Generasi Muda Diajak Jadi Penggerak Swasembada Pangan, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang: Pertanian Harus Jadi Ruang Usaha Masa Depan
Hambalang — Jumat, 25 September 2026 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong generasi muda mengambil peran sebagai penggerak keberlanjutan swasembada pangan nasional melalui penguatan karakter, inovasi, kewirausahaan, dan penelitian di sektor pertanian. Pesan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Gebyar Ajang...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang — Jumat, 25 September 2026 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong generasi muda mengambil peran sebagai penggerak keberlanjutan swasembada pangan nasional melalui penguatan karakter, inovasi, kewirausahaan, dan penelitian di sektor pertanian.
Pesan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Gebyar Ajang Tani Inspiratif (Gantari) 2026 bertema “Regenerasi Pemuda sebagai Penggerak Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia” yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Amran mengatakan mahasiswa dan generasi muda tidak harus terpaku pada pilihan menjadi pegawai setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, pertanian juga menyediakan ruang bagi generasi muda untuk berkembang menjadi pengusaha, akademisi maupun inovator.
Ia juga mendorong mahasiswa berani melakukan penelitian dan menciptakan inovasi yang dapat menghasilkan solusi nyata bagi sektor pertanian.
Satuan Petani ETH: pertanian harus menarik bagi anak muda
Menanggapi arah tersebut, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang (ETH) menilai regenerasi petani merupakan bagian penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan Indonesia.
Dalam pandangan Satuan Petani ETH, mengajak generasi muda masuk pertanian harus dibarengi dengan perubahan ekosistem usaha tani. Pertanian perlu memberikan prospek pendapatan, akses teknologi, pembiayaan, lahan, pendampingan serta kepastian pasar.
“Anak muda akan tertarik kepada pertanian apabila mereka melihat masa depan di dalamnya. Pertanian harus berkembang dari sekadar kegiatan budidaya menjadi ruang usaha yang modern, produktif dan memberikan penghasilan yang layak.”
Petani muda harus menguasai teknologi
Satuan Petani ETH menilai generasi baru petani memiliki peluang besar mempercepat transformasi pertanian melalui mekanisasi dan teknologi digital.
Drone pertanian, sensor lahan, informasi cuaca, mekanisasi tanam dan panen, pemasaran digital hingga pengolahan data produksi dapat membuat kegiatan pertanian semakin efisien.
Namun teknologi tidak boleh berhenti pada demonstrasi. Generasi muda perlu mendapatkan kesempatan mengoperasikan, mengembangkan dan membangun usaha berbasis teknologi tersebut.
Penguatan kapasitas generasi muda juga sejalan dengan langkah Kementerian Pertanian yang sebelumnya menempatkan kepemimpinan, kemampuan teknologi dan peningkatan kapasitas sebagai bagian dari percepatan regenerasi petani.
Dari petani menjadi pengusaha pertanian
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang berpandangan regenerasi pertanian perlu diarahkan lebih jauh daripada sekadar mencetak petani baru.
Generasi muda harus diberikan kesempatan masuk ke seluruh rantai nilai pertanian, mulai dari produksi benih, budidaya, jasa alsintan, pengolahan hasil, pergudangan, logistik hingga pemasaran.
Dengan pendekatan tersebut, satu kawasan pertanian dapat melahirkan berbagai usaha baru dan membuka lapangan pekerjaan di pedesaan.
Riset dan inovasi perlu masuk ke sawah
Dorongan terhadap penelitian juga menjadi bagian penting dalam pesan Menteri Pertanian. Amran menyebut peluang besar dapat muncul ketika generasi muda berani masuk ke bidang yang belum banyak digarap dan menciptakan terobosan yang memberikan manfaat nyata.
Satuan Petani ETH menilai hubungan antara kampus dan petani karena itu perlu diperkuat.
Hasil penelitian mengenai benih, kesuburan tanah, pupuk, pengendalian hama, irigasi maupun teknologi pascapanen seharusnya semakin banyak diuji dan diterapkan langsung di sentra produksi.
Lima langkah mempercepat regenerasi petani
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang mendorong lima langkah untuk mempercepat lahirnya generasi petani baru: membuka akses pelatihan teknologi pertanian; memperluas akses pembiayaan usaha bagi petani muda; menyediakan mekanisme akses lahan yang jelas dan legal; membangun inkubator bisnis pertanian dari produksi hingga pemasaran; serta menghubungkan kampus, kelompok tani, pemerintah dan dunia usaha.
Menurut Satuan Petani ETH, program regenerasi juga perlu memiliki indikator yang jelas, termasuk berapa banyak anak muda yang akhirnya memiliki usaha pertanian mandiri dan memperoleh pendapatan berkelanjutan.
Pertanian harus menjadi pilihan masa depan
Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai keberlanjutan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan besarnya produksi. Indonesia juga membutuhkan generasi yang akan melanjutkan pengelolaan sektor pangan pada masa mendatang.
“Kita tidak cukup hanya mengajak anak muda turun ke sawah. Kita harus membangun kondisi agar mereka bangga menjadi petani, mampu menggunakan teknologi, memiliki usaha sendiri dan memperoleh penghasilan yang menjanjikan. Dari situlah regenerasi pertanian akan tumbuh secara alami.”
Dengan penguatan inovasi, kewirausahaan dan penelitian, keterlibatan generasi muda diharapkan dapat memperkuat pertanian Indonesia sekaligus menciptakan pusat-pusat ekonomi baru berbasis pangan di berbagai daerah.
Sumber: Kementerian Pertanian/BRMP Padi dan ANTARA, 25 September 2026.
Redaksi: Elang Tiga Global News





