidak melihat bertani sebagai pilihan terakhir.

Mekanisasi, penggunaan data, teknologi irigasi, pengolahan hasil, perdagangan digital dan akses pembiayaan dapat membuat pertanian semakin produktif sekaligus menarik bagi generasi baru.

DPN ETH menilai regenerasi tidak akan berhasil apabila petani tetap identik dengan penghasilan rendah.

Cara terbaik membuat anak muda tertarik menjadi petani adalah membuktikan bahwa bertani dapat memberikan kehidupan yang layak.

DPN ETH Dorong Tujuh Langkah Memperkuat Pangan Nasional

Dari Hambalang, DPN Elang Tiga Hambalang mendorong tujuh agenda utama.

Pertama, jaga harga gabah petani. Produksi yang meningkat harus memberikan keuntungan kepada produsen.

Kedua, pastikan pupuk tersedia dan tepat sasaran. Petani membutuhkan kepastian input produksi pada waktunya.

Ketiga, perkuat irigasi dan sumber air. Ancaman kekeringan harus diantisipasi sebelum tanaman terdampak.

Keempat, tingkatkan penyerapan hasil panen. Bulog dan jaringan distribusi pangan perlu bergerak efektif saat panen raya.

Kelima, bangun fasilitas pascapanen. Pengering, gudang dan penggilingan akan membantu mengurangi kehilangan hasil dan meningkatkan kualitas.

Keenam, perpendek rantai distribusi. Koperasi dan kelembagaan petani perlu diperkuat agar posisi tawar petani meningkat.

Ketujuh, dorong regenerasi petani. Anak muda perlu diberikan akses teknologi, pembiayaan, lahan dan pasar.

Ketahanan Pangan Bukan Hanya Banyaknya Beras di Gudang

DPN ETH menilai cadangan pangan yang besar merupakan hal penting, tetapi tujuan akhirnya bukan sekadar membuat gudang penuh.

Cadangan tersebut harus menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan petani.

Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa beras tersedia dengan harga yang masih terjangkau.

Petani membutuhkan kepastian bahwa hasil kerja mereka dibeli dengan harga yang layak.

Jika kedua tujuan itu tercapai, maka peningkatan produksi benar-benar menjadi kemenangan bagi rakyat.

Dari Hambalang untuk Petani Indonesia

Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal bersama Sekretaris Jenderal Ganda Satria Dharma mendorong agar kebijakan pangan nasional terus menempatkan petani sebagai subjek utama pembangunan.

Kementerian Pertanian sendiri menyatakan pencapaian produksi pangan merupakan hasil kerja bersama, dengan petani sebagai garda terdepan dalam menjaga produksi nasional.

DPN ETH berpandangan penghargaan terbaik kepada petani bukan hanya ucapan terima kasih.

Penghargaan terbaik adalah memastikan usaha tani menguntungkan, produksinya terserap, kebutuhan produksinya tersedia, dan keluarganya semakin sejahtera.

Dari Hambalang untuk Indonesia — Pangan Kuat, Petani Sejahtera, Rakyat Terlindungi, Indonesia Berdaulat.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
H. Safrizal

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang:
Ganda Satria Dharma

banner 336x280