EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Nasional

Data Terbaru Cabai Rawit Rp92.400/Kg, DPN ETH: Jaga Daya Beli Rakyat Tanpa Mengorbankan Petani

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Kamis, 10 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap perkembangan harga kebutuhan pangan, khususnya cabai rawit merah, yang berdasarkan data nasional terbaru masih berada pada tingkat tinggi dan...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Kamis, 10 September 2026. Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap perkembangan harga kebutuhan pangan, khususnya cabai rawit merah, yang berdasarkan data nasional terbaru masih berada pada tingkat tinggi dan berpotensi menambah pengeluaran rumah tangga masyarakat.

Fakta Terverifikasi

Berdasarkan pemantauan hingga pagi 10 September 2026, data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang tersedia untuk 9 September 2026 pukul 10.10 WIB mencatat rata-rata harga cabai rawit merah pada tingkat pedagang eceran nasional sebesar Rp92.400 per kilogram. PIHPS merupakan sistem pemantauan harga pangan yang dikelola Bank Indonesia.

banner 468x60

Harga cabai rawit tersebut menunjukkan tekanan yang cukup nyata apabila dibandingkan data 7 September 2026, ketika PIHPS mencatat harga rata-rata nasional Rp84.000 per kilogram. Artinya, dalam rentang data tersebut terjadi kenaikan sekitar Rp8.400 per kilogram.

Komoditas pangan lain pada data 9 September tercatat antara lain cabai merah keriting Rp60.450/kg, cabai merah besar Rp52.800/kg, cabai rawit hijau Rp64.650/kg, telur ayam ras Rp29.250/kg, bawang merah Rp39.650/kg, dan bawang putih Rp39.600/kg.

Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat beras kualitas medium I sebesar Rp16.250/kg dan medium II Rp16.050/kg. Minyak goreng curah tercatat Rp20.750 per liter, sedangkan daging ayam ras segar Rp39.550/kg.

Pergerakan harga cabai juga terlihat sepanjang awal September. Pada 1 September, cabai rawit merah tercatat Rp77.000/kg, kemudian Rp84.000/kg pada 7 September, dan Rp92.400/kg pada 9 September. Perbandingan tersebut menunjukkan harga komoditas hortikultura dapat bergerak cepat sehingga membutuhkan pemantauan pasokan dan distribusi secara berkelanjutan.

Sikap DPN Elang Tiga Hambalang

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa perkembangan harga cabai perlu mendapatkan perhatian karena komoditas tersebut merupakan bagian dari kebutuhan konsumsi sehari-hari bagi banyak keluarga dan pelaku usaha makanan.

Menurut pandangan H. Safrizal, pemerintah perlu mengetahui secara tepat sumber kenaikan harga sebelum menentukan bentuk intervensi. Pemeriksaan perlu dilakukan mulai dari kondisi produksi di sentra pertanian, dampak cuaca, ketersediaan pasokan, biaya transportasi, kehilangan pascapanen hingga rantai perdagangan menuju konsumen.

DPN ETH menilai pengendalian harga tidak seharusnya hanya berorientasi menurunkan harga di tingkat konsumen. Petani juga harus memperoleh harga jual yang layak sehingga biaya produksi dapat tertutup dan keberlanjutan budidaya tetap terjaga.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma berpandangan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dapat memperkuat pemantauan selisih harga dari tingkat produsen sampai pasar eceran.

Menurut DPN ETH, data mengenai harga petani, biaya distribusi, stok daerah dan harga konsumen akan membantu pemerintah membedakan kenaikan yang memang disebabkan berkurangnya pasokan dengan kenaikan yang muncul akibat masalah distribusi maupun rantai perdagangan yang terlalu panjang.

DPN ETH juga mendorong kerja sama langsung antara daerah sentra produksi dengan daerah konsumen. Apabila satu wilayah mengalami kelebihan produksi sementara daerah lain kekurangan pasokan, koordinasi distribusi dapat membantu mengurangi gejolak harga sekaligus memberikan pasar kepada petani.

Untuk jangka menengah, organisasi memandang pemerintah perlu memperkuat teknologi penyimpanan, sistem logistik pangan, informasi produksi, pengaturan pola tanam dan akses pasar agar komoditas hortikultura tidak terus mengalami lonjakan dan kejatuhan harga secara ekstrem.

DPN ETH menegaskan bahwa kebijakan pangan yang baik harus mencapai dua tujuan secara bersamaan: masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan petani memperoleh penghasilan yang layak atas hasil produksinya.

Bagi DPN Elang Tiga Hambalang, stabilitas pangan harus dapat dirasakan langsung di pasar, warung, dapur keluarga serta pada kesejahteraan masyarakat yang bekerja menghasilkan pangan Indonesia.

H. Safrizal
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang

Ganda Satria Dharma
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional
Elang Tiga Hambalang

banner 336x280