EXPLORE GLOBAL

⚡ QUICK SHORTCUTS

📂 KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terkini, Daerah, Global

Elang Tiga Hambalang membentuk Satuan Petani sebagai wadah pemberdayaan, penguatan organisasi, dan perjuangan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

Elangtigaglobalnews,|| HAMBALANG – Semangat memperkuat ketahanan pangan Indonesia mulai digaungkan dari Hambalang, Senin (03/08). "Elang Tiga Hambalang secara resmi membentuk Satuan Petani Elang Tiga Hambalang sebagai sayap organisasi yang bergerak dalam pemberdayaan petani, Peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan ekonomi masyarakat...

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

Elangtigaglobalnews,|| HAMBALANG – Semangat memperkuat ketahanan pangan Indonesia mulai digaungkan dari Hambalang, Senin (03/08).

“Elang Tiga Hambalang secara resmi membentuk Satuan Petani Elang Tiga Hambalang sebagai sayap organisasi yang bergerak dalam pemberdayaan petani,

banner 468x60

Peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan ekonomi masyarakat perdesaan.

‎Dalam pembentukan tersebut, H. Amir Mirza resmi dipercaya sebagai Ketua Umum Satuan Petani Elang Tiga Hambalang.

Ia akan memimpin gerakan organisasi petani tersebut bersama Roby Ardiansyah sebagai Sekretaris Jenderal dan Natalie Margareth Van sebagai Bendahara Umum.

‎Pembentukan kepengurusan berlangsung di Hambalang dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Elang Tiga Hambalang, Safrizal, Sekretaris Jenderal Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma,
jajaran pengurus organisasi, tokoh masyarakat, serta para undangan.

‎Adapun susunan kepengurusan inti Satuan Petani Elang Tiga Hambalang adalah:

‎Ketua Umum: H. Amir Mirza
‎Sekretaris Jenderal: Roby Ardiansyah
‎Bendahara Umum: Natalie Margareth Van

‎Safrizal: Pembentukan Satuan Petani Merupakan Langkah Strategis

‎Ketua Umum Elang Tiga Hambalang, Safrizal, menyampaikan bahwa pembentukan Satuan Petani merupakan langkah strategis organisasi dalam memperkuat peran petani sebagai penopang utama ketahanan pangan dan perekonomian nasional.

‎Menurut Safrizal, petani mempunyai kedudukan penting dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, petani membutuhkan wadah organisasi yang mampu menghimpun aspirasi, memberikan pendampingan, memperkuat kelembagaan, serta membantu meningkatkan kesejahteraan.

‎“Pembentukan Satuan Petani Elang Tiga Hambalang merupakan wujud komitmen organisasi untuk hadir bersama petani. Organisasi ini harus bekerja nyata, membangun program yang terukur, dan memberikan manfaat langsung kepada petani di berbagai daerah,” ujar Safrizal.

‎Ia menegaskan bahwa Satuan Petani tidak boleh hanya menjadi pelengkap struktur organisasi.

Kepengurusan yang telah dibentuk harus segera melakukan konsolidasi serta menyusun program yang menjawab berbagai persoalan di sektor pertanian.

‎Program tersebut diharapkan mencakup pendampingan kelompok tani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses terhadap sarana produksi, pemanfaatan teknologi, pengembangan usaha pertanian, serta perluasan jaringan pemasaran hasil panen.

‎Ganda Satria Dharma: Petani Harus Menjadi Kekuatan Pembangunan Nasional

‎Sekretaris Jenderal Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma, mengatakan bahwa petani harus ditempatkan sebagai salah satu kekuatan utama dalam pembangunan nasional.

‎Menurutnya, Indonesia mempunyai sumber daya pertanian yang besar. Namun, potensi tersebut harus didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas, kelembagaan petani yang kuat, teknologi yang tepat guna, serta akses pasar yang memberikan keuntungan secara adil.

‎“Petani tidak hanya bertugas menghasilkan pangan. Petani merupakan penjaga kehidupan masyarakat dan bagian penting dari kedaulatan bangsa. Karena itu, aspirasi dan kepentingan petani harus dihimpun, diperjuangkan, serta diwujudkan melalui program yang nyata,” kata Ganda Satria Dharma.

‎Ia menjelaskan bahwa Satuan Petani Elang Tiga Hambalang diharapkan menjadi rumah bersama bagi petani dari berbagai wilayah Indonesia.

