EXPLORE GLOBAL

⚑ QUICK SHORTCUTS

πŸ“‚ KATEGORI UTAMA

Logo

ELANG 3

GLOBAL NEWS
TERBARU
Berita Terbaru, Berita Terkini, Global

Harga Cabai Rawit Masih Tinggi, DPN ETH: Jaga Daya Beli Rakyat dan Pastikan Distribusi Pangan Lancar

UKURAN TEKS
✨ RINGKASAN CERDAS AI BETA

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β€” Minggu, 13 September 2026 Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap perkembangan harga pangan, khususnya cabai rawit merah, yang masih berada pada tingkat tinggi dan berpotensi menambah pengeluaran rumah tangga....

(Dianalisis secara otomatis dari isi berita)

banner 336x280

HAMBALANG, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT β€” Minggu, 13 September 2026 Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang (DPN ETH) menaruh perhatian terhadap perkembangan harga pangan, khususnya cabai rawit merah, yang masih berada pada tingkat tinggi dan berpotensi menambah pengeluaran rumah tangga.

Data PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan pada Jumat, 11 September 2026, harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran nasional tercatat Rp88.150 per kilogram. Telur ayam ras Rp28.900/kg, bawang merah Rp36.750/kg, bawang putih Rp38.450/kg, beras medium I Rp16.050/kg, dan beras medium II Rp15.600/kg.

banner 468x60

Pergerakan cabai dalam beberapa hari sebelumnya juga menunjukkan harga yang relatif tinggi. PIHPS mencatat cabai rawit merah Rp94.900/kg pada 8 September, Rp92.400/kg pada 9 September, dan Rp92.350/kg pada 10 September sebelum berada di Rp88.150/kg pada 11 September.

Badan Pangan Nasional pada 11 September juga mempublikasikan langkah bersama kementerian terkait untuk meredam harga cabai rawit. Pada saat bersamaan, pemerintah masih menjalankan intervensi pangan, termasuk bantuan beras bagi 33,24 juta penerima, sebagai salah satu instrumen menjaga stabilitas pangan.

Perlu ditegaskan bahwa angka PIHPS tersebut merupakan indikator harga tingkat pedagang eceran secara nasional. Harga aktual di masing-masing pasar dan daerah dapat berbeda.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Elang Tiga Hambalang H. Safrizal berpandangan bahwa harga pangan merupakan persoalan yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat sehingga pengendaliannya harus terlihat nyata di pasar rakyat.

DPN ETH mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat pemantauan pasokan serta distribusi, khususnya terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga. Apabila terjadi perbedaan harga yang besar antara tingkat produsen dan konsumen, rantai distribusinya perlu ditelusuri secara terukur.

H. Safrizal juga memandang stabilisasi tidak boleh hanya berorientasi pada harga murah bagi konsumen. Petani tetap membutuhkan harga yang layak agar mampu menutup biaya produksi dan mempertahankan kegiatan usaha taninya.

Sekretaris Jenderal DPN Elang Tiga Hambalang Ganda Satria Dharma berpandangan pemantauan harga perlu dibarengi data ketersediaan barang dari sentra produksi hingga pasar.

DPN ETH mendorong pemerintah daerah melakukan deteksi dini terhadap kenaikan harga, memperlancar distribusi antardaerah ketika diperlukan, dan memastikan intervensi seperti Gerakan Pangan Murah dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Organisasi juga mendorong masyarakat memperoleh informasi harga yang mudah diakses sehingga konsumen mempunyai referensi dan pemerintah dapat lebih cepat mengetahui daerah yang mengalami tekanan harga.

Bagi DPN ETH, kebijakan pangan yang kuat harus mampu menjaga tiga kepentingan sekaligus: daya beli masyarakat, kelancaran pasokan, dan kesejahteraan petani.

banner 336x280