EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Akses Pembiayaan UMKM Diperluas Mulai 1 Oktober, Asosiasi Pengusaha ETH Dorong Bank Perbanyak Kredit ke Pengusaha Produktif

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 19 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong perbankan dan pelaku usaha memanfaatkan penguatan kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang akan berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan Bank Indonesia tersebut dirancang...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 19 September 2026. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong perbankan dan pelaku usaha memanfaatkan penguatan kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang akan berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan Bank Indonesia tersebut dirancang untuk mendorong pembiayaan perbankan kepada sektor inklusif dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Kebijakan baru itu memperluas cakupan pembiayaan, termasuk kepada pemasok, distributor dan/atau mitra badan usaha. Bank Indonesia juga memperluas mekanisme kerja sama penyaluran kredit UMKM antarbank umum melalui skema channeling dan executing, serta memperkuat mekanisme transfer RPIM antarbank berbasis kontrak.

banner 468x60

Kredit UMKM Masih Perlu Dipercepat

Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan total kredit perbankan pada Juli 2026 mencapai sekitar Rp9.135 triliun, tumbuh 13,58 persen secara tahunan. Kredit investasi tumbuh 25,13 persen dan kredit modal kerja 11,04 persen. Namun, kredit UMKM tercatat tumbuh lebih terbatas, yakni 1,62 persen secara tahunan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang karena UMKM membutuhkan akses modal untuk meningkatkan produksi, membeli mesin, memperbesar persediaan, memperluas pemasaran dan masuk ke rantai pasok perusahaan yang lebih besar.

“Pertumbuhan pembiayaan harus semakin dirasakan pengusaha produktif, khususnya UMKM yang mempunyai pasar dan prospek usaha tetapi masih menghadapi keterbatasan modal. ETH mendorong perbankan memperluas pembiayaan dengan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian.”

Pemasok dan Distributor Mendapat Ruang Lebih Besar

Perluasan RPIM menjadi penting karena ekosistem usaha tidak hanya terdiri atas produsen. Pemasok bahan baku, distributor dan mitra perusahaan juga memainkan peran penting dalam rantai pasok.

ETH melihat peluang untuk membangun pola pembiayaan berbasis ekosistem. Perusahaan yang memiliki jaringan pemasok atau distributor dapat membantu mengidentifikasi mitra yang memiliki kegiatan usaha nyata dan membutuhkan pembiayaan.

“Pengusaha kecil yang sudah menjadi pemasok atau distributor perusahaan seharusnya mempunyai jalur yang semakin terbuka menuju pembiayaan formal. ETH ingin membantu mempertemukan pengusaha yang layak dengan bank dan lembaga pembiayaan.”

BI Sudah Fasilitasi Business Matching Rp285 Miliar

Bank Indonesia melaporkan bahwa sampai Juli 2026, fasilitasi business matching pembiayaan UMKM telah mencapai Rp285 miliar, terdiri dari pembiayaan inklusif Rp150 miliar dan pembiayaan berkelanjutan Rp135 miliar.

Sementara itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 20 Agustus 2026 mencapai Rp197 triliun kepada 3,05 juta UMKM, dengan 65 persen disalurkan kepada sektor produksi.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ruang pembiayaan tersedia, tetapi pengusaha juga harus meningkatkan kelayakan usahanya agar dapat memenuhi persyaratan lembaga keuangan.

ETH Bentuk Klinik Pembiayaan Pengusaha

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong pembentukan ETH Business Financing & Banking Clinic sebagai pusat pendampingan anggota dan UMKM.

Program tersebut diarahkan untuk membantu pengusaha memeriksa legalitas dan NIB, menata rekening usaha, memperbaiki pembukuan dan laporan keuangan, memeriksa kesiapan riwayat kredit, menghitung kebutuhan modal serta mempersiapkan proposal pembiayaan.

Setelah usaha dinilai siap, ETH dapat memfasilitasi business matching dengan bank, BPR/BPRS dan lembaga pembiayaan resmi sesuai karakteristik masing-masing usaha.

“ETH tidak ingin berhenti pada seminar pembiayaan. Targetnya harus konkret: pengusaha yang membutuhkan modal dipetakan, diperbaiki kelayakannya, kemudian dipertemukan dengan sumber pembiayaan yang sesuai.”

Target: Pengusaha Bankable dan Naik Kelas

ETH mendorong pola pendampingan:

Legalitas → pembukuan → pemeriksaan kebutuhan modal → peningkatan kelayakan → business matching perbankan → pembiayaan → ekspansi → penyerapan tenaga kerja.

Kebijakan RPIM yang berlaku mulai 1 Oktober 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara perbankan, perusahaan besar, pemasok, distributor dan UMKM.

“Modal harus bergerak menuju kegiatan usaha yang produktif. Ketika UMKM memperoleh pembiayaan yang sehat, produksi dapat meningkat, perusahaan berkembang dan kesempatan kerja dapat bertambah. Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang siap menjadi penghubung antara kebutuhan pengusaha dengan ekosistem pembiayaan.”

Fakta kebijakan dalam berita ini bersumber dari Bank Indonesia dan OJK. Penguatan RPIM berlaku efektif 1 Oktober 2026, sedangkan data kredit OJK yang terbaru dalam sumber yang diverifikasi merupakan posisi Juli 2026.

banner 336x280
Secret Link