‎Melalui organisasi tersebut, para petani dapat membangun jaringan, bertukar pengetahuan, mengembangkan usaha, memperoleh pendampingan, serta menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

‎Persoalan tersebut antara lain keterbatasan permodalan, tingginya biaya produksi, ketersediaan pupuk dan benih, perubahan iklim, harga hasil panen, distribusi produk, serta panjangnya rantai pemasaran.

‎Ganda Satria Dharma juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian. Pertanian harus dikembangkan sebagai sektor modern, produktif, dan bernilai ekonomi agar menarik minat generasi muda.

‎H. Amir Mirza Siap Jalankan Amanah Petani

‎Ketua Umum Satuan Petani Elang Tiga Hambalang, H. Amir Mirza, menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan kepadanya dengan penuh tanggung jawab.

‎Ia berkomitmen membangun organisasi yang solid, profesional, transparan, serta berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan petani.

‎“Kami siap menjalankan amanah ini dengan membangun Satuan Petani Elang Tiga Hambalang sebagai organisasi yang hadir, bekerja, dan berjuang bersama masyarakat petani,” ujar H. Amir Mirza.

‎Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat konsolidasi internal, menyusun program kerja nasional, memetakan potensi pertanian daerah, serta membangun kepengurusan secara bertahap di seluruh Indonesia.

‎Struktur Satuan Petani Elang Tiga Hambalang direncanakan berkembang dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

‎H. Amir Mirza menegaskan bahwa setiap jenjang kepengurusan harus mampu memahami karakteristik, kebutuhan, dan potensi pertanian di wilayah masing-masing.

‎Dengan demikian, program organisasi dapat disusun berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi petani, bukan semata-mata berdasarkan kepentingan administratif.

‎Perkuat Teknologi, Permodalan, dan Pemasaran Pertanian

‎Satuan Petani Elang Tiga Hambalang akan mendorong pemanfaatan teknologi pertanian untuk meningkatkan efisiensi produksi, kualitas hasil panen, dan daya saing petani.

‎Penggunaan peralatan pertanian modern, teknologi pengolahan pascapanen, sistem informasi harga, pemasaran digital, dan pengembangan produk bernilai tambah menjadi bagian penting dari arah program organisasi.

‎Selain itu, Satuan Petani akan berupaya membangun kerja sama dengan pemerintah, koperasi, lembaga keuangan, perguruan tinggi, pelaku usaha, penyuluh pertanian, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

‎Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses petani terhadap permodalan, pelatihan, sarana produksi, teknologi, dan jaringan pemasaran.

‎Organisasi juga akan mendorong terbentuknya pola kemitraan yang sehat, transparan, dan saling menguntungkan antara petani dengan pelaku usaha maupun lembaga pendukung sektor pertanian.

‎Membangun Gerakan Petani dari Tingkat Desa

‎H. Amir Mirza menilai bahwa kekuatan utama Satuan Petani Elang Tiga Hambalang harus dibangun dari tingkat desa sebagai wilayah yang berhubungan langsung dengan kegiatan pertanian.

‎Kepengurusan di tingkat desa dan kelurahan diharapkan mampu melakukan pendataan potensi pertanian, menghimpun kebutuhan petani, serta membantu pelaksanaan program pemberdayaan.

‎Sementara itu, kepengurusan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional akan menjalankan fungsi koordinasi, pengembangan kebijakan organisasi, kemitraan, serta penyampaian aspirasi secara berjenjang.

‎Melalui struktur tersebut, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang diharapkan dapat menjadi organisasi yang kuat secara nasional tetapi tetap berakar pada kebutuhan petani di tingkat bawah.

‎Dari Hambalang untuk Petani Indonesia

‎Pembentukan Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menjadi bagian dari komitmen Elang Tiga Hambalang dalam mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.

‎Gerakan yang dimulai dari Hambalang tersebut membawa semangat untuk membangun petani yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.

‎Dengan kepemimpinan H. Amir Mirza, Roby Ardiansyah, dan Natalie Margareth Van, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang diharapkan dapat berkembang menjadi organisasi petani yang profesional, terbuka, dan konsisten menjalankan program pemberdayaan.

‎Organisasi tersebut juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas pertanian, penguatan ekonomi desa, regenerasi petani, dan pengembangan usaha berbasis pangan.

‎Pembentukan kepengurusan ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan pertanian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, generasi muda, dan seluruh elemen bangsa.

‎Dari Hambalang, Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menyatakan kesiapan untuk bergerak bersama petani dalam mewujudkan pertanian yang maju, pangan yang kuat, serta Indonesia yang mandiri dan berdaulat.

Pawarta : Ganda Satria Dharma

banner 336x280