Harga Bergerak di Tingkat Petani: Bawang Brebes Turun, Karet Jambi Menguat
Hambalang, 16 September 2026 — Pergerakan harga sejumlah komoditas pertanian menunjukkan kondisi berbeda di setiap daerah. Berdasarkan data resmi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), harga bawang merah di Brebes mengalami penurunan, sedangkan harga karet di Jambi tercatat meningkat. Harga...
(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)
Hambalang, 16 September 2026 — Pergerakan harga sejumlah komoditas pertanian menunjukkan kondisi berbeda di setiap daerah. Berdasarkan data resmi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), harga bawang merah di Brebes mengalami penurunan, sedangkan harga karet di Jambi tercatat meningkat.
Harga bawang merah di tingkat petani Brebes tercatat sebesar Rp18.000 per kilogram, turun sekitar 5,3 persen. Sementara itu, harga karet di Jambi berada pada posisi Rp19.000 per kilogram, naik sekitar 5,6 persen.
Perbedaan arah harga tersebut menggambarkan dinamika pasar yang dihadapi petani. Harga komoditas dapat berubah mengikuti pasokan, kualitas hasil panen, permintaan, musim produksi, biaya distribusi, serta kondisi pasar di masing-masing wilayah.
Data Bappebti pada tanggal yang sama juga mencatat harga gabah di Cianjur sebesar Rp8.000 per kilogram, jagung di Tasikmalaya Rp5.500, kakao di Kendari Rp55.000, dan kelapa sawit di Sumatera Selatan Rp3.823 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, kopi robusta di Subang tercatat Rp87.000 per kilogram, kopi spesial Rp125.000, lada putih di Bangka Rp145.000, serta karet bokar di Kuantan Singingi Rp15.295 per kilogram.
Penurunan harga bawang merah perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi pendapatan petani, khususnya ketika biaya benih, pupuk, tenaga kerja, dan distribusi tetap tinggi. Pemerintah daerah dan pihak terkait perlu memperkuat pemantauan pasokan, memperluas akses pasar, serta mencegah rantai perdagangan yang terlalu panjang.
Di sisi lain, kenaikan harga karet menjadi kabar positif bagi petani. Namun, kenaikan tersebut perlu dijaga melalui perbaikan mutu hasil, penguatan kelembagaan petani, transparansi penentuan harga, dan perluasan akses langsung kepada industri pengolahan.
Informasi harga Bappebti merupakan gambaran pada waktu pemantauan dan dapat berubah mengikuti perkembangan pasar. Petani disarankan membandingkan data tersebut dengan harga transaksi di pasar lokal sebelum melakukan penjualan.
“Satuan Petani Elang Tiga Hambalang menilai keterbukaan informasi harga sangat penting agar petani memiliki acuan sebelum menjual hasil panennya. Penurunan harga bawang merah di Brebes perlu diperhatikan supaya petani tidak menanggung kerugian ketika biaya produksi masih tinggi.”
“Kenaikan harga karet di Jambi patut dijaga agar manfaatnya benar-benar diterima petani. Kami mendorong penguatan koperasi, akses pasar langsung, fasilitas penyimpanan dan pengolahan, serta pengawasan rantai perdagangan untuk membentuk harga yang lebih adil.”
Sumber: Sistem Informasi Harga Komoditi di Tingkat Petani, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Kementerian Perdagangan RI, 16 September 2026.





