EXPLORE GLOBAL

⚑ QUICK SHORTCUTS

πŸ“‚ KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Dari Tanah Papua untuk Indonesia: Sagu, Ubi, dan Sawah Menjadi Kekuatan Pangan Baru

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Hambalang β€” 17 September 2026 Kekayaan pangan lokal Papua terus didorong menjadi salah satu kekuatan baru dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia. Sagu, aneka umbi, dan pengembangan sawah berbasis masyarakat dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua sekaligus...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Hambalang β€” 17 September 2026 Kekayaan pangan lokal Papua terus didorong menjadi salah satu kekuatan baru dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia. Sagu, aneka umbi, dan pengembangan sawah berbasis masyarakat dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua sekaligus memasok wilayah lain di Indonesia timur.

Komitmen tersebut mengemuka dalam PAPEDA Summit 2026 yang berlangsung pada 2–4 September 2026 di Sorong, Papua Barat Daya. Forum ini mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pembangunan pangan yang sesuai dengan potensi dan karakter wilayah Papua.

banner 468x60

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa pembangunan pertanian di Papua tidak hanya mengejar peningkatan produksi. Masyarakat adat dan petani lokal harus menjadi pelaku utama yang memperoleh manfaat langsung dari setiap program pangan.

Pengembangan sagu dan umbi-umbian menjadi bagian penting karena kedua komoditas tersebut telah lama menjadi sumber pangan masyarakat Papua. Pada saat yang sama, pemerintah juga mendorong pembukaan dan optimalisasi sawah secara bertahap melalui pendekatan berbasis masyarakat.

Program tersebut dirancang dengan tetap menghormati hak ulayat, kesepakatan masyarakat adat, serta kearifan lokal. Pengelolaan lahan tidak boleh menghilangkan hak masyarakat sebagai pemilik wilayah, tetapi harus mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga petani.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan berupa benih, alat dan mesin pertanian, pembangunan infrastruktur, penerapan teknologi, serta pendampingan bagi petani. Pemuda Papua juga didorong terlibat melalui Brigade Pangan agar mampu mengelola pertanian modern secara produktif dan berkelanjutan.

Pemerintah menargetkan pengembangan lahan pertanian di Papua dapat memperkuat pasokan pangan bagi wilayah Papua dan Maluku. Namun, pelaksanaannya memerlukan pengawasan bersama agar pembangunan tidak merugikan masyarakat adat ataupun menimbulkan kerusakan lingkungan.

Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari luas lahan dan jumlah produksi. Peningkatan kesejahteraan petani, perlindungan hak ulayat, penguatan sumber daya manusia, serta keberlanjutan lingkungan juga harus menjadi ukuran utama

β€œSatuan Petani Elang Tiga Hambalang mendukung pembangunan pangan Papua yang menempatkan masyarakat adat dan petani lokal sebagai pelaku utama. Sagu, ubi, dan berbagai pangan khas Papua harus dilindungi serta dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi masyarakat dan bagian dari ketahanan pangan nasional.

Pengembangan sawah maupun komoditas lainnya harus dilaksanakan melalui persetujuan masyarakat, menghormati hak ulayat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan kepada pemilik tanah dan petani setempat.

Kami percaya bahwa kemandirian pangan nasional akan semakin kuat apabila setiap daerah diberi ruang untuk tumbuh berdasarkan kekayaan pangan dan kearifan lokalnya.”

Sumber: Kementerian Pertanian Republik Indonesia, 7 September 2026.

banner 336x280