EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Ekspor RI Tembus US$167,03 Miliar, ETH Dorong Pengusaha Daerah Rebut Buyer dan Kontrak Global

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 25 September 2026 Kinerja ekspor Indonesia tetap mencatat pertumbuhan positif. Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai US$167,03 miliar, tumbuh 4,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Ekspor nonmigas...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat — 25 September 2026 Kinerja ekspor Indonesia tetap mencatat pertumbuhan positif. Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai US$167,03 miliar, tumbuh 4,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Ekspor nonmigas mencapai US$160,01 miliar, meningkat 5,21 persen.

Pada Juli 2026 saja, ekspor Indonesia mencapai US$26,22 miliar, meningkat 6,05 persen dibanding Juli 2025. Ekspor nonmigas bulan tersebut tercatat US$25,43 miliar atau naik 6,84 persen secara tahunan.

banner 468x60

Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan industri pengolahan menjadi penopang terbesar ekspor nasional. Sepanjang Januari–Juli 2026, ekspor sektor industri pengolahan tumbuh 7,16 persen dan menyumbang 82,18 persen dari total ekspor Indonesia. Pertambangan dan sektor lainnya menyumbang 11,73 persen, migas 4,20 persen, dan pertanian 1,89 persen.

Sementara itu, surplus perdagangan nonmigas Januari–Juli terutama ditopang lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$20,96 miliar, bahan bakar mineral US$16,39 miliar, serta besi dan baja US$10,32 miliar.

Neraca perdagangan Indonesia selama Januari–Juli 2026 masih mencatat surplus US$3,70 miliar. Surplus nonmigas sebesar US$22,45 miliar menutupi defisit sektor migas sebesar US$18,75 miliar.

Lebih dari 4.000 Buyer Dikabarkan Siap Hadiri TEI 2026

Momentum perluasan ekspor akan berlanjut menuju Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, yang secara resmi dijadwalkan berlangsung 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Kementerian Perdagangan menempatkan TEI sebagai sarana mempertemukan eksportir dan calon eksportir Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara melalui pameran dan business matching.

Menteri Perdagangan Budi Santoso pada perkembangan terbaru 22 September menyebut lebih dari 4.000 buyer telah mengonfirmasi kehadiran pada TEI 2026. Kemendag sebelumnya menargetkan TEI tahun ini diikuti lebih dari 1.500 peserta pameran, 8.000 pembeli, dan 30.000 pengunjung.

ETH: Pertumbuhan Ekspor Harus Melahirkan Eksportir Baru

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai peningkatan nilai ekspor nasional harus digunakan sebagai momentum untuk memperbesar jumlah pengusaha Indonesia yang mampu memasuki pasar internasional.

“Pertumbuhan ekspor tidak cukup hanya dilihat dari nilai dolar. Tantangan berikutnya adalah bagaimana melahirkan semakin banyak eksportir baru dari daerah, UMKM dan industri nasional yang mempunyai produk berkualitas.”

ETH menilai banyak pengusaha memiliki produk potensial, tetapi belum siap menghadapi persyaratan buyer internasional, mulai dari kapasitas produksi, sertifikasi, kemasan, konsistensi mutu hingga harga dan skema pembayaran.

“Pengusaha daerah harus dibawa langsung menuju pasar. Produk dikurasi, perusahaan dipersiapkan, kemudian dipertemukan dengan buyer yang memang membutuhkan produknya.”

ETH Dorong Program “100 Pengusaha — 100 Buyer”

Sebagai langkah konkret, Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang mendorong program ETH 100 Pengusaha — 100 Buyer.

Program tersebut diarahkan untuk memilih pengusaha berdasarkan kesiapan produk dan pasar tujuan, kemudian menjalankan proses:

kurasi produk → peningkatan standar → katalog ekspor → pemetaan negara tujuan → pencarian buyer → business matching → negosiasi → kontrak → pembiayaan → ekspor.

ETH menilai pola ini dapat diterapkan pada produk makanan dan minuman, pertanian, furnitur, kerajinan, tekstil, fesyen, komponen industri, produk manufaktur hingga berbagai produk unggulan daerah.

TEI Harus Dimanfaatkan untuk Kontrak Nyata

Kementerian Perdagangan sendiri menekankan pentingnya business matching sebelum peserta bertemu langsung dalam TEI. Para perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri—Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center—didorong membantu perusahaan Indonesia menemukan calon buyer sejak sebelum pameran berlangsung.

ETH melihat model tersebut sesuai dengan kebutuhan pengusaha.

“Jangan datang ke pameran hanya membawa brosur. Sebelum pameran dimulai, pengusaha seharusnya sudah mengetahui buyer mana yang akan ditemui, produk apa yang dibutuhkan, berapa kapasitas permintaan dan apa persyaratan pasarnya.”

Ekspor Harus Mendorong Produksi dan Lapangan Kerja

Asosiasi Pengusaha Elang Tiga Hambalang menilai keberhasilan ekspor harus berujung pada peningkatan kapasitas produksi domestik.

Ketika kontrak ekspor meningkat, dampaknya dapat menjalar kepada kebutuhan bahan baku, kemasan, transportasi, pergudangan, jasa kepabeanan hingga tenaga kerja. Karena itu, ETH akan mendorong pengusaha yang berhasil memperoleh buyer agar juga memperoleh pendampingan pembiayaan dan peningkatan kapasitas produksi.

“Target akhirnya adalah kontrak. Dari kontrak lahir produksi, dari produksi lahir kebutuhan modal dan tenaga kerja, dan dari ekspor lahir pertumbuhan perusahaan Indonesia.”

ASOSIASI PENGUSAHA ELANG TIGA HAMBALANG
Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
25 September 2026

banner 336x280