Beras Premium Tembus Rp17.000–Rp18.000/Kg, DPN Elang Tiga Hambalang: Stok Kuat Harus Berujung Harga Terjangkau
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Rabu, 2 September 2026. Perkembangan harga beras premium menjadi perhatian Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH). Di tengah cadangan beras pemerintah yang masih kuat, organisasi menilai stabilisasi harga harus benar-benar dirasakan masyarakat...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT — Rabu, 2 September 2026. Perkembangan harga beras premium menjadi perhatian Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH). Di tengah cadangan beras pemerintah yang masih kuat, organisasi menilai stabilisasi harga harus benar-benar dirasakan masyarakat pada tingkat konsumen.
Fakta Terverifikasi Hari Ini
Perum Bulog pada perkembangan terbaru 2 September 2026 menyatakan menyiapkan usulan pengalihan sekitar 300 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi beras premium untuk periode September–Desember 2026. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Badan Pangan Nasional dan masih akan dibahas sebelum pelaksanaannya diputuskan.
Langkah tersebut dipertimbangkan karena menurut Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, harga beras premium rata-rata telah mencapai sekitar Rp17.000–Rp18.000 per kilogram, sementara HET beras premium berdasarkan zonasi berada pada kisaran Rp14.900–Rp15.800 per kilogram.
Bulog juga melaporkan masih mengelola sekitar 4,9 juta ton beras hingga 1 September 2026. Menurut Bulog, tekanan kenaikan harga terutama terjadi pada beras premium, sementara beras medium relatif lebih stabil.
Sikap DPN Elang Tiga Hambalang
DPN Elang Tiga Hambalang menilai cadangan pangan yang besar harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Keberhasilan pengelolaan stok tidak cukup diukur berdasarkan jumlah beras yang tersedia di gudang, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga pasokan dan keterjangkauan harga di pasar.
Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa ketika harga beras bergerak melampaui HET, pemerintah perlu memastikan intervensi dilakukan secara cepat, terukur, dan tidak mengganggu kepentingan petani.
DPN ETH menilai konsumen dan petani tidak semestinya ditempatkan sebagai dua kepentingan yang saling berlawanan. Petani membutuhkan harga gabah yang layak, sedangkan masyarakat membutuhkan harga beras yang terjangkau.
Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma berpandangan pengawasan distribusi menjadi bagian penting dari kebijakan stabilisasi. Pemerintah perlu mengetahui secara jelas di wilayah mana harga berada di atas HET dan memastikan tambahan pasokan benar-benar masuk ke pasar yang membutuhkan.
DPN ETH juga mendorong transparansi apabila usulan pengalihan 300 ribu ton CBP menjadi beras premium disetujui, termasuk mengenai volume penyaluran, daerah tujuan, mekanisme distribusi, dan perkembangan harga setelah intervensi dilakukan.
Bagi DPN Elang Tiga Hambalang, stok pangan yang kuat pada akhirnya harus menghasilkan dua hal: petani tetap sejahtera dan masyarakat mampu membeli beras dengan harga yang wajar.
Dari Hambalang untuk Indonesia — jaga pangan, lindungi petani, dan pertahankan daya beli rakyat.





