Sekitar 314 hektare sawah di Sinjai kekurangan air, petani membutuhkan pompa dan pipa irigasi
Hambalang — Sabtu, 12 September 2026. Sekitar 314 hektare lahan persawahan di Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, dilaporkan terdampak kekurangan suplai air. Pompa, pipa distribusi, dan bahan bakar menjadi kebutuhan mendesak untuk mengalirkan air dari sungai ke saluran irigasi. Kondisi...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang — Sabtu, 12 September 2026. Sekitar 314 hektare lahan persawahan di Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, dilaporkan terdampak kekurangan suplai air. Pompa, pipa distribusi, dan bahan bakar menjadi kebutuhan mendesak untuk mengalirkan air dari sungai ke saluran irigasi.
Kondisi tersebut tercantum dalam laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tertanggal 11 September 2026�. BNPB menyebut kejadian kekeringan berlangsung pada Kamis, 10 September 2026. BPBD Kabupaten Sinjai telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan.
Kekurangan air perlu ditangani sesuai kondisi setiap lokasi sawah. Pemeriksaan lapangan dibutuhkan untuk mengetahui tanaman yang masih dapat diselamatkan, sumber air yang tersedia, serta jalur yang memungkinkan air mencapai petak-petak lahan terdampak.
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH) menilai kebutuhan pompa tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan pipa dan bahan bakar. Tanpa ketiganya, air dari sumber yang tersedia belum tentu dapat menjangkau sawah petani.
“Penanganan harus dimulai dari pendataan sawah yang paling membutuhkan air. Pastikan pompa, pipa, sumber air, dan bahan bakar tersedia agar bantuan benar-benar bisa digunakan petani.”
Satuan Petani ETH juga mengusulkan agar pemerintah daerah menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala, termasuk luas sawah yang sudah kembali mendapat air dan kendala di lokasi yang belum terlayani. Data tersebut penting untuk menentukan apakah diperlukan tambahan peralatan atau langkah lain guna melindungi tanaman.
BNPB belum menyatakan bahwa seluruh 314 hektare sawah mengalami gagal panen. Luas lahan yang kekurangan air tidak boleh disamakan dengan luas lahan yang kehilangan hasil; dampak terhadap panen masih memerlukan pemeriksaan dan data lanjutan.





