EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Harga Ikan Harus Transparan dari Kapal hingga Pasar, Posisi Tawar Nelayan Perlu Diperkuat

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, 11 September 2026 — Persoalan harga hasil tangkapan tetap menjadi salah satu isu paling menentukan bagi kesejahteraan nelayan Indonesia. Data pemasaran yang ditampilkan melalui platform Bursa Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperlihatkan pergerakan harga komoditas perikanan yang tidak...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, 11 September 2026 — Persoalan harga hasil tangkapan tetap menjadi salah satu isu paling menentukan bagi kesejahteraan nelayan Indonesia. Data pemasaran yang ditampilkan melalui platform Bursa Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperlihatkan pergerakan harga komoditas perikanan yang tidak selalu sama antara satu komoditas, wilayah dan jalur pemasaran dengan lainnya.

Bursa Ikan KKP juga mencatat bahwa dalam tren enam bulan terakhir, udang dan tuna menunjukkan kecenderungan kenaikan harga. Informasi pasar seperti ini penting karena dapat menjadi salah satu rujukan bagi pelaku usaha dan masyarakat perikanan.

banner 468x60

Harga Pasar Belum Tentu Harga yang Diterima Nelayan

Hal yang harus dibedakan adalah harga pada sistem pemasaran dengan harga yang benar-benar diterima nelayan saat hasil tangkapan pertama kali dijual.

Harga ikan dapat berubah sepanjang rantai perdagangan: dari kapal, tempat pendaratan atau TPI, pengepul, distributor, cold storage hingga pedagang dan konsumen.

Karena itu, kenaikan harga ikan di pasar akhir belum otomatis berarti pendapatan nelayan naik dengan persentase yang sama.

Inilah alasan transparansi harga menjadi penting.

Nelayan Perlu Mengetahui Nilai Pasar Hasil Tangkapannya

Nelayan seharusnya dapat mengetahui harga referensi sebelum menjual hasil tangkapan.

Informasi sederhana seperti harga ikan di TPI, harga antardaerah, harga distributor dan kecenderungan harga nasional dapat membantu nelayan menentukan pilihan pemasaran dan memperkuat posisi tawar.

Digitalisasi informasi harga yang sedang dikembangkan melalui Bursa Ikan KKP berpotensi membantu kebutuhan tersebut. Namun manfaatnya akan jauh lebih besar apabila informasi dapat diakses dengan mudah oleh nelayan di pelabuhan dan desa pesisir, termasuk mereka yang tidak terbiasa menggunakan platform digital.

Rantai Dingin Menentukan Posisi Tawar

Persoalan harga juga tidak dapat dilepaskan dari fasilitas penyimpanan.

Ikan merupakan komoditas yang cepat mengalami penurunan mutu. Nelayan yang tidak memiliki akses terhadap es, cold storage atau pembeli alternatif sering mempunyai waktu terbatas untuk menjual hasil tangkapannya.

Semakin pendek waktu yang tersedia untuk menjual, semakin lemah pula kemampuan nelayan menegosiasikan harga.

Karena itu pembangunan pabrik es, cold storage, gudang beku, transportasi berpendingin dan fasilitas pelabuhan harus dilihat sebagai bagian dari kebijakan peningkatan pendapatan nelayan, bukan hanya pembangunan infrastruktur.

Koperasi Bisa Memperkuat Daya Tawar

Di sinilah koperasi nelayan dapat memainkan peranan strategis.

Koperasi yang dikelola profesional dapat menghimpun hasil tangkapan, menyediakan es dan penyimpanan, menghubungkan nelayan langsung dengan pembeli besar serta membantu pemasaran antardaerah.

KKP sendiri saat ini terus mendorong penguatan pengelolaan usaha berbasis data pada Kampung Nelayan Merah Putih. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas perlu diikuti kemampuan pengelola menjalankan usaha secara profesional.

Dengan skala penjualan yang lebih besar, posisi tawar nelayan berpotensi menjadi lebih kuat dibandingkan apabila setiap nelayan menjual sendiri dalam jumlah kecil.

Harga Tinggi di Konsumen, Nelayan Belum Tentu Menikmati

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang dapat mendorong adanya sistem informasi yang memungkinkan masyarakat melihat perjalanan harga ikan dari tingkat produsen hingga konsumen.

Tujuannya bukan menuduh adanya permainan harga.

Perbedaan harga memang dapat terjadi secara wajar karena terdapat biaya pengangkutan, penyimpanan dingin, penyusutan, pengolahan, tenaga kerja dan distribusi.

Yang dibutuhkan adalah transparansi agar dapat diketahui berapa bagian nilai ekonomi produk yang akhirnya diterima nelayan.

Dengan data tersebut, pemerintah juga lebih mudah mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan intervensi pemasaran atau infrastruktur.

Pasar Harus Diperluas

KKP baru saja menyelenggarakan Bazar Produk Kelautan dan Perikanan “September Ceria” pada 9–10 September 2026 di Jakarta. Kegiatan menghadirkan ikan segar, ikan beku, produk olahan, rumput laut serta produk UMKM kelautan dan perikanan.

Upaya meningkatkan konsumsi ikan penting. Namun dari perspektif nelayan, peningkatan konsumsi idealnya dihubungkan langsung dengan peningkatan permintaan terhadap produksi nelayan.

Semakin luas pasar yang dapat dijangkau nelayan dan koperasi, semakin kecil ketergantungan mereka kepada satu saluran pembeli.

Lima Aspirasi Harga Ikan yang Layak Dikawal

Satuan Nelayan Elang Tiga Hambalang dapat menempatkan isu ini pada lima agenda: transparansi harga harian di TPI dan pelabuhan; akses nelayan terhadap informasi harga antardaerah; penguatan koperasi sebagai agregator hasil tangkapan; pembangunan rantai dingin dan pabrik es; serta perluasan akses pasar langsung bagi nelayan.

Satuan Nelayan ETH juga dapat mendorong KKP dan pemerintah daerah mengembangkan dashboard harga yang memperlihatkan harga tingkat nelayan/TPI dan harga pasar secara berdampingan.

Dengan begitu, ukuran keberhasilan sektor perikanan tidak hanya dilihat dari tingginya produksi atau harga jual di pasar, tetapi juga dari berapa besar nilai ekonomi yang benar-benar kembali kepada nelayan dan keluarganya.

banner 336x280