EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Sosial

DR. K.H. ANOTHER HAPIN NURGUS, S.H., M.H., M.B.A.: MENGENAL SANG PENCIPTA ADALAH TUJUAN UTAMA KEHIDUPAN, PERJALANAN SPIRITUAL ADALAH JALANNYA

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Rubrik Mingguan: Religi​Edisi: 5 Juni 2026​Mengenal Sang Pencipta: Tujuan Utama dan Perjalanan Spiritual Manusia​Dalam dinamika kehidupan modern yang serba cepat, seringkali kita terjebak dalam rutinitas duniawi hingga melupakan esensi penciptaan manusia. Dr. K.H. Another Hapin Nurgus, S.H., M.H., M.B.A., dalam...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Rubrik Mingguan: Religi
​Edisi: 5 Juni 2026
​Mengenal Sang Pencipta: Tujuan Utama dan Perjalanan Spiritual Manusia
​Dalam dinamika kehidupan modern yang serba cepat, seringkali kita terjebak dalam rutinitas duniawi hingga melupakan esensi penciptaan manusia. Dr. K.H. Another Hapin Nurgus, S.H., M.H., M.B.A., dalam paparannya menekankan bahwa mengenal Sang Pencipta (Ma’rifatullah) adalah misi utama kehidupan yang harus ditempuh melalui perjalanan spiritual yang mendalam.
​1. Hakikat Penciptaan Manusia
​Tujuan dasar kehadiran manusia di bumi adalah untuk beribadah dan mengenal Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:
​وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
​”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
​Para ahli tafsir, seperti Ibnu Abbas, menjelaskan bahwa makna “beribadah” dalam ayat ini juga mencakup makna “mengenal-Ku” (li-ya’rifun). Maka, ibadah yang hakiki adalah buah dari pengenalan kepada Sang Pencipta.
​2. Memahami Keterbatasan Diri (Fakir di Hadapan Allah)
​Dr. Another Hapin Nurgus menegaskan bahwa pintu pengenalan terbuka saat seseorang menyadari kelemahan dirinya. Hal ini sejalan dengan konsep Faqr (merasa butuh) dalam tasawuf. Allah SWT berfirman:
​يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
​”Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.” (QS. Fatir: 15)
​Kesadaran bahwa manusia tidak memiliki daya dan upaya tanpa pertolongan-Nya (La haula wala quwwata illa billah) adalah kunci untuk menanggalkan kesombongan yang menghalangi mata hati.
​3. Dua Cermin Utama: Alam Semesta dan Wahyu
​Metode mengenal Allah yang paling efektif adalah dengan memadukan dua hal: Tadabbur alam dan meresapi wahyu.
​Tadabbur Alam: Allah memerintahkan kita untuk memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta.
​إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
​”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (QS. Ali ‘Imran: 190)
​Wahyu: Akal manusia terbatas. Kita memerlukan petunjuk (wahyu) agar tidak terjerumus dalam spekulasi. Rasulullah SAW bersabda mengenai pentingnya mengenal Allah melalui sifat-sifat-Nya:
​إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا، مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
​”Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu, barangsiapa yang menghafalnya (memahami, meyakini, dan mengamalkannya) maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
​4. Buah dari Perjalanan Spiritual: Ketenangan Hati
​Hasil akhir dari pengenalan yang benar adalah tuma’ninah (ketenangan jiwa). Seseorang yang mengenal Allah akan meyakini bahwa segala ketetapan-Nya adalah yang terbaik. Allah SWT berjanji:
​الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
​”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
​Kesimpulan
​Perjalanan spiritual bukanlah proses sekali jadi, melainkan sebuah komitmen seumur hidup. Sebagaimana diingatkan oleh Dr. Another Hapin Nurgus, mari kita jadikan setiap napas dan tindakan kita sebagai upaya untuk semakin mendekat kepada-Nya. Dengan menjadikan pengenalan kepada Sang Pencipta sebagai kompas hidup, kita akan menemukan kebahagiaan yang tidak terguncang oleh perubahan zaman.
​Tim Redaksi Elang Tiga Global News

banner 336x280